Panduan SBU PB003 Pengerjaan Lantai Dinding Saniter Plafon 2026

Tim Konsultan Mitra Konstruksi
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 9 menit baca
Seri panduan · bagian 1 dari 5
- 1. Panduan SBU PB003 Pengerjaan Lantai Dinding Saniter Plafon 2026
- 2. Syarat SBU PB003 2026 Terbaru: 9 Dokumen Wajib dan Checklist Lengkap
- 3. Biaya Pengurusan SBU PB003 2026 Resmi All-In Mitra Konstruksi
- 4. Kendala Pengurusan SBU PB003 Jasa Konstruksi dan Solusinya
- 5. Beda SBU PB003 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Izin
SBU PB003 Pengerjaan Lantai, Dinding, Peralatan Saniter, dan Plafon adalah Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi Spesialis yang wajib dimiliki kontraktor finishing interior — dari pemasangan keramik, granit, gypsum plafon, hingga sanitary fixtures. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025. Siapa yang butuh? Semua badan usaha yang menjadi subkontraktor finishing gedung perkantoran, hotel, dan apartemen. Biaya pengurusan SBU PB003 kualifikasi Kecil all-in mulai Rp8.000.000 lewat Mitra Konstruksi, selesai 5 hari kerja.
Apa Itu SBU PB003 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?
SBU PB003 adalah subklasifikasi Spesialis di bawah kelompok Pekerjaan Bangunan Gedung dengan KBLI 43302 — Pengerjaan Lantai, Dinding, dan Plafon. Subklasifikasi ini diatur dalam SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 sebagai turunan dari Permen PU 6/2025 dan PP 28/2025. Sertifikat ini membuktikan bahwa badan usaha Anda memiliki kapasitas teknis, finansial, dan personel yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan finishing interior secara profesional.
Lingkup kerja PB003 sangat luas dan mencakup hampir semua pekerjaan finishing interior bangunan gedung:
- Pemasangan lantai keramik, porcelain, dan homogeneous tile beserta nat dan grouting pada gedung.
- Pemasangan lantai marmer, granit, andesit, dan batu alam cut-to-size beserta pekerjaan poles dan finishing.
- Pemasangan dinding keramik dan wall tile di kamar mandi, dapur, dan area basah gedung.
- Pemasangan plafon gypsum board dengan rangka baja ringan, termasuk shadow line dan plafon drop.
- Pemasangan plafon akustik dan mineral fiber dengan sistem grid suspended ceiling untuk perkantoran.
- Pemasangan kloset, wastafel, urinoir, bathtub, shower, dan kelengkapan saniter sebagai pekerjaan finishing.
- Pemasangan lantai vinyl sheet, vinyl tile, parket kayu, dan raised floor untuk perkantoran dan data center.
Badan usaha yang wajib memiliki SBU PB003 adalah setiap perusahaan yang menerima kontrak pekerjaan pemasangan material finishing interior — baik sebagai kontraktor utama maupun subkontraktor dalam proyek gedung besar. Berdasarkan Pasal 30 PP 28/2025, pelaksanaan jasa konstruksi tanpa SBU yang sesuai subklasifikasi pekerjaan dikategorikan sebagai pelanggaran administratif yang dapat berujung pencabutan NIB melalui sistem OSS RBA.
Penting untuk memahami batas lingkup PB003: pemasangan sistem perpipaan plambing bukan bagian PB003 — gunakan IN007 Instalasi Saluran Air. Demikian pula, pemasangan kaca dan aluminium menggunakan PB001, dan pengecatan dinding menggunakan PB007 atau PB008.
Pasar subkontraktor PB003 adalah salah satu yang terbesar di industri konstruksi Indonesia. Setiap gedung baru — dari rumah susun sederhana hingga hotel bintang lima — memerlukan pekerjaan lantai, dinding, dan plafon. Badan usaha yang belum memiliki SBU PB003 secara efektif menutup diri dari pasar senilai triliunan rupiah setiap tahunnya di seluruh Indonesia.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU PB003?
Banyak pelaku usaha finishing interior yang belum menyadari bahwa beroperasi tanpa SBU PB003 membawa konsekuensi finansial dan hukum yang konkret. Berdasarkan data 5–8 permohonan per bulan yang ditangani Mitra Konstruksi, sebagian besar pemohon baru mendaftar setelah kehilangan satu tender atau lebih. Berikut lima konsekuensi nyata yang harus Anda waspadai.
Pertama, tidak dapat menjadi subkontraktor finishing interior gedung besar. Tender pekerjaan lantai, dinding, dan plafon gedung pemerintah maupun swasta mewajibkan SBU PB003 sebagai syarat administrasi. Tanpa SBU ini, penawaran Anda langsung gugur di tahap verifikasi.
Kedua, tarif PPh Final lebih tinggi 1,35 persen. Ini adalah kerugian finansial langsung yang sering diabaikan. Kontraktor dengan SBU aktif membayar PPh Final 2,65 persen atas penghasilan bruto jasa konstruksi. Tanpa SBU, tarifnya menjadi 4 persen — selisih 1,35 persen yang langsung memotong margin keuntungan Anda.
| Nilai Kontrak (Rp) | PPh Final Dengan SBU (2,65%) | PPh Final Tanpa SBU (4%) | Selisih Kerugian (Rp) |
|---|---|---|---|
| 500.000.000 | 13.250.000 | 20.000.000 | 6.750.000 |
| 1.000.000.000 | 26.500.000 | 40.000.000 | 13.500.000 |
| 2.500.000.000 | 66.250.000 | 100.000.000 | 33.750.000 |
| 5.000.000.000 | 132.500.000 | 200.000.000 | 67.500.000 |
Ketiga, tidak dapat mengakses tender finishing interior gedung pemerintah. Semua paket interior finishing yang dibiayai APBN/APBD mensyaratkan SBU aktif sesuai subklasifikasi pekerjaan. Ini termasuk proyek renovasi gedung sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah, dan fasilitas publik lainnya yang nilainya sangat besar.
Keempat, risiko sanksi administratif. UU 2/2017 jo. PP 28/2025 memberikan kewenangan kepada LPJK melalui lpjk.pu.go.id untuk merekomendasikan sanksi administratif bagi badan usaha yang mengerjakan jasa konstruksi tanpa SBU yang sesuai. Sanksi dapat berupa peringatan tertulis, penghentian kegiatan, hingga pencabutan NIB melalui OSS RBA.
Kelima, kehilangan kepercayaan klien korporat. Klien korporat — developer, BUMN properti, dan manajemen gedung — semakin ketat memverifikasi SBU subkontraktor melalui SIKI LPJK sebelum menandatangani kontrak. Tanpa SBU PB003, Anda tidak akan masuk daftar vendor resmi mereka.
Apa Saja Syarat Dokumen SBU PB003 2026 yang Wajib Disiapkan?
Persyaratan dokumen SBU PB003 mengikuti ketentuan Permen PU 6/2025 dan diproses melalui LSBU yang terakreditasi LPJK. Berdasarkan pengalaman menangani puluhan permohonan PB003, ada beberapa dokumen yang konsisten menjadi sumber penolakan atau permintaan revisi. Tabel berikut merangkum seluruh dokumen wajib beserta kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan.
| Dokumen | Ketentuan Wajib | Kesalahan Paling Sering |
|---|---|---|
| Akta pendirian dan perubahan terakhir | Disahkan Kemenkumham | Menggunakan akta lama yang belum diperbarui setelah perubahan susunan pengurus |
| NIB dari OSS RBA | Memuat KBLI 43302 | KBLI belum dikonversi ke KBLI 2025; NIB tidak mencantumkan 43302 |
| NPWP badan usaha aktif | Status aktif, bukan non-efektif | NPWP berstatus non-efektif karena tidak melapor SPT |
| Neraca keuangan | Nilai aset minimum Rp75 juta (Spesialis); Rp300 juta ekuitas (Kecil) | Neraca tidak ditandatangani akuntan; nilai aset belum diperbarui |
| SKK PJTBU jenjang 8 aktif di SIKI | Tenaga tetap, tidak merangkap SBU lain | SKK sudah kedaluwarsa; personel masih terdaftar di badan usaha lain di SIKI |
| SKK PJSKBU jenjang 7 aktif di SIKI | Tidak boleh merangkap; harus tenaga tetap | Personel yang sama didaftarkan di dua SBU berbeda secara bersamaan |
| 2 peralatan utama di SIMPK | Milik atau sewa minimal 1 tahun | Peralatan belum didaftarkan di SIMPK; dokumen sewa tidak memenuhi syarat durasi |
| Dokumen SMAP atau surat komitmen | ISO 37001 aktif, SMAP, PANCEK KPK min 70%, atau surat komitmen 2 tahun | ISO 37001 kedaluwarsa; surat komitmen tidak menggunakan format yang diakui LSBU |
| Rekaman pengalaman di SIMPAN | Wajib untuk perpanjangan; tidak dipersyaratkan untuk pengajuan baru | Pengajuan baru melampirkan kontrak lama yang tidak diperlukan, mengacaukan berkas |
Untuk kualifikasi Kecil, persyaratan keuangan mengacu pada ekuitas minimum Rp300 juta dengan PJTBU jenjang 6, PJSKBU jenjang 5, dan minimal 1 peralatan di SIMPK. Untuk kualifikasi Spesialis, nilai aset minimum adalah Rp75 juta dengan PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7, serta 2 peralatan di SIMPK. Pastikan NIB Anda di OSS RBA sudah mencantumkan KBLI 43302 sebelum memulai proses pengajuan ke LSBU.
Satu hal yang kerap diabaikan: status personel di SIKI LPJK harus bersih dari keterikatan di badan usaha lain. Sistem SIKI aktif memblokir pengajuan jika SKK yang sama sudah tercatat aktif di perusahaan lain. Ini adalah penyebab penolakan nomor satu yang kami temui dalam pengurusan PB003. Verifikasi status SKK di siki.lpjk.pu.go.id sebelum mengajukan berkas. Panduan lebih detail tersedia di halaman syarat lengkap SBU PB003.
Berapa Biaya Pengurusan SBU PB003 yang Harus Disiapkan?
Pertanyaan tentang biaya selalu menjadi pertimbangan utama. Sebelum memutuskan, penting untuk membandingkan dua jalur secara jujur: mengurus sendiri versus menggunakan layanan terintegrasi Mitra Konstruksi. Detail selengkapnya tersedia di halaman rincian biaya SBU PB003.
Biaya mengurus sendiri SBU PB003 kualifikasi Kecil terdiri dari beberapa komponen yang harus dibayarkan langsung ke berbagai lembaga: biaya sertifikasi LSBU, iuran Kartu Tanda Anggota (KTA) asosiasi yang terakreditasi, biaya administrasi SIMPK untuk peralatan, dan biaya-biaya lain yang bervariasi per lembaga. Total biaya resmi yang harus dikeluarkan berkisar Rp4.850.000 hingga Rp6.100.000. Namun angka ini belum memperhitungkan waktu yang hilang: rata-rata 30–45 hari kerja untuk bolak-balik koordinasi dengan LSBU, asosiasi, dan memastikan semua sistem (SIKI, SIMPK, SIMPAN) sinkron.
| Komponen | Urus Sendiri | Paket All-In Mitra Konstruksi |
|---|---|---|
| Biaya resmi LSBU + KTA asosiasi | Rp4.850.000 – Rp6.100.000 | Sudah termasuk dalam paket |
| Biaya administrasi dan koordinasi | Ditanggung sendiri (waktu + transportasi) | Termasuk dalam paket |
| Total biaya yang dikeluarkan | Rp4.850.000 – Rp6.100.000 | Rp8.000.000 (all-in) |
| Waktu penyelesaian | 30–45 hari kerja | 5 hari kerja |
| Risiko penolakan berkas | Tinggi tanpa pengalaman | Minimal — diverifikasi sebelum submit |
| Selisih biaya vs. urus sendiri | — | Rp1.900.000 – Rp3.150.000 |
Paket Mitra Konstruksi Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil adalah biaya pengurusan lengkap all-in — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan apapun. Selisih hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000 dibanding urus sendiri — namun Anda menghemat 25–40 hari kerja yang bisa digunakan untuk mengejar tender atau menyelesaikan proyek yang sedang berjalan.
Untuk kualifikasi Menengah, layanan pengurusan Mitra Konstruksi berkisar Rp12.000.000–Rp15.000.000. Untuk kualifikasi Besar, antara Rp20.000.000–Rp30.000.000 (dikonfirmasi saat konsultasi awal). Untuk kualifikasi Spesialis, antara Rp8.000.000–Rp12.000.000.
Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU PB003 di Lapangan?
Kasus ini mencerminkan tantangan yang paling umum dihadapi kontraktor finishing aktif: perpanjangan SBU yang bersamaan dengan kedaluwarsa ISO 37001.
CV Kontraktor kualifikasi Kecil berbasis di Surabaya dengan ekuitas Rp305 juta mengajukan perpanjangan SBU PB003 ke Mitra Konstruksi. Situasi yang dihadapi cukup kompleks: sertifikat ISO 37001 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) perusahaan ini kedaluwarsa satu bulan sebelum SBU PB003-nya habis masa berlaku. Artinya, perpanjangan SBU tidak bisa diproses tanpa ISO 37001 yang aktif — keduanya harus diurus secara bersamaan.
Jika mengurus sendiri, CV ini harus bernegosiasi dengan lembaga sertifikasi ISO secara terpisah, lalu kembali ke LSBU setelah ISO terbit — proses yang secara konservatif membutuhkan 45–60 hari. Selama periode itu, SBU PB003 sudah kedaluwarsa, artinya perusahaan tidak bisa mengikuti tender apapun.
Solusi yang diterapkan Mitra Konstruksi: mengurus perpanjangan SBU PB003 dan pembaruan ISO 37001 dalam satu paket terintegrasi dengan satu titik koordinasi. Tim kami mengidentifikasi lembaga sertifikasi ISO 37001 yang dapat memproses dalam tenggat yang sama, memverifikasi seluruh dokumen perpanjangan SBU secara paralel, dan mengajukan keduanya secara simultan ke LSBU dan lembaga ISO.
Hasil: SBU PB003 terbit dalam 5 hari kerja, bersamaan dengan terbitnya ISO 37001 yang diperbarui. CV ini tidak mengalami satu hari pun gap kedaluwarsa SBU — sehingga mereka tetap bisa mengikuti tender yang dijadwalkan dua minggu setelah perpanjangan diajukan.
Pelajaran utama dari kasus ini: sinergi antara dokumen SMAP/ISO 37001 dan proses SBU sangat kritis. Kedaluwarsa salah satu dokumen pendukung dapat memblokir seluruh proses SBU. Pengalaman menangani 5–8 permohonan per bulan memungkinkan kami mengidentifikasi risiko ini jauh sebelum menjadi masalah. Informasi tentang kendala umum yang sering dihadapi juga tersedia di halaman kendala pengurusan SBU PB003.
Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU PB003?
Berdasarkan konsultasi yang kami tangani setiap bulannya, berikut adalah 6 pertanyaan paling sering diajukan oleh calon pemohon SBU PB003 beserta jawaban lengkapnya.
Apa itu SBU PB003 dan apa bedanya dengan SBU konstruksi lainnya?
SBU PB003 adalah Sertifikat Badan Usaha Spesialis dengan KBLI 43302 untuk pekerjaan finishing interior: pemasangan keramik, granit, plafon gypsum, sanitary fixtures, vinyl, dan parket. Perbedaan utamanya dari SBU umum bangunan gedung (BG) adalah bahwa PB003 mencakup pekerjaan finishing dan finishing saja — bukan pekerjaan struktural. Nilai aset minimum untuk kualifikasi Spesialis hanya Rp75 juta, jauh lebih rendah dari SBU Bangunan Gedung kualifikasi Kecil yang memerlukan ekuitas Rp300 juta.
Berapa nilai aset minimum untuk mendaftar SBU PB003?
Untuk kualifikasi Spesialis PB003, nilai aset minimum adalah Rp75 juta — ini jauh lebih rendah dibanding kualifikasi Kecil yang memerlukan ekuitas Rp300 juta, Menengah Rp2 miliar, dan Besar Rp25 miliar. Nilai Rp75 juta menjadikan kualifikasi Spesialis sangat terjangkau bahkan untuk badan usaha yang baru berdiri, selama memenuhi syarat SKK dan peralatan.
Apakah pemasangan kloset dan wastafel termasuk lingkup PB003?
Ya, pemasangan sanitary fixtures sebagai pekerjaan finishing — termasuk kloset, wastafel, urinoir, bathtub, dan shower — masuk dalam lingkup PB003. Yang tidak termasuk adalah pemasangan sistem perpipaan plambing (pipa air bersih dan sanitasi), yang menggunakan subklasifikasi IN007 Instalasi Saluran Air. Jika pekerjaan Anda mencakup keduanya, Anda memerlukan dua SBU yang berbeda.
Apa perbedaan PB003 dan IN007?
PB003 mencakup pemasangan produk saniter sebagai material finishing (kloset, wastafel, shower head, dll.) tanpa menyentuh sistem perpipaan. IN007 mencakup pemasangan sistem jaringan pipa air bersih, air kotor, dan sanitasi gedung. Dalam praktik proyek, subkontraktor saniter biasanya memiliki keduanya: PB003 untuk pekerjaan finishing dan IN007 untuk instalasi pipa pendukungnya.
Jenjang SKK apa yang dibutuhkan untuk PB003?
Untuk kualifikasi Spesialis: PJTBU jenjang 8 (Ahli Utama) dan PJSKBU jenjang 7 (Ahli Madya), keduanya harus aktif di SIKI LPJK dan berstatus tenaga tetap tanpa merangkap di badan usaha lain. Untuk kualifikasi Kecil: PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5. Semua status SKK dapat diverifikasi langsung di siki.lpjk.pu.go.id sebelum mengajukan permohonan.
Apakah perusahaan yang baru berdiri bisa mengajukan SBU PB003?
Bisa. Untuk pengajuan baru (bukan perpanjangan), rekaman pengalaman kerja di SIMPAN tidak dipersyaratkan. Yang wajib dipenuhi adalah: SKK PJTBU dan PJSKBU aktif di SIKI, minimal 2 peralatan terdaftar di SIMPK, neraca keuangan dengan nilai aset minimum sesuai kualifikasi yang dipilih, NIB dari OSS RBA dengan KBLI 43302, dan dokumen SMAP atau surat komitmen anti-suap. Perusahaan baru yang melengkapi semua dokumen ini dapat memperoleh SBU PB003 dalam 5 hari kerja melalui layanan Mitra Konstruksi.
Siap mengurus SBU PB003 tanpa kerumitan? Tim Mitra Konstruksi siap membantu mulai dari verifikasi kelengkapan dokumen hingga SBU terbit — all-in dalam 5 hari kerja. Konsultasi pertama gratis, tanpa komitmen.
Hubungi via WhatsApp — Konsultasi GratisRingkasan poin kunci
- 1SBU PB003 mencakup 7 lingkup pekerjaan: keramik, granit, batu alam, dinding tile, plafon gypsum, plafon akustik, sanitary fixtures, dan lantai vinyl/parket
- 2Tanpa SBU PB003, PPh Final naik dari 2,65% ke 4% — selisih 1,35% dari setiap nilai kontrak
- 3Syarat kualifikasi Kecil: ekuitas Rp300 juta, PJTBU jenjang 6, PJSKBU jenjang 5, 1 peralatan di SIMPK, NIB KBLI 43302
- 4Pemasangan sanitary fixtures (kloset, wastafel, shower) masuk PB003; sistem perpipaan plambing masuk IN007 — jangan tertukar
- 5Pengajuan baru maupun perpanjangan diproses di lpjk.pu.go.id dengan data terintegrasi SIKI LPJK, SIMPK, SIMPAN, dan OSS RBA
- 6Pengurusan via Mitra Konstruksi selesai 5 hari kerja; urus sendiri membutuhkan 30–45 hari kerja dengan biaya komponen resmi Rp4,85–6,1 juta
Artikel pendukung
Syarat SBU PB003 2026 Terbaru: 9 Dokumen Wajib dan Checklist Lengkap
Panduan lengkap syarat SBU PB003 (KBLI 43302) untuk pengerjaan lantai, dinding, saniter, dan plafon tahun 2026. Ketahui 9 dokumen wajib, aturan SKK di SIKI LPJK, dan pembaruan NIB OSS RBA sesuai Permen PU 6/2025 agar terhindar dari penolakan berkas dan kehilangan peluang tender konstruksi nasional.
Biaya Pengurusan SBU PB003 2026 Resmi All-In Mitra Konstruksi
Biaya pengurusan SBU PB003 2026 kualifikasi Kecil di Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000 all-in selesai 5 hari kerja. Dibandingkan urus mandiri di lpjk.pu.go.id senilai Rp4.850.000–6.100.000 selama 30–45 hari kerja, paket ini memangkas birokrasi, menghemat waktu, dan menghindari sanksi PP 28/2025 serta Permen PU 6/2025.
Kendala Pengurusan SBU PB003 Jasa Konstruksi dan Solusinya
Pengurusan Sertifikat Badan Usaha (SBU) spesialis PB003 untuk pekerjaan pemasangan lantai, dinding, peralatan saniter, dan plafon (KBLI 43302) sering kali menghadapi berbagai hambatan teknis dan administratif. Berdasarkan regulasi terbaru seperti PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, pelaku usaha kerap terjebak pada kendala integrasi data antara OSS RBA, SIKI LPJK, SIMPK, dan SIMPAN. Beberapa kendala utama meliputi ketidaksesuaian kualifikasi SKK PJTBU Jenjang 8 dan PJSKBU Jenjang 7 yang terdaftar aktif di SIKI, pencatatan minimal dua peralatan utama di portal SIMPK, hingga pemenuhan dokumen Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) atau ISO 37001. Kegagalan dalam verifikasi ini berisiko menunda penerbitan SBU, sehingga badan usaha terancam kehilangan peluang tender bernilai besar atau terkena sanksi administratif perpajakan berupa tarif PPh Final yang lebih tinggi (hingga 4%). Artikel ini merangkum solusi taktis dan checklist lengkap agar permohonan SBU PB003 Anda disetujui LSBU dalam waktu 5 hari kerja tanpa penolakan sistem.
Beda SBU PB003 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Izin
Menjelaskan perbedaan mendasar antara SBU PB003 (Pengerjaan Lantai, Dinding, Peralatan Saniter, dan Plafon - KBLI 43302) dengan subklasifikasi terkait seperti PB001, IN007, PB007, dan KK007 sangat krusial di tahun 2026. Berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2025 dan Permen PU Nomor 6 Tahun 2025, salah memilih subklasifikasi saat tender dapat memicu sanksi administratif dan diskualifikasi oleh LPJK. Banyak kontraktor keliru menyamakan pemasangan saniter pada PB003 dengan instalasi pipa pada IN007, atau pemasangan plafon akustik KK007 dengan plafon gypsum standar. Mitra Konstruksi hadir memberikan solusi pengurusan SBU kualifikasi Kecil secara lengkap, all-in, senilai Rp8.000.000 dalam waktu 5 hari kerja melalui OSS RBA dan SIKI LPJK. Biaya ini jauh lebih efisien dibanding mengurus mandiri sebesar Rp4.850.000 hingga Rp6.100.000 ke LSBU yang memakan waktu 30 sampai 45 hari kerja. Kami menangani 5 hingga 8 permohonan per bulan untuk memastikan kelayakan administrasi badan usaha Anda tanpa risiko kegagalan verifikasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu SBU PB003 dan apa saja lingkup pekerjaannya?
Berapa ekuitas minimum untuk SBU PB003 kualifikasi Kecil?
Apakah pemasangan kloset dan wastafel masuk SBU PB003?
Berapa lama proses pengurusan SBU PB003?
Apa konsekuensi mengerjakan proyek finishing tanpa SBU PB003?
SKK apa yang dibutuhkan untuk mengajukan SBU PB003?
Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:
Diskusikan kasus badan usaha Anda
Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

