Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan Lengkap SBU ST005 Pelabuhan: Syarat, Biaya & Cara Mengurus [2026]

Ilustrasi panduan Panduan Lengkap SBU ST005 Pelabuhan: Syarat, Biaya & Cara Mengurus [2026] — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
10 menit baca
Panduan SBU ST005 rancang bangun pelabuhan — dermaga, breakwater, alur, dan fasilitas pelabuhan dalam satu kontrak EPC. Hanya Besar, ekuitas Rp25 miliar, KBLI 42912. Biaya all-in Rp25–40 juta, 5 hari kerja. Akses tender EPC Pelindo, Kemenhub, dan program tol laut.

SBU ST005 adalah sertifikat badan usaha untuk rancang bangun pelabuhan — dermaga, breakwater, quay wall, alur pelayaran, dan seluruh infrastruktur kepelabuhanan — dalam satu kontrak EPC. KBLI 42912. Hanya tersedia untuk kualifikasi Besar dengan ekuitas minimum Rp25 miliar, PJTBU jenjang 9, PJSKBU jenjang 8 (2 orang), dan 3 peralatan tercatat di SIMPK. Biaya pengurusan all-in Rp25–40 juta, selesai 5 hari kerja setelah dokumen lengkap. Program Tol Laut, 10 Pelabuhan Hub Baru, dan 24 Pelabuhan Strategis Nasional terus menghasilkan paket EPC senilai Rp50–500 miliar. Tanpa ST005, badan usaha Anda terkunci dari semua tender rancang bangun pelabuhan tersebut.

Dasar hukum: PP 28/2025 · Permen PU 6/2025 · SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 · OSS RBA · SIKI LPJK · SIMPK · SIMPAN · lpjk.pu.go.id

Apa Itu SBU ST005 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU ST005 — dengan judul resmi Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan Terintegrasi — adalah subklasifikasi SBU pekerjaan konstruksi terintegrasi (EPC/rancang bangun) untuk infrastruktur kepelabuhanan. Badan usaha pemegang ST005 berhak merancang sekaligus membangun dermaga, breakwater, kolam pelabuhan, alur pelayaran, quay wall, causeway, fender system, mooring bollard, dan seluruh fasilitas sisi laut pelabuhan dalam satu kontrak.

Dasar regulasi: PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Pendaftaran dan verifikasi dilakukan melalui lpjk.pu.go.id, NIB diterbitkan melalui OSS RBA, dan data teknis tenaga serta peralatan diverifikasi dari SIKI LPJK, SIMPK, serta SIMPAN.

Siapa yang wajib memiliki ST005? Badan usaha yang akan mengikuti tender dengan model rancang bangun (design-build / EPC) dari Pelindo, Kementerian Perhubungan, BUMN kepelabuhanan, atau pemerintah daerah. Jika kontrak mensyaratkan satu pihak yang bertanggung jawab atas desain detail sekaligus pelaksanaan konstruksi pelabuhan, ST005 adalah syarat mutlak.

Apa Saja Lingkup Pekerjaan ST005?

ST005 mencakup tujuh lingkup pekerjaan utama: (1) studi kelayakan dan masterplan pelabuhan; (2) perancangan dermaga dan struktur pantai — pondasi tiang pancang, deck, fender, mooring bollard, causeway; (3) rekayasa pengerukan alur dan kolam pelabuhan — kedalaman alur, metode keruk, disposal material, pemodelan sedimentasi; (4) perancangan breakwater dan proteksi pantai — dimensi batu pelindung, elevasi puncak, analisis kestabilan gelombang desain; (5) pelaksanaan konstruksi fisik dermaga, breakwater, dan fasilitas pendukung; (6) pengerukan alur dan kolam hingga kedalaman yang dipersyaratkan; serta (7) komisioning dan serah terima — uji sandar kapal pertama, verifikasi kedalaman alur, dan penyerahan dokumen as-built.

Infrastruktur Pekerjaan EPC dalam ST005 Di Luar ST005 — Kode yang Tepat
Dermaga dan quay wall Studi hidro-oseanografi, DED struktur, konstruksi beton dan baja laut, fender, bollard Konstruksi saja → BS011
Breakwater dan jetty Studi gelombang, DED breakwater rubble mound atau caisson, konstruksi dan quality control Desain saja → RK003
Kolam pelabuhan dan alur Survei batimetri, DED pengerukan, konstruksi kolam, pemasangan rambu laut Pengerukan saja → PL002
Fasilitas kargo dan lapangan DED dan konstruksi lapangan penumpukan, container yard, jalan dan drainase kawasan Gudang operasional → BG003
Komisioning pelabuhan Uji sandar, verifikasi alur, serah terima as-built dan izin operasional

Apa yang Terjadi Jika Kontraktor Pelabuhan Tidak Punya SBU ST005?

Absen dari ST005 bukan hanya kehilangan satu tender — ini berarti terkunci dari seluruh segmen EPC kepelabuhanan yang saat ini menjadi tulang punggung program konektivitas maritim Indonesia. Lima konsekuensi langsung yang perlu diketahui:

1. Tidak Dapat Mengikuti Tender EPC Pelabuhan dari Pelindo dan Kemenhub

Semua paket rancang bangun pelabuhan yang diterbitkan Pelindo, Kementerian Perhubungan, dan BUMN kepelabuhanan mencantumkan ST005 sebagai persyaratan kualifikasi. Tanpa ST005, dokumen penawaran ditolak di tahap kualifikasi — sebelum sampai ke evaluasi harga. Program pembangunan 10 Pelabuhan Hub Baru saja menghasilkan lebih dari 40 paket EPC dengan nilai masing-masing Rp100–500 miliar.

2. Tidak Dapat Masuk Skema KPBU Kepelabuhanan

Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk terminal peti kemas, terminal curah, dan pelabuhan energi mensyaratkan kontraktor EPC bersertifikat ST005. Ini adalah segmen dengan nilai kontrak terbesar dan tenor proyek terpanjang di sektor kepelabuhanan Indonesia.

3. Risiko Sanksi Administratif Berdasarkan UU 2/2017 dan PP 28/2025

Mengerjakan pekerjaan konstruksi terintegrasi tanpa SBU yang sesuai merupakan pelanggaran UU 2/2017 tentang Jasa Konstruksi. PP 28/2025 mempertegas sanksi administratif: penghentian pekerjaan, pencabutan izin usaha, dan denda administratif. Risiko ini nyata dan telah diberlakukan pada beberapa kasus di 2024–2025.

4. Tarif PPh Final Lebih Tinggi — Simulasi Kerugian Riil

Badan usaha tanpa SBU yang valid dikenai PPh Final 4% atas nilai kontrak. Pemegang SBU Besar aktif dikenai tarif lebih rendah. Berikut simulasi selisihnya:

Nilai Kontrak EPC PPh Tanpa SBU (4%) PPh dengan SBU Besar (2,65%) Selisih Kerugian
Rp50 miliar Rp2.000.000.000 Rp1.325.000.000 Rp675.000.000
Rp200 miliar Rp8.000.000.000 Rp5.300.000.000 Rp2.700.000.000
Rp500 miliar Rp20.000.000.000 Rp13.250.000.000 Rp6.750.000.000

5. Kehilangan Akses ke Proyek Tol Laut dan Pelabuhan Strategis Nasional

Program Tol Laut yang menargetkan 24 Pelabuhan Strategis Nasional secara konsisten menggunakan model EPC untuk fasilitas utama — dermaga, breakwater, dan alur. Seluruh paket ini mensyaratkan ST005. Nilai total program ini mencapai puluhan triliun rupiah dan berlangsung hingga 2029.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU ST005 2026?

ST005 adalah subklasifikasi Besar — satu-satunya kualifikasi yang tersedia. Tidak ada versi Kecil atau Menengah. Ini berarti semua persyaratan berlaku standar Besar: audit KAP wajib, SMAP wajib (bukan surat komitmen), dan SKK jenjang tinggi. Dokumen yang paling sering menjadi kendala adalah SKK PJTBU jenjang 9 bidang rekayasa pelabuhan — identifikasi calon PJTBU minimal 3–6 bulan sebelum pengajuan.

No. Dokumen Ketentuan Teknis Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Estimasi Waktu Penyiapan
1 Akta pendirian dan perubahan terakhir Disahkan Kemenkumham, termasuk perubahan terakhir Perubahan terbaru belum disahkan Kemenkumham 1–3 hari
2 NIB dari OSS RBA — KBLI 42912 Pastikan KBLI sudah dikonversi ke KBLI 2025 KBLI masih versi 2020; belum diperbarui di OSS RBA 1–3 hari
3 NPWP badan usaha aktif Status aktif, bukan non-efektif NPWP berstatus non-efektif karena tidak lapor SPT 1–7 hari reaktivasi
4 Neraca keuangan — ekuitas minimal Rp25 miliar Wajib audit KAP terdaftar PPPK Kemenkeu KAP tidak terdaftar PPPK; laporan keuangan tidak diaudit 14–30 hari, biaya Rp15–50 juta ke KAP
5 SKK PJTBU jenjang 9 aktif di SIKI LPJK Tenaga tetap, tidak merangkap di badan usaha lain SKK j9 rekayasa pelabuhan sangat langka — tidak ditemukan 1 bulan sebelum deadline Cari 3–6 bulan sebelum; pelepasan merangkap 3–5 hari
6 SKK PJSKBU jenjang 8 aktif di SIKI LPJK (2 orang) Tidak merangkap; keduanya bidang teknis kepelabuhanan Hanya 1 PJSKBU disiapkan; atau merangkap di badan usaha lain 3–5 hari pelepasan jika merangkap
7 Peralatan tercatat di SIMPK (minimal 3) Milik sendiri atau sewa resmi minimal 1 tahun, notariil Perjanjian sewa tidak notariil; tidak tercatat di SIMPK 1–7 hari
8 Dokumen SMAP — ISO 37001 aktif Sertifikat ISO 37001 aktif. Surat komitmen TIDAK berlaku untuk kualifikasi Besar. ISO 37001 kedaluwarsa bersamaan dengan SBU saat perpanjangan Sertifikasi baru ISO 37001: 2–4 bulan, urus paralel
9 Rekaman pengalaman EPC di SIMPAN Perpanjangan: wajib pengalaman EPC pelabuhan, bukan hanya BS011 Pengalaman konstruksi BS011 diajukan sebagai pengalaman EPC — ditolak 1–5 hari input SIMPAN

Lihat panduan lengkap persyaratan di halaman syarat SBU ST005 dan analisis kendala teknis di kendala umum pengurusan SBU ST005.

Berapa Biaya Pengurusan SBU ST005 dan Apakah Sebanding?

ST005 adalah subklasifikasi Besar dengan kompleksitas pengurusan tertinggi. Biaya komponen resmi (LSBU, iuran asosiasi, administrasi) berbeda dari biaya audit KAP yang dibayarkan langsung ke Kantor Akuntan Publik. Berikut perbandingan lengkap:

Komponen Biaya Urus Sendiri Paket Mitra Konstruksi All-In
Biaya resmi LSBU + iuran KTA asosiasi + administrasi Dibayar sendiri ke masing-masing lembaga + 30–45 hari kerja staf internal Sudah termasuk dalam paket. Waktu: 5 hari kerja.
Audit KAP (ekuitas Rp25 M) Rp15.000.000–Rp50.000.000 langsung ke KAP Rp15.000.000–Rp50.000.000 langsung ke KAP (komponen pass-through)
Koordinasi SIKI, SIMPK, SIMPAN, OSS RBA Ditangani staf internal, risiko kesalahan input tinggi Kami tangani penuh — verifikasi sebelum submit
Koordinasi ISO 37001 (jika dibutuhkan) Urus terpisah, risiko timeline tidak sinkron Bisa diurus dalam satu paket terintegrasi
Total biaya layanan pengurusan ke Mitra Konstruksi Rp25.000.000–Rp40.000.000 flat

Konteks nilai: pada kontrak EPC pelabuhan Rp50 miliar, selisih PPh Final antara tarif tanpa SBU dan dengan SBU Besar mencapai Rp675 juta. Biaya pengurusan Rp25–40 juta adalah 3,7–5,9% dari penghematan PPh kontrak pertama saja. Kalkulasi ini belum memasukkan nilai tender yang bisa dimenangkan setelah ST005 terbit.

Detail perbandingan biaya tersedia di halaman biaya pengurusan SBU ST005.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU ST005 di Lapangan?

Studi kasus — PT Kontraktor kualifikasi Besar, Makassar, ekuitas Rp55 miliar.

Situasi: Permohonan perpanjangan SBU ST005. ISO 37001 kedaluwarsa pada bulan yang sama dengan SBU. Perusahaan tidak menyadari bahwa untuk kualifikasi Besar, surat komitmen ISO tidak lagi diterima — harus sertifikat ISO 37001 aktif. Tanpa keduanya, perusahaan tidak dapat mengikuti tender EPC pelabuhan Pelindo IV senilai Rp180 miliar yang dibuka 3 minggu kemudian.

Tindakan: Mitra Konstruksi mengurus perpanjangan SBU dan perpanjangan ISO 37001 dalam satu paket terintegrasi. Koordinasi dilakukan secara paralel — ISO 37001 diproses bersamaan dengan verifikasi dokumen SBU, bukan berurutan. Tidak ada hari kerja yang terbuang untuk menunggu satu proses selesai sebelum memulai yang lain.

Hasil: SBU ST005 terbit dalam 5 hari kerja setelah dokumen lengkap. ISO 37001 selesai paralel. Perusahaan berhasil memasukkan penawaran tender Pelindo IV tepat waktu. Pelajaran utama: layanan terintegrasi SBU + ISO 37001 adalah satu-satunya cara efisien untuk perpanjangan kualifikasi Besar — urus terpisah hampir selalu menyebabkan salah satu komponen terlambat.

Kami menangani 5–8 permohonan SBU konstruksi terintegrasi per bulan, termasuk ST005. Pola masalah yang sama berulang: KBLI belum diperbarui di OSS RBA, SKK PJTBU merangkap, atau ISO 37001 kedaluwarsa tanpa disadari. Identifikasi lebih awal adalah kunci.

Subklasifikasi Mana yang Paling Tepat untuk Kontraktor Kepelabuhanan?

Banyak kontraktor kepelabuhanan memiliki lebih dari satu subklasifikasi. Pilihan yang tepat bergantung pada model kontrak yang paling sering diikuti — dan model EPC semakin mendominasi paket infrastruktur kepelabuhanan skala besar. Berikut matriks perbandingan:

Subklasifikasi Judul Resmi Untuk Tender Apa Ekuitas Minimum Nilai Kontrak Tipikal
ST005 Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan Terintegrasi EPC dermaga, breakwater, kolam pelabuhan, fasilitas terintegrasi Rp25 miliar Rp50–500 miliar
BS011 Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan Konstruksi pelabuhan dari gambar perencana Pelindo/Kemenhub Per kualifikasi Rp10–100 miliar
PL002 Pengerukan (Dredging) Pengerukan alur dan kolam tanpa konstruksi bangunan pelabuhan Per kualifikasi Rp5–50 miliar
RK003 Jasa Rekayasa Teknik Sipil Transportasi DED dermaga, rekayasa breakwater, supervisi konstruksi Tidak ada min. ekuitas Rp500 juta–10 miliar

Strategi optimal: Kontraktor yang baru masuk pasar kepelabuhanan sebaiknya mulai dengan BS011 untuk membangun portofolio dan kompetensi teknis. Sambil mengembangkan ekuitas ke Rp25 miliar, identifikasi calon PJTBU jenjang 9 bidang rekayasa pelabuhan. Saat kedua syarat itu terpenuhi, ajukan ST005 dan BS011 Besar secara bersamaan — ini membuka semua segmen pasar kepelabuhanan dari konstruksi biasa hingga EPC KPBU pelabuhan terbesar. ST005 dan BS011 saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU ST005?

Apa itu SBU ST005?
ST005 adalah SBU rancang bangun pelabuhan — dermaga, breakwater, alur, dan fasilitas pelabuhan — dalam satu kontrak EPC (perancangan sekaligus pembangunan). KBLI 42912. Berbeda dari BS011 yang hanya mencakup konstruksi dari gambar perencana, dan RK003 yang hanya mencakup rekayasa desain tanpa konstruksi fisik.
Apa beda ST005 dan BS011?
BS011 digunakan ketika kontraktor membangun pelabuhan dari gambar yang sudah disiapkan oleh perencana (konsultan). ST005 digunakan ketika kontraktor bertanggung jawab atas seluruh proses: merancang detail sekaligus membangun. ST005 lebih kompleks, nilai kontrak lebih besar, dan memerlukan kualifikasi Besar.
Berapa ekuitas minimum untuk ST005?
Rp25 miliar, dibuktikan dengan neraca keuangan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik terdaftar PPPK Kemenkeu. ST005 tidak memiliki kualifikasi Kecil atau Menengah — hanya Besar.
Jenjang SKK apa yang dibutuhkan untuk ST005?
PJTBU jenjang 9 (1 orang, tenaga tetap, tidak merangkap) dan PJSKBU jenjang 8 (2 orang, masing-masing tidak merangkap). Bidang keahlian: teknik sipil kelautan atau rekayasa kepelabuhanan. SKK jenjang 9 bidang ini sangat terbatas di pasar tenaga ahli Indonesia — mulai identifikasi minimal 3–6 bulan sebelum pengajuan.
Apakah pengerukan alur masuk lingkup ST005?
Ya. Pengerukan alur dan kolam pelabuhan sebagai bagian dari rancang bangun pelabuhan termasuk lingkup ST005. Ini meliputi survei batimetri, desain kedalaman alur, pemilihan metode keruk, pelaksanaan pengerukan, dan disposal material. Jika pengerukan berdiri sendiri tanpa komponen rancang bangun pelabuhan, gunakan PL002.
Bisa memiliki ST005 dan BS011 sekaligus?
Bisa, dan ini strategi yang disarankan. BS011 untuk tender konstruksi pelabuhan dari gambar Pelindo atau Kemenhub; ST005 untuk tender EPC yang merancang sekaligus membangun. Keduanya membuka segmen pasar berbeda dan saling melengkapi. Pengajuan bisa dilakukan bersamaan untuk efisiensi waktu.
Apa yang terjadi jika ISO 37001 kedaluwarsa bersamaan dengan SBU?
Untuk kualifikasi Besar, sertifikat ISO 37001 aktif wajib ada saat perpanjangan SBU — surat komitmen tidak diterima. Jika ISO 37001 kedaluwarsa bersamaan dengan SBU, keduanya harus diperbarui secara paralel. Perpanjang ISO 37001 minimal 3 bulan sebelum kedaluwarsa pertama. Layanan terintegrasi SBU + ISO 37001 tersedia dari Mitra Konstruksi dalam satu paket.

Siap Mengurus SBU ST005 Sekarang?

Program konektivitas maritim Indonesia terus menghasilkan paket EPC pelabuhan baru dengan nilai Rp50–500 miliar per paket. Kami menangani 5–8 permohonan SBU konstruksi terintegrasi per bulan — termasuk koordinasi identifikasi SKK jenjang 9 rekayasa pelabuhan dan pengurusan ISO 37001 paralel. Konsultasi gratis, tanpa kewajiban.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Catatan: SBU ST005 berlaku 3 tahun sesuai PP 28/2025. Saat perpanjangan, rekaman pengalaman EPC pelabuhan di SIMPAN wajib tersedia — pengalaman BS011 tidak dapat digunakan sebagai pengganti. Pantau juga masa berlaku ISO 37001 karena biasanya bersamaan dengan SBU. Perpanjang paralel minimal 3 bulan sebelum kedaluwarsa pertama. Informasi lengkap tersedia di syarat SBU ST005 dan biaya pengurusan SBU ST005.

Ringkasan poin kunci

  • 1ST005 untuk EPC pelabuhan — dermaga, breakwater, alur dalam satu kontrak rancang bangun
  • 2Hanya Besar — ekuitas Rp25 miliar, audit KAP wajib, PJTBU j8, PJSKBU j7
  • 3Berbeda dari BS011 (konstruksi saja), RK002/003 (desain saja), PL002 (pengerukan saja)
  • 4Akses tender EPC Pelindo, Kemenhub, dan program tol laut pemerintah
  • 5Biaya all-in Rp25–40 juta termasuk semua komponen resmi LSBU
  • 6PPh 3% dengan SBU vs 4% tanpa — hemat Rp50 juta per kontrak Rp5 miliar

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu ST005?
ST005 adalah SBU rancang bangun pelabuhan — dermaga, breakwater, alur pelayaran, dan fasilitas pelabuhan dalam satu kontrak EPC. KBLI 42912. Hanya Besar.
Beda ST005 dan BS011?
BS011 untuk membangun pelabuhan dari gambar perencana. ST005 untuk EPC — Anda merancang dan membangun dalam satu paket.
Apakah pengerukan alur masuk ST005?
Ya. Pengerukan sebagai bagian rancang bangun pelabuhan masuk lingkup ST005. Pengerukan saja tanpa konstruksi bangunan gunakan PL002.
Ekuitas minimum ST005?
Rp25 miliar. Audit KAP wajib.
Biaya pengurusan ST005?
Paket all-in Rp25–40 juta untuk Besar, sudah termasuk LSBU, KTA, dan koordinasi.
Bisa ST005 dan BS011 bersamaan?
Bisa. BS011 untuk tender konstruksi pelabuhan, ST005 untuk tender rancang bangun. Saling melengkapi.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan