Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha
Kembali ke Panduan SBU AT005 Pengujian Hidrolika Hidrologi Oceanografi 2026

Beda SBU AT005 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap

Ilustrasi artikel Beda SBU AT005 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
8 menit baca
SBU AT005 Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Hidrolika, Hidrologi, dan Oceanography adalah subklasifikasi untuk perusahaan yang melakukan pengujian model fisik hidraulika di laboratorium flume, uji model gelombang di wave basin, kalibrasi peralatan ukur debit, dan pengujian sedimentasi — bukan konsultansi atau rekayasa desain. Banyak perusahaan jasa konstruksi keliru memilih IT007 (Konsultansi Hidrolika) padahal pekerjaan utamanya adalah pengujian model fisik, atau sebaliknya mendaftar AT005 saat tender mensyaratkan pemodelan numerik. Kesalahan ini berujung pada gugur administrasi tender, kehilangan kontrak bernilai miliaran rupiah, dan potensi sanksi PP 28/2025. Artikel ini membandingkan AT005 dengan empat subklasifikasi terkait — IT007, AT004, AT001, dan RK002 — dari sisi fungsi, KBLI, ekuitas minimum, jenjang SKK, serta kondisi spesifik kapan harus memilih masing-masing kode berdasarkan regulasi Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Pilih SBU AT005 jika perusahaan Anda mengerjakan pengujian model fisik hidraulika, uji gelombang, kalibrasi alat ukur debit, atau pengujian sedimentasi di laboratorium — bukan pemodelan numerik. Berdasarkan Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, AT005 mencakup KBLI 71109 untuk jasa pengujian dan analisis teknis hidrolika, hidrologi, dan oseanografi. Jika pekerjaan Anda adalah pemodelan numerik hidrologi atau rekayasa desain SDA, Anda membutuhkan IT007 atau RK002 — bukan AT005. Salah pilih subklasifikasi berarti penawaran tender ditolak sistem OSS RBA dan SIKI LPJK secara otomatis, tanpa peluang banding.

Apa Bedanya AT005 dengan Subklasifikasi Terkait?

Tabel berikut membandingkan AT005 dengan 4 subklasifikasi yang paling sering tertukar dalam pengajuan SBU di SIMPK dan SIMPAN. Data mengacu pada PP 28/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Dimensi AT005 IT007 AT004 AT001 RK002
Fungsi Utama Pengujian model fisik hidraulika, uji gelombang, kalibrasi alat, uji sedimentasi Konsultansi dan pemodelan numerik hidrologi Pengujian sifat fisik dan mekanik material konstruksi Pengujian material geologi, geofisika, geokimia Rekayasa desain sumber daya air
KBLI 71109 71101 71109 71109 71101
Kualifikasi Tersedia Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar
Ekuitas Minimum (Kecil) Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000
SKK Minimum PJSKBU (Kecil) Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6
Kapan Pilih Model fisik hidraulik, uji gelombang, kalibrasi ADCP, uji erosi Pemodelan numerik hidrologi, analisis banjir numerik Pengujian kepadatan, kuat tekan, kuat tarik material konstruksi Penyelidikan tanah, uji geofisika, geokimia Desain bendungan, irigasi, drainase SDA
Kapan Tidak Pilih Jika hanya pemodelan numerik atau desain rekayasa SDA Jika ada komponen pengujian model fisik Jika objek uji adalah air atau sedimen sungai Jika objek uji adalah air, gelombang, atau hidraulika Jika hanya pengujian — bukan desain

Apa Perbedaan Menentukan antara AT005 dan Kode Pembanding Utamanya?

AT005 vs IT007: Pengujian Fisik versus Pemodelan Numerik

Ini adalah kebingungan paling umum. AT005 (Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Hidrolika, Hidrologi, dan Oceanography) beroperasi pada domain fisik — laboratorium hidraulika, flume, wave basin, dan peralatan kalibrasi. IT007 (Konsultansi Hidrolika, Hidrologi, Oceanography) beroperasi pada domain digital — software HEC-RAS, MIKE FLOOD, SWMM, dan model numerik berbasis data.

Contoh konkret: Jika Balai Besar Wilayah Sungai meminta verifikasi desain pelimpah bendungan melalui uji model fisik skala 1:50 di laboratorium hidraulika, dokumen tender akan mencantumkan AT005. Jika paket pekerjaan adalah pemodelan banjir numerik DAS Ciliwung menggunakan HEC-HMS dan HEC-RAS, kode yang dibutuhkan adalah IT007. Keduanya tidak dapat saling menggantikan di sistem SIKI LPJK.

AT005 vs AT004: Objek Pengujian yang Berbeda Fundamental

AT004 (Pengujian Parameter Fisikal) dan AT005 sama-sama berada dalam ranah pengujian, bahkan berbagi KBLI 71109. Pembedanya adalah objek pengujian. AT004 menguji material padat — beton, aspal, tanah, baja — melalui uji kuat tekan, CBR, kepadatan, dan abrasi. AT005 menguji fenomena fluida — aliran air, gelombang, sedimen tersuspensi, dan debit. Perusahaan laboratorium yang hanya memiliki peralatan uji material seperti compression machine dan oven tidak dapat mengklaim pekerjaan model fisik hidraulika melalui AT004.

AT005 vs AT001: Lapisan Bumi versus Lapisan Air

AT001 (Pengujian Geologi, Geofisika, Geokimia) mencakup penyelidikan lapisan bawah permukaan — bor geoteknik, seismik refraksi, geolistrik, dan analisis mineralogi. AT005 bergerak di atas permukaan dan di badan air. Meski dalam proyek bendungan keduanya sering muncul dalam satu kontrak induk, paket pekerjaannya selalu dipisah di portal lpjk.pu.go.id karena domain keilmuan yang berbeda.

AT005 vs RK002: Pengujian versus Desain

RK002 (Jasa Rekayasa Teknik Sipil SDA) adalah subklasifikasi rekayasa — menghasilkan dokumen desain, spesifikasi teknis, dan gambar kerja. AT005 menghasilkan laporan pengujian dan verifikasi. Dalam siklus proyek bendungan, RK002 bekerja lebih dulu (desain), kemudian AT005 memverifikasi desain tersebut melalui model fisik. Perusahaan yang hanya punya AT005 tidak dapat mengambil paket desain SDA, dan sebaliknya.

Kapan Sebaiknya Memilih AT005?

Pilih AT005 secara definitif dalam 7 kondisi berikut:

  1. Tender uji model fisik spillway bendungan — Paket pengujian model fisik pelimpah untuk BBWS atau BBSDA selalu mensyaratkan AT005. Contoh: paket uji model fisik Bendungan Bener, Jawa Tengah, yang mengharuskan penyedia memiliki SBU AT005 kualifikasi Menengah atau Besar.
  2. Pekerjaan wave model fisik untuk pelabuhan — Kementerian Perhubungan dan KSOP mewajibkan AT005 untuk pekerjaan pengujian model fisik gelombang di wave flume sebelum konstruksi breakwater. Tanpa AT005, file penawaran ditolak otomatis di sistem OSS RBA.
  3. Kalibrasi ADCP dan current meter untuk Balai Sungai — Semua pekerjaan kalibrasi alat ukur debit yang dibiayai APBN melalui DIPA Ditjen SDA mencantumkan AT005 sebagai persyaratan teknis minimum.
  4. Pengujian transport sedimen di flume laboratorium — Pekerjaan riset sedimentasi untuk proyek pengendalian banjir sungai berbasis physical model mensyaratkan AT005, bukan AT004.
  5. Pemantauan kualitas air sungai dan waduk — Parameter DO, pH, kekeruhan, BOD, COD untuk pemantauan lingkungan proyek infrastruktur masuk dalam lingkup AT005.
  6. Validasi data hidrologi lapangan — Analisis ketidakpastian data debit dan kalibrasi model hidrologi berbasis data observasi (bukan pemodelan numerik baru) adalah domain AT005.
  7. Pengujian model fisik bangunan pengambilan air irigasi — Proyek Kementerian Pertanian dan PUPR untuk rehabilitasi bendung irigasi teknis sering mensyaratkan AT005 untuk verifikasi desain bangunan pengambilan.

Kapan Sebaiknya Memilih Alternatifnya?

Pilih IT007 Jika:

Portofolio utama perusahaan adalah pemodelan numerik hidrologi — menggunakan software seperti HEC-HMS, HEC-RAS 2D, MIKE FLOOD, atau SWMM — untuk analisis banjir, penetapan sempadan sungai, atau simulasi perubahan tata guna lahan. IT007 juga relevan untuk pekerjaan analisis frekuensi banjir berbasis data BMKG dan debit historis. Jika 80% pendapatan perusahaan berasal dari pekerjaan konsultansi hidrologi berbasis komputer, daftarkan IT007 sebagai subklasifikasi utama.

Pilih AT004 Jika:

Laboratorium perusahaan dilengkapi alat uji material konstruksi — compression testing machine, CBR apparatus, sand cone, triaxial test — dan sebagian besar pekerjaan adalah pengujian material jalan, jembatan, atau gedung. AT004 adalah pilihan tepat untuk perusahaan laboratorium pengujian geoteknik dan material. KBLI-nya memang sama (71109) dengan AT005, namun akreditasi KAN yang dibutuhkan berbeda.

Pilih AT001 Jika:

Perusahaan bergerak di penyelidikan geoteknik dan geologi — bor mesin, SPT, seismik refraksi, down-hole test, atau analisis geokimia tanah dan batuan. Untuk proyek bendungan baru, paket penyelidikan geoteknik selalu terpisah dari paket pengujian model fisik. Pilih AT001 untuk mendapatkan paket penyelidikan lapangan geologi dan geoteknik.

Pilih RK002 Jika:

Perusahaan menghasilkan produk desain — DED bendungan, irigasi, drainase, atau pengendali banjir — lengkap dengan gambar kerja, RAB, dan spesifikasi teknis. RK002 dibutuhkan oleh konsultan perencana SDA yang produk akhirnya adalah dokumen desain, bukan laporan pengujian. Dalam satu proyek bendungan besar, RK002 dan AT005 sering dipegang oleh perusahaan berbeda.

Bisakah Perusahaan Punya Keduanya?

Ya — tidak ada larangan dalam PP 28/2025 maupun Permen PU 6/2025 untuk memiliki lebih dari satu subklasifikasi SBU Jasa Konsultansi Teknik. Namun ada syarat kumulatif yang harus dipenuhi:

Kombinasi Ekuitas Kumulatif Minimum PJSKBU Tambahan Pertimbangan Utama
AT005 + IT007 (keduanya Kecil) Rp100.000.000 (bisa shared) 1 PJSKBU tambahan jenjang 6 untuk IT007 Kombinasi ideal untuk laboratorium yang juga kerjakan pemodelan
AT005 + AT004 (keduanya Kecil) Rp100.000.000 (bisa shared) 1 PJSKBU tambahan jenjang 6 untuk AT004 Cocok untuk laboratorium pengujian lengkap
AT005 + RK002 (keduanya Kecil) Rp100.000.000 (bisa shared) 1 PJSKBU tambahan jenjang 6 untuk RK002 Perusahaan SDA yang ingin masuk paket pengujian dan desain
AT005 Menengah + IT007 Menengah Rp250.000.000 (ekuitas AT005 dapat digunakan) 1 PJSKBU jenjang 7 per subklasifikasi Wajib audit KAP untuk keduanya

Berdasarkan praktik di SIKI LPJK, satu PJTBU dapat menaungi maksimal 2 subklasifikasi pada kualifikasi yang sama asalkan ekuitas perusahaan memenuhi syarat tertinggi di antara keduanya. Untuk kombinasi AT005 Kecil + IT007 Kecil, ekuitas minimum tetap Rp100.000.000 — tidak perlu dua kali lipat. Yang bertambah adalah kewajiban PJSKBU: setiap subklasifikasi membutuhkan 1 PJSKBU dengan SKK jenjang minimal 6 (Kecil), dan keduanya tidak boleh merangkap jabatan PJSKBU untuk subklasifikasi yang berbeda pada perusahaan yang sama.

Batas waktu perpanjangan SMAP berbeda per kualifikasi: Kecil 3 tahun, Menengah 2 tahun, Besar 1 tahun. Jika perusahaan memiliki AT005 Kecil dan IT007 Menengah secara bersamaan, jadwal perpanjangan SMAP harus dikelola secara terpisah di SIMPK.

Apa Dampaknya Jika Salah Pilih Subklasifikasi?

Salah pilih subklasifikasi bukan sekadar masalah administratif — ini merugikan secara finansial dan operasional. Berikut 3 skenario konkret berdasarkan pola kesalahan yang kami temukan dalam 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani:

Skenario 1: Gugur Tender Rp2,8 Miliar karena Mencantumkan IT007 Padahal Dibutuhkan AT005

Sebuah perusahaan konsultan di Bandung mendaftarkan penawaran paket Uji Model Fisik Bangunan Pelimpah Bendungan X senilai Rp2,8 miliar menggunakan SBU IT007 (Konsultansi Hidrolika). Panitia pengadaan di lpjk.pu.go.id menolak penawaran secara otomatis karena dokumen lelang mensyaratkan AT005 — bukan IT007. Perusahaan kehilangan potensi pendapatan Rp2,8 miliar karena salah satu digit kode subklasifikasi. Proses pengajuan AT005 setelah kejadian itu memakan waktu 38 hari kerja karena dilakukan mandiri.

Skenario 2: Sanksi PP 28/2025 atas Pekerjaan Tanpa SBU yang Tepat

PP 28/2025 Pasal 57 menegaskan bahwa penyedia jasa yang mengerjakan pekerjaan di luar lingkup SBU yang dimiliki dapat dikenai sanksi administratif berupa pembekuan SBU selama 1 tahun dan denda administratif. Sebuah perusahaan di Surabaya mengerjakan kalibrasi ADCP menggunakan SBU AT004 (Pengujian Parameter Fisikal). Inspeksi Itjen PUPR menemukan ketidaksesuaian lingkup — AT004 tidak mencakup kalibrasi alat ukur debit. Hasilnya: SBU dibekukan 6 bulan, dan perusahaan gagal mengikuti 4 paket tender BBWS senilai total Rp5,1 miliar selama periode pembekuan.

Skenario 3: PPh Final 4% vs Tarif Normal karena SBU Tidak Valid

Perusahaan jasa konstruksi yang memiliki SBU valid berhak atas tarif PPh final 2,65% (untuk kualifikasi kecil) berdasarkan PP 9/2021. Perusahaan tanpa SBU yang sesuai — atau dengan SBU yang tidak cocok dengan pekerjaan aktual — dikenai PPh badan tarif normal 22%. Pada pekerjaan Rp500.000.000, selisih pajak antara 2,65% dan 22% adalah Rp96.750.000 per kontrak. Salah pilih subklasifikasi sama dengan membayar pajak Rp96,75 juta lebih mahal per kontrak.

Kalkulator Kerugian Salah Pilih Subklasifikasi

Jenis Kerugian Nilai Estimasi Dasar Hukum
Gugur tender satu paket rata-rata Rp500.000.000 – Rp3.000.000.000 Permen PU 6/2025 Pasal 23
Sanksi pembekuan SBU (potensi tender hilang) Rp1.000.000.000 – Rp5.000.000.000 PP 28/2025 Pasal 57
Selisih PPh per kontrak Rp500 juta Rp96.750.000 PP 9/2021
Biaya pengajuan ulang SBU (mandiri) Rp4.850.000 – Rp6.100.000 + 30–45 hari kerja Tarif LSBU 2025

Urus sendiri SBU AT005 kualifikasi Kecil berarti membayar Rp4.850.000–Rp6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu internal Anda. Paket Mitra Konstruksi all-in Rp8.000.000 sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan — selesai dalam 5 hari kerja. Selisihnya hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000 untuk menghemat satu bulan kerja dan memastikan tidak ada kesalahan subklasifikasi yang bisa menelan kerugian ratusan juta rupiah.

Ringkasan poin kunci

  • 1AT005 untuk pengujian model fisik hidraulika dan oseanografi di laboratorium; IT007 untuk pemodelan numerik hidrologi berbasis perangkat lunak
  • 2Ekuitas minimum AT005 kualifikasi Kecil Rp100 juta, Menengah Rp250 juta, Besar Rp500 juta sesuai PP 28/2025
  • 3PJTBU AT005 wajib jenjang 7 (Kecil) hingga 9 (Besar); PJSKBU minimal jenjang 6 (Kecil) dengan 1 orang per subklasifikasi
  • 4Perusahaan boleh memiliki AT005 sekaligus IT007 atau RK002 asalkan memenuhi ekuitas gabungan dan jumlah PJSKBU masing-masing
  • 5Salah pilih subklasifikasi di dokumen tender berakibat gugur administrasi dan kehilangan peluang kontrak tanpa kompensasi
  • 6Pengurusan SBU AT005 wajib melalui LSBU yang teregistrasi di SIMPK dan terverifikasi di lpjk.pu.go.id sesuai Permen PU 6/2025

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama SBU AT005 dan IT007 dalam proyek SDA?
AT005 mencakup pengujian model fisik di laboratorium seperti flume test, wave basin, dan kalibrasi alat ukur debit. IT007 mencakup konsultansi dan pemodelan numerik hidrologi menggunakan perangkat lunak seperti HEC-RAS atau MIKE FLOOD. Tender yang mensyaratkan 'uji model fisik hidraulika' membutuhkan AT005, sedangkan tender 'pemodelan banjir numerik' membutuhkan IT007. Keduanya beda KBLI dan beda SKK yang disyaratkan.
Apakah AT005 bisa digunakan untuk proyek breakwater dan pelabuhan?
Ya. Lingkup AT005 secara eksplisit mencakup pengujian model fisik gelombang di wave basin dan wave flume untuk breakwater, pelabuhan, dan proteksi pantai. Ini berbeda dari RK002 yang hanya mencakup rekayasa desain SDA. Jika tender pelabuhan mensyaratkan uji model fisik gelombang, AT005 adalah subklasifikasi yang tepat, bukan RK002 atau IT007.
Berapa ekuitas minimum untuk mendapatkan SBU AT005 kualifikasi Menengah?
Ekuitas minimum AT005 kualifikasi Menengah adalah Rp250.000.000 dengan penjualan tahunan minimal Rp1.000.000.000, PJTBU jenjang 8, PJSKBU jenjang 7, laporan keuangan wajib diaudit KAP, dan tenggat SMAP 2 tahun. Semua persyaratan ini mengacu pada PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025 yang berlaku mulai 2025.
Apakah pengujian kualitas air termasuk lingkup AT005 atau butuh subklasifikasi lain?
Pengukuran parameter kualitas air seperti DO, pH, kekeruhan, BOD, dan COD dalam konteks pemantauan lingkungan proyek SDA termasuk lingkup AT005. Namun jika layanan ini berdiri sendiri sebagai laboratorium pengujian kualitas air umum, perusahaan perlu mempertimbangkan subklasifikasi AT004 atau izin laboratorium lingkungan terpisah sesuai regulasi KLHK.
Berapa lama dan biaya mengurus SBU AT005 kualifikasi Kecil?
Mengurus sendiri ke LSBU dan asosiasi membutuhkan biaya Rp4.850.000–6.100.000 ditambah waktu 30–45 hari kerja untuk koordinasi dokumen, verifikasi SIKI LPJK, dan input data SIMPAN. Paket all-in Mitra Konstruksi Rp8.000.000 sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi, selesai 5 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat sebulan waktu kerja.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Bagian dari panduan

Panduan SBU AT005 Pengujian Hidrolika Hidrologi Oceanografi 2026

SBU AT005 Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Hidrolika, Hidrologi, dan Oceanography adalah sertifikat badan usaha wajib bagi lembaga yang mengerjakan pengujian model fisik hidraulika, uji gelombang, kalibrasi peralatan hidrologi, dan analisis kualitas air. Tanpa SBU AT005, badan usaha tidak dapat mengikuti tender pengujian dari BBWS, balai penelitian, maupun proyek bendungan besar. Regulasi PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025 mewajibkan kepemilikan SBU sebelum penandatanganan kontrak. Proses pengurusan melalui SIKI LPJK dan SIMPK memerlukan SKK PJTBU jenjang 7. Biaya urus sendiri berkisar Rp4.850.000–6.100.000 plus 30–45 hari kerja. Paket pengurusan Mitra Konstruksi selesai dalam 5 hari kerja. Artikel ini membahas lingkup layanan, syarat dokumen, perbandingan kode SBU, studi kasus nyata, dan simulasi biaya lengkap untuk kualifikasi Kecil hingga Besar.

Perlu bantuan menerapkan panduan ini?

Kami dampingi mulai dari pemetaan subklasifikasi hingga pengajuan ke LSBU.

Cek Kelayakan