Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU KK012 Pekerjaan Struktur Beton 2026: Syarat, Biaya, dan Cara Urus

Ilustrasi panduan Panduan SBU KK012 Pekerjaan Struktur Beton 2026: Syarat, Biaya, dan Cara Urus — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
11 menit baca
SBU KK012 Pekerjaan Struktur Beton adalah sertifikat badan usaha jasa konstruksi spesialis wajib bagi perusahaan yang mengerjakan pengecoran beton bertulang, bekisting sistem, beton pracetak, beton massa, dan perkuatan struktur beton existing. Kode ini menggunakan KBLI 43909 dan diatur dalam PP 28/2025 serta Permen PU 6/2025. Tanpa SBU KK012, perusahaan tidak dapat menjadi subkontraktor beton di proyek besar, dikenai PPh Final 4 persen bukan 2,65 persen, dan berisiko sanksi administratif. Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil melalui Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000, selesai 5 hari kerja, sudah termasuk biaya resmi LSBU dan KTA asosiasi. Urus sendiri membutuhkan Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda sendiri.

SBU KK012 Pekerjaan Struktur Beton adalah Sertifikat Badan Usaha Spesialis yang wajib dimiliki kontraktor yang mengerjakan pengecoran beton bertulang, bekisting sistem, beton pracetak, dan perkuatan struktur beton. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Tanpa SBU ini, perusahaan Anda tidak bisa menjadi subkontraktor beton di proyek besar, dikenai PPh Final 4% (bukan 2,65%), dan berisiko sanksi administratif. Biaya pengurusan all-in melalui Mitra Konstruksi mulai Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil, selesai dalam 5 hari kerja.

Apa Itu SBU KK012 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU KK012 adalah sertifikasi khusus di klaster Konstruksi Khusus dengan KBLI 43909 (Konstruksi Khusus Lainnya YTDL). Kode ini diterbitkan oleh LSBU yang terakreditasi dan diregistrasi di SIKI LPJK melalui portal lpjk.pu.go.id. Berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, KK012 mencakup tujuh lingkup kerja utama yang harus dipahami secara tepat agar tidak salah mengajukan kode:

  • Pengecoran beton bertulang struktural — kolom, balok, pelat lantai menggunakan ready mix atau site mix sesuai spesifikasi teknis.
  • Pemasangan bekisting sistem dan formwork — table form, climbing form, tunnel form, dan slipform untuk gedung bertingkat tinggi; bukan bekisting konvensional kayu biasa.
  • Beton pracetak (precast concrete) — pembuatan dan pemasangan kolom, balok, pelat, dan dinding pracetak di pabrik maupun di lapangan.
  • Pekerjaan beton massa (mass concrete) — pengecoran volume besar untuk pondasi mat dan pilar jembatan dengan pengendalian panas hidrasi secara khusus.
  • Pengecoran beton infrastruktur cor di tempat — pier, abutment, box culvert, dinding penahan tanah, dan elemen infrastruktur bukan gedung.
  • Repair dan perkuatan struktur beton existing — injeksi retakan, jacketing kolom, dan perkuatan dengan CFRP pada struktur yang sudah ada.
  • Beton mutu tinggi (high performance concrete) — beton fc>50 MPa, self-compacting concrete (SCC), dan beton serat untuk aplikasi struktural khusus.

Siapa yang wajib memiliki KK012? Setiap badan usaha yang mengerjakan salah satu lingkup di atas sebagai subkontraktor spesialis diwajibkan memiliki SBU ini berdasarkan PP 28/2025 Pasal 47. Ini mencakup perusahaan yang memasang bekisting sistem untuk kontraktor utama gedung bertingkat, perusahaan precast yang memproduksi hollow core slab, hingga kontraktor repair jembatan existing.

Batasan lingkup yang sering menimbulkan kebingungan perlu dipertegas secara eksplisit. Rigid pavement beton jalan masuk KK005, bukan KK012. Beton pascatarik masuk KK013. Bored pile dan pemancangan masuk KK001. Pekerjaan struktur baja masuk KK016. Jika perusahaan Anda mengerjakan dua jenis pekerjaan yang berbeda kode, kedua SBU harus dimiliki secara terpisah — tidak ada klausul yang memungkinkan satu SBU mewakili lingkup kode lain.

Pemahaman batas lingkup ini penting secara komersial. Paket tender sering mencantumkan lebih dari satu kode SBU sebagai syarat. Kontraktor yang hanya memiliki KK012 tidak bisa mengerjakan perkerasan beton jalan dalam paket yang sama tanpa menambah KK005 terlebih dahulu.

Dari 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani, mayoritas pemohon KK012 adalah subkontraktor beton gedung bertingkat menengah di Jabodetabek dan Surabaya yang baru menyadari keharusan ini saat proses prakualifikasi tender. Mengetahui kewajiban ini sejak awal bisa menghemat waktu berbulan-bulan dan mencegah gugurnya penawaran di tahap administrasi.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU KK012?

Konsekuensi tidak memiliki SBU KK012 bukan sekadar gagal ikut satu tender — dampaknya sistematis dan berlapis. Berdasarkan PP 28/2025 dan UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi, ada lima konsekuensi konkret yang harus dipahami sebelum memutuskan menunda pengurusan:

1. Tertutup dari tender pekerjaan beton struktural pemerintah. Paket subkontrak beton struktural — termasuk precast balok jembatan, retaining wall, dan pengecoran gedung pemerintah — mensyaratkan SBU KK012 secara eksplisit dalam dokumen pengadaan. Tanpa SBU ini, dokumen penawaran langsung gugur di tahap evaluasi administrasi, tanpa memandang kualitas teknis atau harga yang ditawarkan.

2. Tarif PPh Final lebih tinggi 1,35%. Ini adalah kerugian finansial yang paling sering diabaikan karena tidak terlihat langsung di lapangan. Kontraktor dengan SBU aktif di SIKI LPJK dikenai PPh Final 2,65% atas omzet. Tanpa SBU, tarifnya 4%. Simulasi berikut menggambarkan kerugian nyata berdasarkan berbagai skenario omzet tahunan:

Nilai Kontrak Tahunan PPh Final dengan SBU (2,65%) PPh Final tanpa SBU (4%) Selisih Beban Pajak per Tahun
Rp2.000.000.000 Rp53.000.000 Rp80.000.000 Rp27.000.000
Rp5.000.000.000 Rp132.500.000 Rp200.000.000 Rp67.500.000
Rp10.000.000.000 Rp265.000.000 Rp400.000.000 Rp135.000.000

Pada omzet Rp5 miliar per tahun, selisih pajak yang dibayarkan akibat tidak memiliki SBU mencapai Rp67,5 juta — lebih dari delapan kali lipat biaya pengurusan SBU kualifikasi Kecil. Ini adalah kerugian nyata yang berulang setiap tahun selama SBU belum dimiliki.

3. Sanksi administratif UU 2/2017. Mengerjakan pekerjaan beton struktural tanpa SBU KK012 dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, denda, hingga penghentian kegiatan usaha. Sanksi ini diperkuat oleh ketentuan PP 28/2025 yang memperketat pengawasan lapangan melalui mekanisme pelaporan digital terintegrasi antara OSS RBA dan SIKI LPJK.

4. Tidak bisa mendaftarkan pengalaman kerja di SIMPAN. Tanpa SBU aktif, rekam jejak pekerjaan tidak bisa dicatatkan di Sistem Informasi Pengalaman (SIMPAN). Ini menutup akses ke kualifikasi yang lebih tinggi di masa depan karena pengalaman yang sudah dikerjakan tidak bisa diverifikasi secara resmi.

5. Kehilangan segmen dengan volume tender terbesar. Pekerjaan struktur beton adalah komponen terbesar secara nilai dalam konstruksi gedung dan infrastruktur di Indonesia. Tanpa KK012, seluruh ceruk pasar ini tertutup — dan setiap proyek beton yang dikerjakan tanpa SBU memperburuk profil kepatuhan badan usaha di SIKI.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU KK012 2026?

Kelengkapan dokumen adalah faktor paling kritis dalam kecepatan proses persetujuan. Dari pengalaman menangani permohonan KK012, berkas yang tidak lengkap atau tidak sesuai ketentuan adalah penyebab utama proses yang berlarut-larut. Berdasarkan Permen PU 6/2025 dan ketentuan OSS RBA, berikut adalah 9 dokumen wajib beserta kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan:

No Dokumen Ketentuan Teknis Kesalahan Paling Sering
1 Akta pendirian dan perubahan terakhir Disahkan Kemenkumham; gunakan versi perubahan terbaru Menggunakan akta lama yang belum mencerminkan susunan pengurus terkini
2 NIB dari OSS RBA Wajib memuat KBLI 43909 (KBLI 2025) KBLI belum dikonversi ke KBLI 2025; masih memakai kode lama
3 NPWP badan usaha Status aktif, bukan non-efektif NPWP non-efektif karena tidak lapor SPT selama 2 tahun
4 Neraca keuangan Kecil: ekuitas min Rp300 juta; Menengah: ekuitas min Rp2 miliar (wajib audit KAP) Neraca tidak ditandatangani akuntan; laporan keuangan melebihi 12 bulan terakhir
5 SKK PJTBU aktif di SIKI Kecil: jenjang 6; Menengah: jenjang 7; Besar/Spesialis: jenjang 8 Tenaga merangkap di badan usaha lain; SKK sudah kedaluwarsa
6 SKK PJSKBU aktif di SIKI Kecil: jenjang 5; Menengah: jenjang 6; Besar/Spesialis: jenjang 7 Tidak boleh merangkap; sering tertukar posisinya dengan PJTBU
7 Peralatan di SIMPK Kecil: min 1 alat; Spesialis: min 2 alat (concrete pump atau mixer/batch plant) Peralatan terdaftar atas nama pribadi bukan badan usaha; dokumen kepemilikan tidak lengkap
8 Dokumen SMAP atau surat komitmen ISO 37001, SMAP, PANCEK KPK min 70%, atau surat komitmen 2 tahun SMAP kedaluwarsa tidak segera diperbarui; komitmen tidak di atas materai
9 Rekaman pengalaman di SIMPAN Wajib untuk perpanjangan; tidak dipersyaratkan untuk pengajuan baru Pengalaman tidak terinput di SIMPAN sehingga tidak bisa diverifikasi saat perpanjangan

Tiga dokumen yang paling sering menyebabkan penolakan berkas pertama adalah: NIB dengan KBLI yang belum dikonversi ke KBLI 2025, SKK PJTBU yang merangkap di badan usaha lain, dan neraca keuangan tanpa tanda tangan akuntan. Ketiga masalah ini dapat diidentifikasi dalam konsultasi awal 30 menit sebelum proses dimulai — sehingga tidak ada waktu yang terbuang untuk pengajuan yang sudah pasti dikembalikan.

Perlu dicatat secara khusus mengenai konversi KBLI: banyak badan usaha yang mendirikan perusahaan sebelum 2024 masih memiliki NIB dengan kode KBLI lama. OSS RBA mewajibkan pembaruan ke KBLI 2025 sebelum pengajuan SBU bisa diproses. Proses konversi ini memerlukan waktu tersendiri di sistem OSS dan sering tidak disadari oleh pemohon yang mengurus sendiri. Seluruh proses pendaftaran SBU dilakukan melalui sistem OSS RBA yang terintegrasi dengan SIKI LPJK di lpjk.pu.go.id. Pastikan akun OSS badan usaha Anda aktif dan data NIB sudah sinkron dengan data di SIKI sebelum mengajukan permohonan. Baca panduan lengkap di syarat dokumen SBU KK012 untuk penjelasan teknis masing-masing dokumen.

Berapa Biaya Pengurusan SBU KK012?

Pertanyaan ini selalu muncul pertama kali, dan jawabannya butuh konteks yang jelas agar perbandingannya adil. Ada dua skenario: mengurus sendiri, atau menggunakan layanan pengurusan terintegrasi. Keduanya mengeluarkan biaya resmi yang sama kepada LSBU dan asosiasi — perbedaannya ada pada waktu yang dihabiskan, risiko penolakan berkas, dan koordinasi lintas lembaga yang dibutuhkan.

Estimasi biaya jika mengurus sendiri (2026):

  • Biaya sertifikasi LSBU: Rp2.500.000–3.500.000 tergantung LSBU yang dipilih
  • Iuran KTA asosiasi: Rp1.500.000–2.000.000 per tahun
  • Biaya administrasi dan koordinasi internal: Rp850.000–600.000
  • Total komponen resmi: Rp4.850.000–6.100.000
  • Waktu yang dihabiskan: 30–45 hari kerja untuk mengurus sendiri dari nol

Risiko mengurus sendiri yang jarang diperhitungkan: berkas dikembalikan karena ketidaklengkapan memperpanjang proses 2–3 minggu, pemilihan LSBU yang tidak efisien menambah biaya, dan ketidaktahuan tentang konversi KBLI 2025 menyebabkan NIB perlu direvisi terlebih dahulu sebelum proses SBU bisa dimulai. Setiap penundaan berarti satu tender yang terlewat.

Paket pengurusan all-in Mitra Konstruksi:

Kualifikasi Biaya Paket All-In Ekuitas Minimum Penjualan Tahunan Estimasi Selesai
Kecil Rp8.000.000 Rp300.000.000 Tidak dipersyaratkan 5 hari kerja
Menengah Rp12.000.000–15.000.000 Rp2.000.000.000 Rp2.500.000.000 7–10 hari kerja
Besar Rp20.000.000–30.000.000 Rp25.000.000.000 Rp50.000.000.000 10–14 hari kerja
Spesialis Rp8.000.000–12.000.000 Tidak dipersyaratkan Tidak dipersyaratkan 5–7 hari kerja

Untuk kualifikasi Kecil, paket Rp8.000.000 sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan — bukan biaya jasa yang terpisah dari komponen lain. Ini adalah biaya pengurusan lengkap all-in, bukan biaya jasa semata.

Perbandingan konkret: mengurus sendiri mengeluarkan Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda sendiri. Paket Mitra Konstruksi Rp8.000.000 all-in selesai 5 hari kerja. Selisih biaya hanya Rp1.900.000–3.150.000 — tetapi Anda menghemat 25–40 hari kerja dan menghilangkan risiko penolakan berkas. Satu bulan kerja seorang manajer operasional atau direktur bernilai jauh lebih besar dari selisih Rp3.150.000 tersebut. Detail perhitungan biaya komponen resmi tersedia di halaman biaya SBU KK012.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU KK012 di Lapangan?

Studi kasus berikut menggambarkan situasi yang representatif dari permohonan yang kami tangani. Nama perusahaan diinisialkan untuk menjaga kerahasiaan klien. Kasus ini dipilih karena mencerminkan pola yang paling sering terjadi pada pengurusan perpanjangan KK012 — bukan permohonan baru.

CV KS — Jakarta, Kualifikasi Kecil, Ekuitas Rp420 Juta

CV KS adalah kontraktor beton kualifikasi Kecil yang mengerjakan pengecoran kolom dan pelat lantai sebagai subkontraktor untuk proyek apartemen menengah di Jakarta Selatan. Ekuitas Rp420 juta memenuhi syarat minimum Rp300 juta untuk kualifikasi Kecil. Saat mengajukan perpanjangan SBU KK012 yang habis masa berlakunya, mereka menghadapi masalah ganda yang tidak diantisipasi: sertifikat ISO 37001 untuk dokumen SMAP-nya kedaluwarsa 4 bulan sebelumnya, sementara jadwal tender berikutnya hanya menyisakan waktu 3 minggu.

Kondisi awal yang dihadapi:

  1. ISO 37001 kedaluwarsa — tidak bisa melampirkan dokumen SMAP yang valid untuk permohonan perpanjangan SBU.
  2. NIB masih menggunakan KBLI lama yang belum dikonversi ke KBLI 2025 sesuai ketentuan OSS RBA terbaru.
  3. Neraca keuangan perlu diperbarui ke periode 12 bulan terakhir meskipun ekuitas sudah memenuhi syarat.

Jika diurus sendiri secara berurutan — pertama menyelesaikan konversi KBLI, lalu memperpanjang ISO 37001, kemudian baru mengajukan SBU — estimasi waktu minimum adalah 6–8 minggu. Tender yang ditarget akan terlewat.

Langkah penanganan: Tim Mitra Konstruksi mengidentifikasi ketiga masalah ini dalam sesi konsultasi awal pada hari pertama. Solusi yang diterapkan adalah paket terintegrasi: perpanjangan SBU KK012 diurus bersamaan dengan perpanjangan ISO 37001 dan konversi KBLI di OSS RBA. Koordinasi paralel ini memungkinkan ketiganya selesai dalam satu jalur waktu, bukan tiga antrian terpisah yang masing-masing menunggu keluaran dari proses sebelumnya.

Hasil: SBU KK012 terbit dalam 5 hari kerja sejak dokumen lengkap diterima. ISO 37001 selesai bersamaan. CV KS berhasil mengikuti prakualifikasi tender tepat waktu dan memenangkan paket subkontrak pengecoran senilai Rp1,8 miliar.

Pelajaran kunci dari kasus ini: Masalah SMAP kedaluwarsa adalah yang paling sering terlewat saat perpanjangan SBU. Dari 5–8 permohonan KK012 per bulan yang kami tangani, kasus serupa — perpanjangan SBU bersamaan dengan masalah SMAP — terjadi pada 3 dari setiap 5 klien perpanjangan. Ini bukan pengecualian; ini adalah pola yang harus diantisipasi jauh sebelum jadwal kedaluwarsa SBU. Rekomendasi praktis: audit kelengkapan dokumen SMAP minimal 3 bulan sebelum SBU berakhir. Untuk memahami kendala umum lain dalam proses KK012, baca artikel kendala umum pengurusan SBU KK012.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU KK012?

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan yang paling sering masuk ke tim kami, disusun berdasarkan frekuensi pertanyaan dari pemohon KK012 selama 12 bulan terakhir. Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan kebingungan yang paling umum di lapangan — bukan sekadar pertanyaan teoritis.

Apa perbedaan KK012 dan KK013?

KK012 adalah untuk beton bertulang konvensional: pengecoran kolom, balok, pelat, precast, dan beton massa. KK013 adalah untuk beton pascatarik (post-tensioned) yang menggunakan kabel prategang pascatarik — misalnya post-tensioned slab apartemen atau jembatan dengan sistem tendon eksternal. Keduanya berbeda secara teknis dan hukum, tidak saling menggantikan. Jika perusahaan mengerjakan kedua jenis, kedua SBU harus dimiliki secara terpisah. Tidak ada klausul substitusi antara KK012 dan KK013 dalam dokumen pengadaan manapun.

Apakah pemasangan precast balok jembatan masuk lingkup KK012?

Ya. Pembuatan dan pemasangan elemen pracetak — termasuk balok jembatan PC-I, hollow core slab, dan kolom pracetak — masuk dalam lingkup KK012 berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Ini mencakup baik proses produksi di pabrik precast maupun pemasangan di lapangan. Pengecualian: jika balok jembatan menggunakan sistem prategang pascatarik setelah pemasangan, maka bagian pascatariknya masuk KK013 dan memerlukan SBU tambahan.

Berapa syarat keuangan untuk masing-masing kualifikasi KK012?

Kualifikasi Kecil: ekuitas minimum Rp300 juta, tanpa syarat penjualan tahunan, tidak wajib audit KAP. Kualifikasi Menengah: ekuitas minimum Rp2 miliar, penjualan tahunan minimum Rp2,5 miliar, wajib audit KAP. Kualifikasi Besar: ekuitas minimum Rp25 miliar, penjualan tahunan minimum Rp50 miliar, wajib audit KAP. Kualifikasi Spesialis: tidak ada syarat ekuitas minimum yang ditetapkan, tidak ada syarat penjualan tahunan, tidak wajib audit KAP.

Jenjang SKK berapa yang dibutuhkan untuk KK012 kualifikasi Kecil?

Untuk kualifikasi Kecil: PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5, masing-masing 1 orang. Untuk kualifikasi Spesialis: PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7. SKK harus aktif dan terdaftar sebagai tenaga tetap di SIKI LPJK — tidak boleh merangkap di badan usaha lain secara bersamaan. Perangkapan adalah alasan penolakan berkas nomor satu untuk dokumen SKK.

Bisakah perusahaan baru mengajukan SBU KK012?

Bisa. Pengajuan baru tidak mensyaratkan rekaman pengalaman kerja di SIMPAN. Yang wajib dipenuhi: ekuitas sesuai kualifikasi, SKK PJTBU dan PJSKBU aktif di SIKI, peralatan terdaftar di SIMPK, NIB dengan KBLI 43909 dari OSS RBA, dan dokumen SMAP atau surat komitmen. Ekuitas Rp300 juta sudah cukup untuk kualifikasi Kecil. Perusahaan yang baru berdiri 6 bulan pun bisa mengajukan selama semua persyaratan di atas terpenuhi.

Berapa lama SBU KK012 berlaku dan bagaimana perpanjangannya?

Masa berlaku SBU KK012 adalah 3 tahun untuk semua kualifikasi — Kecil, Menengah, Besar, dan Spesialis — sesuai ketentuan Permen PU 6/2025. Perpanjangan harus diajukan sebelum masa berlaku habis. Pengajuan setelah kedaluwarsa diperlakukan sebagai permohonan baru, yang berarti seluruh proses dimulai dari awal tanpa mempertimbangkan riwayat SBU sebelumnya. Sebagai praktik terbaik, mulai persiapan dokumen perpanjangan minimal 3 bulan sebelum tanggal kedaluwarsa — terutama untuk memastikan SMAP atau ISO 37001 masih valid.

Kualifikasi PJTBU PJSKBU Peralatan Min. Wajib Audit KAP Tenggat SMAP
Kecil Jenjang 6 Jenjang 5 1 alat Tidak 3 tahun
Menengah Jenjang 7 Jenjang 6 2 alat Ya 2 tahun
Besar Jenjang 8 Jenjang 7 3 alat Ya 1 tahun
Spesialis Jenjang 8 Jenjang 7 2 alat Tidak 2 tahun

Jika pertanyaan Anda belum terjawab di atas, atau Anda ingin mengetahui apakah dokumen yang sudah ada memenuhi syarat untuk kualifikasi yang Anda targetkan, konsultasi gratis tersedia melalui WhatsApp. Tim kami menangani verifikasi kelayakan dokumen dalam satu hari kerja tanpa biaya awal. Tidak perlu menyiapkan berkas lengkap terlebih dahulu — cukup informasikan kondisi badan usaha Anda dan kami akan mengidentifikasi gap yang perlu diselesaikan.

Ringkasan poin kunci

  • 1SBU KK012 wajib untuk subkontraktor beton struktural, bekisting sistem, precast, dan repair beton berdasarkan PP 28/2025
  • 2Tanpa SBU KK012, PPh Final naik dari 2,65% menjadi 4% — selisih 1,35% dari setiap nilai kontrak
  • 3Ekuitas minimum kualifikasi Kecil Rp300 juta; SKK PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5 wajib tersedia
  • 4Peralatan utama minimal 1 unit tercatat di SIMPK untuk kualifikasi Kecil, misalnya concrete pump atau mixer
  • 5Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil Rp8.000.000 selesai 5 hari kerja vs urus sendiri Rp4,85–6,1 juta plus 30–45 hari
  • 6KK012 berbeda dari KK013 (pascatarik), KK005 (rigid pavement), dan KK001 (bored pile) — pilih kode yang tepat agar tidak ditolak tender

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU KK012 Pekerjaan Struktur Beton?
SBU KK012 adalah sertifikat badan usaha jasa konstruksi spesialis untuk pekerjaan struktur beton, mencakup pengecoran beton bertulang, bekisting sistem, beton pracetak, beton massa, dan perkuatan struktur beton existing. KBLI yang digunakan adalah 43909 Konstruksi Khusus Lainnya YTDL, diatur dalam PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.
Apa beda SBU KK012 dan KK013?
KK012 untuk beton bertulang konvensional — pengecoran kolom, balok, pelat, dan precast standar. KK013 khusus beton pascatarik dengan kabel prategang, seperti post-tensioned slab dan jembatan prestressed. Jika proyek Anda menggunakan tendon atau kabel prategang, pilih KK013; untuk beton bertulang biasa, pilih KK012.
Apakah precast balok jembatan masuk lingkup KK012?
Ya. Pembuatan dan pemasangan elemen pracetak seperti balok jembatan, hollow core slab, kolom pracetak, dan dinding pracetak masuk dalam lingkup KK012, selama tidak menggunakan sistem pascatarik. Jika balok jembatan menggunakan tendon prategang, maka masuk KK013.
Berapa syarat keuangan untuk SBU KK012 kualifikasi Kecil?
Ekuitas minimum Rp300 juta untuk kualifikasi Kecil. Audit KAP tidak diwajibkan untuk kualifikasi Kecil. Untuk kualifikasi Menengah, ekuitas minimum Rp2 miliar dengan penjualan tahunan minimal Rp2,5 miliar dan wajib audit KAP.
Berapa lama pengurusan SBU KK012 melalui Mitra Konstruksi?
5 hari kerja untuk kualifikasi Kecil dengan dokumen lengkap. Proses meliputi verifikasi dokumen, input ke SIKI LPJK dan SIMPK, koordinasi LSBU, hingga SBU terbit dan dapat diunduh dari lpjk.pu.go.id. Urus sendiri rata-rata membutuhkan 30–45 hari kerja.
Apakah perusahaan baru tanpa pengalaman bisa mengajukan SBU KK012?
Bisa, untuk pengajuan baru. Rekaman pengalaman di SIMPAN hanya wajib untuk perpanjangan, bukan pengajuan pertama kali. Syarat utama adalah ekuitas Rp300 juta, SKK PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5 aktif di SIKI, serta minimal 1 peralatan tercatat di SIMPK.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan