Panduan SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan 2026: Syarat, Biaya, Proses

Tim Konsultan Mitra Konstruksi
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 9 menit baca
Seri panduan · bagian 1 dari 5
- 1. Panduan SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan 2026: Syarat, Biaya, Proses
- 2. Syarat SBU BS014 2026 Terbaru: 9 Dokumen Wajib dan Cara Menghindari Penolakan
- 3. Biaya Pengurusan SBU BS014 2026: Paket All-In & Rincian Lengkap
- 4. Kendala Pengurusan SBU BS014: 5 Masalah Utama dan Solusinya
- 5. Beda SBU BS014 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap
SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan adalah Sertifikat Badan Usaha subklasifikasi kode BS014 yang wajib dimiliki kontraktor sipil untuk mengerjakan infrastruktur tambang — jalan hauling, stockpile, settling pond, hingga portal tambang bawah tanah. Regulasi dasar: PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025. Tanpa SBU ini, badan usaha gugur otomatis dari vendor qualification perusahaan tambang batubara, nikel, dan tembaga. Biaya pengurusan all-in melalui Mitra Konstruksi: Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil, sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi — selesai 5 hari kerja.
Apa Itu SBU BS014 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?
SBU BS014 adalah sertifikat klasifikasi usaha jasa konstruksi untuk subklasifikasi Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan dengan KBLI 42992. Sertifikat ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang terakreditasi oleh LPJK, dan wajib tercatat di sistem SIMPAN pada portal lpjk.pu.go.id agar dapat diverifikasi oleh pemberi kerja.
Berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, lingkup pekerjaan BS014 mencakup tujuh area pekerjaan utama:
- Jalan tambang dan jalan hauling — perkerasan kelas jalan tambang, drainase, dan penanganan lereng di kawasan konsesi
- Fasilitas penimbunan material — stockpile, waste dump, tailing pond beserta dinding penahan dan drainase
- Infrastruktur sipil pengolahan mineral — pondasi alat berat crushing/screening, sump pit, dan struktur pendukung flotasi
- Kolam pengendap (settling pond) dan kolam lindung — sistem pengolahan air asam tambang sesuai regulasi lingkungan
- Infrastruktur bandara dan dermaga khusus tambang — landasan terbang dan pelabuhan internal perusahaan tambang di lokasi terpencil
- Infrastruktur sipil tambang bawah tanah — portal, concrete lining terowongan akses pendek, dan drainase tambang bawah tanah
- Rehabilitasi dan reklamasi lahan bekas tambang — penataan kontur, lapisan penutup, dan bangunan pengendali erosi
Siapa yang Wajib Mengajukan BS014?
Badan usaha wajib memiliki BS014 jika memenuhi salah satu kondisi berikut: (1) mengikuti tender infrastruktur sipil perusahaan tambang batubara, nikel, tembaga, atau mineral lainnya; (2) melaksanakan pekerjaan sipil berdasarkan gambar rencana dari perencana di kawasan konsesi pertambangan; (3) memiliki ekuitas neraca minimal Rp300.000.000 dan ingin masuk segmen CAPEX tambang; atau (4) sudah menjadi subkontraktor dan ingin naik menjadi kontraktor utama.
Batas Lingkup: BS014 vs Subklasifikasi Lain
| Kode SBU | Judul Subklasifikasi | Kapan Menggunakan |
|---|---|---|
| BS014 | Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan | Jalan hauling, stockpile, settling pond, portal tambang di kawasan konsesi mineral dan batubara |
| BS013 | Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi | Terminal minyak, depot BBM, infrastruktur sipil sektor migas — bukan mineral |
| KK014 | Konstruksi Terowongan | Terowongan tambang panjang dengan metode peledakan atau TBM — bukan portal akses pendek |
| IN003 | Instalasi Peralatan Infrastruktur Pertambangan | Pemasangan alat berat dan sistem mekanikal tambang — bukan pekerjaan sipil |
| BS001 | Konstruksi Bangunan Sipil Jalan | Jalan umum di luar kawasan konsesi — bukan jalan hauling internal tambang |
Penting: gedung kantor atau mess karyawan tambang tidak masuk BS014 — gunakan subklasifikasi BG yang sesuai. Pemasangan peralatan proses tambang juga bukan lingkup BS014, melainkan IN001 atau IN003.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU BS014?
Lima konsekuensi konkret menanti badan usaha yang beroperasi tanpa SBU BS014 aktif:
1. Gugur Otomatis dari Vendor Qualification Perusahaan Tambang
Perusahaan tambang besar — termasuk kontraktor Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemegang IUP nikel — mensyaratkan SBU BS014 dalam proses vendor qualification. Tanpa SBU, badan usaha tidak dapat terdaftar sebagai kontraktor sipil dan kehilangan akses ke seluruh proyek CAPEX infrastruktur tambang, yang nilainya bisa mencapai ratusan miliar per tahun per perusahaan tambang.
2. Selisih PPh Final Rp67.500.000 per Kontrak Rp5 Miliar
| Kondisi | Tarif PPh Final | PPh pada Kontrak Rp5 M | PPh pada Kontrak Rp10 M |
|---|---|---|---|
| Memiliki SBU aktif | 2,65% | Rp132.500.000 | Rp265.000.000 |
| Tanpa SBU | 4,00% | Rp200.000.000 | Rp400.000.000 |
| Selisih kerugian | 1,35% | Rp67.500.000 | Rp135.000.000 |
Pada kontrak infrastruktur tambang yang umumnya bernilai Rp5–50 miliar, selisih PPh ini jauh lebih besar dari biaya pengurusan SBU itu sendiri. Setiap kontrak yang dikerjakan tanpa SBU berarti membayar pajak Rp67.500.000 lebih mahal per Rp5 miliar nilai kontrak.
3. Terkunci sebagai Subkontraktor Minor
Tanpa BS014, badan usaha hanya dapat menjadi pemasok barang atau subkontraktor kecil tanpa akses langsung ke kontrak utama CAPEX. Margin subkontraktor umumnya 30–40% lebih rendah dari kontraktor utama pada pekerjaan yang sama.
4. Risiko Sanksi Administratif PP 28/2025
Mengerjakan pekerjaan konstruksi yang memerlukan SBU tanpa memilikinya merupakan pelanggaran UU 2/2017 jo. PP 28/2025. Sanksi berupa peringatan tertulis, denda administratif, hingga pencabutan NIB melalui sistem OSS RBA.
5. Tertutup dari Segmen Pasar Paling Stabil
Industri pertambangan Indonesia mencatat investasi infrastruktur multi-tahun yang relatif kebal terhadap siklus APBN. Kontraktor sipil tanpa BS014 tidak dapat mengakses segmen ini sama sekali.
Lihat juga: Kendala Umum Pengurusan SBU BS014 dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Syarat Dokumen SBU BS014 2026?
Berikut checklist dokumen lengkap berdasarkan Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, disertai catatan tentang kesalahan yang paling sering terjadi:
| Dokumen | Keterangan Teknis | Kesalahan Paling Sering |
|---|---|---|
| Akta pendirian dan perubahan terakhir | Disahkan Kemenkumham. PT wajib SK pengesahan; CV cukup akta notaris. | Melampirkan akta lama sebelum perubahan susunan direksi terbaru |
| NIB dari OSS RBA (KBLI 42992) | Pastikan KBLI sudah dikonversi ke KBLI 2025. KBLI lama 42916 tidak diterima. | KBLI belum diperbarui di OSS — penyebab tertahan paling umum |
| NPWP badan usaha aktif | Status aktif, bukan non-efektif. Verifikasi di ereg.pajak.go.id sebelum mengajukan. | NPWP berstatus non-efektif karena tidak lapor SPT 2 tahun berturut-turut |
| Neraca keuangan — ekuitas min. Rp300 juta (Kecil) | Kualifikasi Kecil tidak wajib audit KAP. Hitung akumulatif untuk semua subklasifikasi yang diajukan sekaligus. | Menjumlahkan ekuitas per subklasifikasi — ekuitas dihitung total neraca, bukan per kode SBU |
| SKK PJTBU jenjang 6 aktif di SIKI LPJK | Tenaga tetap, tidak merangkap di badan usaha lain. Cek status di lpjk.pu.go.id. | Personel masih terdaftar di badan usaha lama — harus dilepas dulu sebelum diregistrasi |
| SKK PJSKBU jenjang 5 aktif di SIKI LPJK | Sama dengan PJTBU — tidak boleh merangkap jabatan di perusahaan lain. | SKK sudah kedaluwarsa dan belum diperpanjang ke BNSP |
| Satu peralatan utama tercatat di SIMPK | Milik sendiri atau sewa dengan perjanjian minimal 1 tahun. Pemilik alat yang menyewakan wajib mencatat di SIMPK. | Peralatan belum didaftarkan ke SIMPK — proses pendaftaran alat membutuhkan 3–5 hari kerja tersendiri |
| Dokumen SMAP atau surat komitmen | Pilihan: sertifikat ISO 37001, dokumen SMAP, lembar PANCEK KPK min. 70%, atau surat komitmen. Surat komitmen berlaku untuk Kecil pengajuan baru — tidak berlaku untuk perpanjangan. | Menggunakan surat komitmen untuk perpanjangan — tidak diterima, wajib dokumen SMAP atau ISO 37001 |
| Rekaman pengalaman di SIMPAN (perpanjangan) | Kontrak tercatat di SIMPAN sesuai subklasifikasi BS014. Untuk pengajuan baru, penjualan tahunan tidak dipersyaratkan. | Kontrak pengalaman tidak terekam di SIMPAN — kontraktor lupa melaporkan kontrak ke sistem |
Syarat Berbeda per Kualifikasi
| Kualifikasi | Ekuitas Minimum | Jenjang PJTBU | Jenjang PJSKBU | Jumlah Alat | Audit KAP |
|---|---|---|---|---|---|
| Kecil | Rp300.000.000 | Jenjang 6 | Jenjang 5 | 1 unit | Tidak wajib |
| Menengah | Rp2.000.000.000 | Jenjang 7 | Jenjang 6 | 2 unit | Wajib |
| Besar | Rp25.000.000.000 | Jenjang 8 | Jenjang 7 | 3 unit | Wajib |
Panduan lengkap dokumen: Syarat Lengkap SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan 2026
Berapa Biaya Pengurusan SBU BS014?
Pertanyaan pertama yang selalu muncul adalah: lebih hemat urus sendiri atau menggunakan jasa konsultan? Berikut perbandingan jujur berdasarkan data aktual 2026:
Biaya Jika Urus Sendiri
| Komponen Biaya | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Biaya resmi LSBU (asesmen + penerbitan sertifikat) | Rp2.500.000 – Rp3.500.000 |
| Iuran KTA asosiasi konstruksi | Rp1.500.000 – Rp2.000.000 |
| Biaya administrasi dan koordinasi lainnya | Rp850.000 – Rp600.000 |
| Total biaya resmi | Rp4.850.000 – Rp6.100.000 |
| Waktu yang dibutuhkan | 30 – 45 hari kerja (tanpa hambatan) |
Angka Rp4,85–6,1 juta adalah biaya minimum jika semua dokumen sudah sempurna. Jika ada penolakan atau revisi — misalnya KBLI belum diperbarui atau personel masih terdaftar di perusahaan lain — proses bisa molor hingga 60–90 hari kerja.
Paket Pengurusan All-In Mitra Konstruksi
| Kualifikasi | Biaya All-In | Termasuk | Estimasi Selesai |
|---|---|---|---|
| Kecil | Rp8.000.000 | Biaya LSBU, KTA asosiasi, administrasi, koordinasi penuh | 5 hari kerja |
| Menengah | Rp12.000.000 – Rp15.000.000 | Sama + koordinasi audit KAP | 7–10 hari kerja |
| Besar | Rp20.000.000 – Rp30.000.000 | Sama + koordinasi lengkap; dikonfirmasi saat konsultasi | 10–14 hari kerja |
Analisis Nilai: Selisih Hanya Rp1,9–3,15 Juta untuk Hemat Sebulan Kerja
Untuk kualifikasi Kecil: biaya urus sendiri Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu manajemen. Paket Mitra Konstruksi Rp8.000.000 all-in selesai 5 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 — setara dengan satu hari nilai kerja seorang manajer proyek. Sementara 30–45 hari yang dihemat bisa langsung digunakan untuk mengejar proyek berikutnya atau melengkapi persiapan tender.
Bandingkan dengan konsekuensi keterlambatan: jika gugur dari satu tender proyek Rp5 miliar karena SBU belum terbit, potensi margin yang hilang jauh melebihi selisih biaya jasa apapun.
Detail lengkap komponen biaya: Rincian Biaya Pengurusan SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan
Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU BS014 di Lapangan?
Studi Kasus: Kontraktor Menengah Balikpapan — Perpanjangan SBU + ISO 37001 dalam Satu Paket
Profil: PT kontraktor infrastruktur sipil di Balikpapan, kualifikasi Menengah, ekuitas Rp4 miliar. Badan usaha aktif mengerjakan proyek jalan hauling dan stockpile untuk perusahaan batubara di Kalimantan Timur.
Situasi: SBU BS014 mendekati masa berlaku. Klien juga memerlukan sertifikasi ISO 37001 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) karena pemberi kerja utama — perusahaan tambang multinasional — mensyaratkan keduanya dalam proses requalifikasi vendor tahunan.
Tantangan: Mengurus perpanjangan SBU dan sertifikasi ISO 37001 secara terpisah di dua lembaga berbeda akan memakan waktu dan biaya koordinasi yang signifikan. Tenggat requalifikasi vendor hanya 3 minggu dari saat konsultasi pertama.
Solusi yang diterapkan: Mitra Konstruksi mengintegrasikan pengurusan perpanjangan SBU BS014 dan sertifikasi ISO 37001 dalam satu paket koordinasi. Semua dokumen dikompilasi satu kali, dan proses berjalan paralel ke dua jalur berbeda — LSBU untuk SBU dan lembaga sertifikasi ISO untuk ISO 37001.
Hasil: SBU BS014 terbit dalam 5 hari kerja. Proses ISO 37001 selesai dalam timeline paralel. Klien berhasil mengajukan requalifikasi vendor sebelum tenggat, dan kontrak infrastruktur sipil senilai lebih dari Rp12 miliar dapat dilanjutkan tanpa gangguan.
Pelajaran: Untuk perpanjangan, surat komitmen SMAP tidak lagi dapat digunakan — wajib dokumen SMAP aktif atau ISO 37001. Menggabungkan keduanya dalam satu paket menghemat waktu koordinasi dan biaya administrasi duplikasi secara signifikan.
Baca lebih lanjut tentang kendala umum: Kendala Umum Pengurusan SBU BS014 dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU BS014?
Apa itu SBU BS014 secara spesifik?
BS014 adalah kode subklasifikasi Sertifikat Badan Usaha untuk Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan dengan KBLI 42992. Lingkupnya mencakup pembangunan jalan hauling, stockpile, settling pond, infrastruktur pengolahan mineral, kolam pengendap, bandara dan dermaga khusus tambang, infrastruktur portal tambang bawah tanah, serta reklamasi lahan bekas tambang. Wajib dimiliki sebelum mengikuti tender vendor infrastruktur sipil perusahaan tambang.
Apa perbedaan BS014 dan BS013?
BS014 untuk infrastruktur sipil sektor pertambangan mineral dan batubara — jalan hauling, stockpile, settling pond. BS013 untuk infrastruktur sipil sektor minyak dan gas bumi — terminal minyak, depot BBM, fasilitas pipa. Keduanya berbeda segmen industri dan tidak dapat saling menggantikan dalam persyaratan tender.
Apakah jalan hauling masuk BS014 atau BS001?
Jalan hauling di dalam kawasan konsesi tambang masuk BS014. Jalan umum yang dibangun di luar kawasan konsesi — meskipun digunakan untuk keperluan tambang — masuk BS001 Konstruksi Bangunan Sipil Jalan. Batas fisiknya adalah batas konsesi tambang yang tercantum dalam IUP atau IUPK.
Berapa ekuitas minimum untuk mengajukan SBU BS014?
Kualifikasi Kecil: ekuitas neraca minimal Rp300.000.000. Kualifikasi Menengah: Rp2.000.000.000 dengan penjualan tahunan minimal Rp2.500.000.000. Kualifikasi Besar: Rp25.000.000.000 dengan penjualan tahunan minimal Rp50.000.000.000. Ekuitas dihitung total neraca badan usaha, bukan per subklasifikasi yang diajukan.
Jenjang SKK apa yang dibutuhkan untuk BS014?
Kualifikasi Kecil: PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5. Kualifikasi Menengah: PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6. Kualifikasi Besar: PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7. Semua personel wajib berstatus tenaga tetap di badan usaha yang mengajukan dan tidak boleh merangkap jabatan di badan usaha lain — cek status di SIKI LPJK melalui lpjk.pu.go.id.
Apakah perusahaan yang baru berdiri bisa mengajukan BS014?
Ya, bisa untuk kualifikasi Kecil. Syarat utama: ekuitas neraca minimal Rp300.000.000, SKK PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5 yang sudah terdaftar aktif di SIKI LPJK, satu peralatan utama tercatat di SIMPK, NIB dengan KBLI 42992 dari OSS RBA, dan untuk pengajuan baru cukup menggunakan surat komitmen SMAP. Rekaman pengalaman di SIMPAN hanya disyaratkan untuk perpanjangan, bukan pengajuan pertama.
Apakah satu peralatan cukup untuk kualifikasi Kecil?
Ya, satu unit peralatan utama sudah memenuhi syarat untuk kualifikasi Kecil. Peralatan bisa milik sendiri atau disewa dengan perjanjian sewa minimal 1 tahun. Jika menyewa dari pihak lain, pemilik alat yang menyewakan juga wajib mencatatkan alatnya terlebih dahulu di sistem SIMPK sebelum dapat digunakan sebagai dasar pengajuan SBU.
Siap mengurus SBU BS014 Konstruksi Sipil Pertambangan? Tim Mitra Konstruksi menangani 5–8 permohonan SBU per bulan — termasuk BS014 untuk kontraktor batubara, nikel, dan tembaga di seluruh Indonesia. Konsultasi gratis, tanpa komitmen. Kami verifikasi kelayakan dokumen Anda sebelum proses dimulai.
Hubungi via WhatsApp — Konsultasi GratisRingkasan poin kunci
- 1BS014 wajib untuk kontraktor jalan hauling, stockpile, settling pond, dan infrastruktur sipil tambang batubara maupun mineral
- 2Tanpa BS014: gugur vendor qualification perusahaan tambang dan PPh Final 4% vs 2,65% — selisih Rp67,5 juta per kontrak Rp5 miliar
- 3Kualifikasi Kecil: ekuitas Rp300 juta, PJTBU jenjang 6, PJSKBU jenjang 5, 1 peralatan di SIMPK, neraca tanpa audit KAP
- 4BS014 berbeda dari BS013 (migas), KK014 (terowongan panjang), IN003 (mekanikal tambang), dan BS001 (jalan umum)
- 5Biaya pengurusan all-in Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil — selesai 5 hari kerja termasuk biaya resmi LSBU dan KTA asosiasi
- 6Urus sendiri membutuhkan Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu internal perusahaan
Artikel pendukung
Syarat SBU BS014 2026 Terbaru: 9 Dokumen Wajib dan Cara Menghindari Penolakan
SBU BS014 Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan (KBLI 42992) wajib dimiliki kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur tambang, termasuk proyek BUMN sektor energi dan mineral. Berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 dan Permen PU 6/2025, pengajuan kualifikasi Kecil membutuhkan 9 dokumen utama yang harus lengkap dan sinkron satu sama lain. Tiga dokumen yang paling sering menyebabkan permohonan tertahan adalah NIB dengan KBLI yang belum dikonversi ke KBLI 2025, SKK PJTBU atau PJSKBU yang statusnya merangkap di badan usaha lain di SIKI LPJK, dan peralatan yang belum tercatat di SIMPK. Ketidaklengkapan dokumen berarti proyek tambang senilai miliaran tidak bisa dikontrakkan secara legal, dan sanksi PP 28/2025 berlaku penuh. Artikel ini membahas checklist lengkap, persyaratan per kualifikasi, serta estimasi waktu nyata penyiapan setiap dokumen.
Biaya Pengurusan SBU BS014 2026: Paket All-In & Rincian Lengkap
Biaya pengurusan SBU BS014 (Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan, KBLI 42992) untuk kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000 all-in melalui Mitra Konstruksi — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan hingga SBU terbit. Urus sendiri membutuhkan Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat satu bulan penuh. SBU BS014 wajib dimiliki kontraktor yang mengikuti tender proyek pertambangan BUMN karena regulasi PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025 mewajibkan kepemilikan SBU aktif. Tanpa SBU, perusahaan dikenai PPh final 4% atas nilai bruto kontrak, bukan tarif normal. Paket Mitra tersedia untuk kualifikasi Kecil, Menengah, Besar, dan Spesialis dengan waktu penyelesaian 5 hari kerja.
Kendala Pengurusan SBU BS014: 5 Masalah Utama dan Solusinya
Pengurusan SBU BS014 Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan (KBLI 42992) memiliki 5 kendala utama yang berulang: SKK PJTBU atau PJSKBU masih terdaftar aktif di perusahaan lain di SIKI LPJK, KBLI belum dikonversi ke KBLI 2025 di OSS RBA, ekuitas neraca di bawah Rp300 juta, peralatan utama belum tercatat di SIMPK, dan dokumen SMAP atau surat komitmen tidak lengkap. Masing-masing kendala dapat menambah 2 hingga 10 hari kerja jika tidak ditangani sebelum pengajuan. Berdasarkan 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani, ketidaksesuaian KBLI adalah penyebab permohonan tertahan paling sering. Artikel ini menjelaskan cara mendeteksi, memperbaiki, dan mencegah setiap kendala agar SBU BS014 Anda terbit dalam 5 hari kerja sesuai ketentuan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.
Beda SBU BS014 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap
BS014 Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan adalah subklasifikasi SBU untuk pekerjaan sipil di kawasan konsesi tambang mineral dan batubara — termasuk jalan hauling, stockpile, tailing pond, portal tambang, dan reklamasi lahan. Banyak kontraktor keliru memilih antara BS014 dengan BS013 (migas), KK014 (terowongan panjang), IN003 (instalasi peralatan), atau BS001 (jalan umum), padahal kesalahan ini langsung berakibat gugur tender atau penolakan kontrak oleh owner tambang. Artikel ini menjelaskan 7 dimensi pembeda tiap subklasifikasi, kondisi spesifik kapan memilih BS014, syarat kualifikasi Kecil hingga Besar berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, serta risiko nyata jika salah pilih subklasifikasi sebelum mengajukan penawaran proyek tambang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu SBU BS014 dan untuk pekerjaan apa saja?
Apa beda BS014 dan BS013?
Apakah jalan hauling masuk BS014 atau BS001?
Berapa ekuitas minimum untuk SBU BS014 kualifikasi Kecil?
Berapa lama proses pengurusan SBU BS014?
Perusahaan baru apakah bisa langsung mengajukan BS014?
Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:
Diskusikan kasus badan usaha Anda
Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

