Panduan Lengkap SBU ST011 Fasilitas Militer: Syarat, Biaya & Cara Mengurus [2026]
![Ilustrasi panduan Panduan Lengkap SBU ST011 Fasilitas Militer: Syarat, Biaya & Cara Mengurus [2026] — Mitra Jasa Legalitas](/gambar/cover/panduan/panduan-sbu-st011-rancang-bangun-sipil-fasilitas-militer.webp?v=2791a7f4)
Tim Konsultan Mitra Konstruksi
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 11 menit baca
Seri panduan · bagian 1 dari 5
- 1. Panduan Lengkap SBU ST011 Fasilitas Militer: Syarat, Biaya & Cara Mengurus [2026]
- 2. 9 Syarat SBU ST011 Fasilitas Militer 2026: Checklist Dokumen Besar
- 3. Biaya Pengurusan SBU ST011 2026: Rincian All-In + Simulasi PPh
- 4. 5 Kendala SBU ST011 yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
- 5. ST011 vs ST009 vs ST007: Pilih Subklasifikasi Terintegrasi yang Tepat
SBU ST011 adalah Sertifikat Badan Usaha wajib untuk perusahaan konstruksi yang mengerjakan rancang bangun sipil fasilitas militer dan peluncuran satelit dalam satu kontrak EPC — pangkalan militer, bunker, hanggar, dan launch pad. KBLI 42996. Hanya tersedia untuk kualifikasi Besar dengan ekuitas minimum Rp25 miliar, PJTBU jenjang 9, dan PJSKBU jenjang 8. Tanpa ST011, badan usaha Anda tidak bisa mengikuti tender EPC fasilitas militer dari TNI, Kementerian Pertahanan, maupun BRIN untuk fasilitas peluncuran roket. Pengurusan melalui Mitra Konstruksi: paket all-in Rp25–40 juta, selesai 5 hari kerja setelah dokumen lengkap.
Acuan: PP 28/2025 · Permen PU 6/2025 · SK Dirjen BK 37/KPTS/DK/2025 · OSS RBA · SIKI LPJK · SIMPK · SIMPAN · lpjk.pu.go.id
Apa Itu SBU ST011 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?
ST011 adalah subklasifikasi SBU pekerjaan konstruksi terintegrasi untuk jasa rancang bangun bangunan sipil fasilitas militer dan peluncuran satelit. Kode KBLI-nya adalah 42996 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Militer dan Bandar Antariksa. Berbeda dari subklasifikasi BS biasa yang hanya mencakup konstruksi pelaksanaan dari gambar pihak lain, ST011 mencakup perancangan dan pelaksanaan konstruksi dalam satu kontrak EPC — mulai dari studi kelayakan teknis, masterplan kawasan, desain detail engineering, pembangunan fisik, hingga komisioning dan serah terima fasilitas kepada pengguna.
Subklasifikasi ini ditetapkan berdasarkan PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, dan hanya dapat dimiliki oleh badan usaha kualifikasi Besar. Tidak ada versi Kecil atau Menengah untuk ST011. Badan usaha yang wajib memiliki ST011 adalah perusahaan yang bermaksud memenangkan tender rancang bangun fasilitas pertahanan dari Kementerian Pertahanan RI, TNI (AD, AL, AU), BUMN Pertahanan, maupun proyek fasilitas peluncuran roket dan satelit milik BRIN atau lembaga sejenis.
Apa Saja Lingkup Pekerjaan yang Dicakup ST011?
| Lingkup Pekerjaan | Contoh Proyek Nyata |
|---|---|
| Studi kelayakan dan masterplan kawasan militer | Perencanaan pangkalan TNI AU, masterplan kawasan pertahanan terpadu |
| Perancangan sipil pangkalan militer | Landas pacu, apron, taxiway, hangar, gedung komando |
| Rekayasa sipil bunker dan fasilitas bawah tanah | Bunker tahan bom, fasilitas penyimpanan amunisi bawah tanah |
| Perancangan fasilitas peluncuran roket dan satelit | Launch pad BRIN, gedung integrasi roket, infrastruktur pendukung peluncuran |
| Perancangan infrastruktur kawasan militer | Utilitas air, listrik, komunikasi, sistem keamanan kawasan |
| Pelaksanaan konstruksi sipil fasilitas militer | Pembangunan fisik sesuai gambar rancangan dengan protokol keamanan dan kerahasiaan |
| Komisioning dan serah terima fasilitas militer | Pengujian, verifikasi standar militer, dokumentasi rahasia kepada pengguna |
Bagaimana Membedakan ST011 dengan Subklasifikasi Serupa?
| Kode | Judul | Pembeda Utama | Kapan Pilih |
|---|---|---|---|
| ST011 | Konstruksi Sipil Fasilitas Militer dan Peluncuran Satelit Terintegrasi | Rancang bangun EPC fasilitas militer dan antariksa | Pilih ST011 untuk EPC fasilitas militer dan launch pad |
| ST009 | Konstruksi Sipil Fasilitas Olahraga Terintegrasi | Rancang bangun fasilitas olahraga | Pilih ST009 untuk fasilitas olahraga; ST011 untuk fasilitas militer |
| ST007 | Konstruksi Sipil Pertambangan Terintegrasi | Rancang bangun sipil kawasan tambang | Pilih ST007 untuk tambang; ST011 untuk militer |
| GT | Konstruksi Gedung Terintegrasi | Rancang bangun gedung | Pilih GT untuk gedung militer; ST011 untuk sipil fasilitas dan pangkalan |
| ST010 | Konstruksi Sipil Kimia Petrokimia Terintegrasi | Rancang bangun sipil kimia dan industri | Pilih ST010 untuk industri; ST011 untuk militer dan satelit |
Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU ST011?
Segmen EPC fasilitas pertahanan Indonesia adalah segmen eksklusif dengan nilai kontrak besar yang terus tumbuh — dari modernisasi pangkalan TNI, pembangunan fasilitas peluncuran roket nasional, hingga program pertahanan BUMN. Tanpa ST011, perusahaan Anda tertutup sepenuhnya dari segmen ini dan menanggung sejumlah konsekuensi finansial dan hukum yang berdampak langsung.
Tidak Bisa Ikut Tender EPC Pertahanan
Kontrak rancang bangun fasilitas militer dari Kemenhan, TNI, dan BUMN Pertahanan wajib mensyaratkan SBU ST011 sesuai PP 28/2025. Badan usaha tanpa ST011 gugur di tahap kualifikasi administratif — bahkan sebelum berkas teknis dan penawaran harga dinilai. Tidak ada mekanisme pengganti atau dispensasi. Satu proyek EPC pangkalan TNI saja dapat bernilai Rp50–500 miliar; kehilangan akses ke tender ini adalah kerugian pendapatan yang jauh lebih besar dibanding biaya pengurusan ST011.
PPh Final Lebih Mahal Tanpa SBU
Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, badan usaha konstruksi tanpa SBU dikenai PPh Final 4% dari nilai bruto kontrak, sedangkan pemegang SBU kualifikasi Besar dikenai tarif lebih rendah. Simulasi selisih berikut menunjukkan kerugian nyata per proyek:
| Nilai Kontrak | PPh Tanpa SBU (4%) | PPh Dengan SBU Besar (2,65%) | Selisih Hemat per Proyek |
|---|---|---|---|
| Rp5.000.000.000 | Rp200.000.000 | Rp132.500.000 | Rp67.500.000 |
| Rp10.000.000.000 | Rp400.000.000 | Rp265.000.000 | Rp135.000.000 |
| Rp50.000.000.000 | Rp2.000.000.000 | Rp1.325.000.000 | Rp675.000.000 |
| Rp100.000.000.000 | Rp4.000.000.000 | Rp2.650.000.000 | Rp1.350.000.000 |
Pada kontrak senilai Rp50 miliar saja, selisih PPh Final mencapai Rp675 juta — angka yang jauh melampaui biaya pengurusan ST011 sebesar Rp25–40 juta.
Tidak Dapat Akses Anggaran Pertahanan untuk EPC Fasilitas
Program pembangunan fasilitas pertahanan dari Kemenhan dan pengembangan fasilitas antariksa Indonesia yang dikelola BRIN secara eksplisit mensyaratkan kontraktor EPC bersertifikat ST011 dalam dokumen pengadaannya. Anggaran pertahanan untuk fasilitas fisik dikelola dengan pengawasan ketat dan semua peserta tender wajib lolos verifikasi sertifikasi di OSS RBA sebelum dapat mengakses dokumen tender.
Risiko Sanksi Administratif UU 2/2017 dan PP 28/2025
Mengerjakan jasa konstruksi tanpa SBU yang sesuai — termasuk rancang bangun fasilitas militer tanpa ST011 — dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan layanan jasa, hingga pencabutan izin usaha. PP 28/2025 mempertegas kewajiban ini dengan mekanisme pengawasan melalui sistem SIMPK dan SIMPAN yang terintegrasi.
Kehilangan Akses ke Proyek Fasilitas Peluncuran Roket
Pengembangan fasilitas antariksa Indonesia — termasuk Stasiun Peluncuran Roket Nasional yang dikelola BRIN — mensyaratkan kontraktor EPC bersertifikat ST011 karena ruang lingkup pekerjaannya mencakup sipil fasilitas militer dan peluncuran satelit sekaligus. Ini adalah segmen yang sangat terbatas pesertanya dan menawarkan margin kontrak yang signifikan.
Apa Saja Syarat Dokumen SBU ST011 2026?
ST011 hanya tersedia untuk kualifikasi Besar. Seluruh persyaratan harus diverifikasi oleh LSBU yang ditunjuk melalui lpjk.pu.go.id sebelum SBU diterbitkan. Berikut checklist lengkap beserta kesalahan paling umum yang menyebabkan permohonan ditolak atau tertunda:
| No. | Dokumen | Detail Persyaratan | Kesalahan yang Sering Terjadi |
|---|---|---|---|
| 1 | Akta pendirian dan perubahan terakhir | PT: wajib SK pengesahan Kemenkumham | Akta tidak mencerminkan susunan direksi terkini; perubahan terakhir belum disetujui Kemenkumham |
| 2 | NIB KBLI 42996 dari OSS RBA | Wajib KBLI 2025 — bukan judul KBLI 2020 | Judul KBLI lama masih tercantum di NIB → sistem SIKI LPJK menolak otomatis |
| 3 | NPWP badan usaha aktif | Status aktif, cek di ereg.pajak.go.id | NPWP berstatus non-efektif karena telat lapor SPT tahunan |
| 4 | Neraca keuangan ekuitas minimal Rp25 miliar | Wajib diaudit KAP terdaftar PPPK Kemenkeu | Neraca internal tanpa audit KAP tidak diterima untuk kualifikasi Besar |
| 5 | SKK PJTBU jenjang 9 aktif di SIKI | Tenaga tetap, tidak merangkap di badan usaha lain | Sangat langka di pasar — sering menjadi bottleneck utama pengurusan ST011 |
| 6 | SKK PJSKBU jenjang 8 aktif di SIKI (min. 2 orang) | Tidak merangkap; tercatat sebagai tenaga tetap | Masih aktif terdaftar di badan usaha lain → sistem SIKI mendeteksi dan menolak |
| 7 | 3 peralatan utama tercatat di SIMPK | Milik sendiri atau sewa resmi minimal 1 tahun | Dokumen sewa di bawah tangan tidak diakui; sewa dari pihak tidak teregistrasi |
| 8 | Dokumen SMAP | Sertifikat ISO 37001 aktif atau dokumen penerapan SMAP. Surat komitmen TIDAK berlaku untuk Besar. | Pemohon mengira surat komitmen masih bisa digunakan seperti ketentuan lama |
| 9 | Rekaman pengalaman rancang bangun di SIMPAN | Khusus perpanjangan. Pengalaman harus sesuai lingkup ST011 (EPC, bukan konstruksi biasa). | Melampirkan pengalaman konstruksi pelaksanaan biasa yang tidak mencakup komponen rancang |
Detail lengkap setiap persyaratan beserta panduan cara mengisi di SIKI LPJK tersedia di halaman checklist syarat SBU ST011.
Berapa Biaya Pengurusan SBU ST011?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan sebelum klien memutuskan untuk memulai proses. Jawaban singkatnya: Rp25.000.000–40.000.000 all-in melalui Mitra Konstruksi, selesai 5 hari kerja setelah dokumen lengkap. Biaya ini sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan — tidak ada komponen yang dibebankan terpisah kemudian.
Paket Pengurusan Lengkap All-In: Rp25.000.000 – Rp40.000.000
Sudah termasuk: biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Tidak ada biaya tambahan tersembunyi setelah paket disepakati.
| Aspek Perbandingan | Urus Sendiri | Paket Mitra Konstruksi All-In |
|---|---|---|
| Biaya ke LSBU + KTA asosiasi + admin | Rp4,85–6,1 juta langsung ke lembaga | Sudah termasuk dalam paket |
| Waktu koordinasi dan pengurusan dokumen | 30–45 hari kerja waktu tim internal Anda | 5 hari kerja — dikerjakan tim kami |
| Total biaya keluar | Rp4,85–6,1 juta + opportunity cost sebulan tim | Rp25–40 juta flat |
| Risiko penolakan LSBU | Tinggi — masalah baru diketahui setelah ditolak | Sangat rendah — review kelengkapan sebelum submit |
| Koordinasi izin khusus Kemenhan | Harus dipelajari dan dilakukan sendiri | Dibantu tim berpengalaman |
| Waktu sampai SBU terbit | Tidak pasti; bisa 60–90 hari jika ada revisi | 5 hari kerja setelah dokumen lengkap |
Catatan penting: biaya audit KAP (estimasi Rp15–50 juta tergantung skala laporan keuangan) dibayar langsung ke KAP dan tidak termasuk dalam paket. Kami bantu rekomendasikan KAP terdaftar PPPK Kemenkeu yang memahami persyaratan ekuitas SBU konstruksi.
Selisih antara urus sendiri (Rp4,85–6,1 juta biaya langsung) dan paket all-in kami (Rp25–40 juta) adalah Rp18,9–33,9 juta. Untuk subklasifikasi Terintegrasi Besar seperti ST011 — yang memiliki kompleksitas tinggi, persyaratan SKK yang langka, dan memerlukan koordinasi izin khusus Kemenhan — nilai ini sebanding dengan risiko yang dieliminasi dan 30–45 hari kerja yang dihemat. Bandingkan dengan selisih PPh Final pada satu proyek Rp50 miliar saja yang mencapai Rp675 juta. Rincian lengkap komponen biaya tersedia di halaman rincian biaya SBU ST011.
Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU ST011 di Lapangan?
PT Kontraktor kualifikasi Besar, Jakarta — ekuitas Rp60 miliar. Situasi: permohonan baru ST011 untuk mempersiapkan diri mengikuti tender EPC pangkalan militer TNI. Tantangan utama yang dihadapi: fasilitas militer memerlukan koordinasi izin dengan Kementerian Pertahanan yang prosesnya berjalan paralel dengan proses SBU di LSBU — dan kedua jalur ini memiliki persyaratan dokumen yang saling terkait namun berbeda.
Selain itu, ketersediaan tenaga ahli SKK PJTBU jenjang 9 yang tidak merangkap adalah kendala nyata di pasar. Tim kami melakukan verifikasi status SKK di SIKI LPJK sejak hari pertama konsultasi untuk memastikan tidak ada masalah rangkap jabatan yang dapat menggagalkan permohonan di tahap akhir.
Tindakan yang diambil: konsultan Mitra Konstruksi membantu menyiapkan dokumen SBU secara paralel sambil mengkoordinasikan kebutuhan komunikasi awal dengan pihak Kemenhan. Semua dokumen direview menyeluruh sebelum disubmit ke LSBU. SBU ST011 terbit dalam 5 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Koordinasi Kemenhan berjalan paralel sehingga total waktu persiapan klien lebih efisien dibanding mengurus dua proses secara berurutan.
Pelajaran utama: ST011 memerlukan persiapan yang lebih dini dibanding subklasifikasi lain karena ada lapisan koordinasi di luar sistem LSBU. Konsultasikan kelengkapan dan strategi izin sebelum memulai proses, bukan setelah dokumen ditolak. Kendala umum lainnya dibahas lengkap di halaman kendala pengurusan SBU ST011.
Strategi Subklasifikasi Optimal untuk Kontraktor Fasilitas Pertahanan — Mana yang Harus Dimiliki Bersamaan?
Kontraktor yang sudah lama mengerjakan proyek Kemhan/TNI sebagai pelaksana dari gambar pihak lain dan ingin naik ke segmen EPC perlu memahami peta subklasifikasi berikut sebelum memutuskan mana yang diurus lebih dulu:
| Subklasifikasi | Untuk Tender | Kategori | Kisaran Nilai Kontrak |
|---|---|---|---|
| ST011 | EPC fasilitas militer, pangkalan TNI, launch pad BRIN | Terintegrasi (Rancang Bangun) | Rp50–1.000 miliar |
| BS017 | Konstruksi fasilitas pertahanan dari gambar Kemhan/TNI | Pelaksana (dari gambar pihak lain) | Rp10–200 miliar |
| BG003/BG004 | Konstruksi gedung penunjang: kantor, gudang, perumahan dinas | Pelaksana gedung | Rp5–100 miliar |
| GT | Rancang bangun gedung militer (markas, komando resort) | Terintegrasi gedung | Rp20–500 miliar |
Pastikan ekuitas sudah di atas Rp25 miliar dan SKK PJTBU jenjang 9 tidak merangkap sebelum mengajukan ST011. Karena tender fasilitas militer memiliki tingkat kerahasiaan tinggi, proses seleksi vendor sering memiliki tahap clearance awal — SBU ST011 yang valid dan ISO 37001 aktif adalah syarat administratif wajib lolos sebelum tahap verifikasi lanjutan dimulai. Jangan menunggu ada tender konkret baru mulai mengurus — proses SBU paling cepat 5 hari kerja, tetapi persiapan dokumen dan koordinasi izin bisa membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Berapa Lama SBU ST011 Berlaku dan Apa yang Perlu Diperhatikan untuk Perpanjangan?
SBU ST011 berlaku 3 tahun. Untuk kontraktor fasilitas militer, ada catatan kritis yang berbeda dari subklasifikasi lain: penanganan informasi dan keamanan proyek harus mengikuti standar Kemhan, dan ISO 37001 bukan hanya syarat LSBU — ini juga menjadi bukti sistem integritas yang mensyaratkan kerahasiaan informasi dalam rantai pasokan. Perpanjang SBU dan ISO 37001 secara paralel 3 bulan sebelum kedaluwarsa untuk menghindari periode tanpa sertifikat aktif yang dapat mendiskualifikasi dari tender yang sedang berjalan. Catat semua pengalaman EPC fasilitas militer ke SIMPAN segera setelah proyek selesai — jangan tunggu masa perpanjangan untuk baru menginput data pengalaman.
Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU ST011?
- Apa itu SBU ST011?
- ST011 adalah SBU rancang bangun sipil fasilitas militer dan peluncuran satelit: mencakup pangkalan militer, bunker, hanggar, dan launch pad dalam satu kontrak EPC. KBLI 42996. Hanya tersedia untuk kualifikasi Besar dengan ekuitas minimum Rp25 miliar. Ditetapkan berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.
- Apakah fasilitas peluncuran roket dan launch pad satelit masuk ST011?
- Ya. Perancangan dan pembangunan sipil launch pad, gedung integrasi roket, dan seluruh infrastruktur pendukung peluncuran roket dan satelit masuk dalam lingkup ST011. Ini termasuk proyek fasilitas antariksa yang dikelola BRIN maupun lembaga lain yang bekerja sama dengan Kemhan.
- Berapa ekuitas minimum untuk ST011?
- Rp25 miliar, dibuktikan melalui neraca keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik terdaftar di PPPK Kemenkeu. Neraca internal tanpa audit KAP tidak diterima untuk kualifikasi Besar.
- Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk ST011?
- PJTBU jenjang 9 dan PJSKBU jenjang 8 (minimal 2 orang). Keduanya harus berstatus tenaga tetap di badan usaha pemohon dan tidak boleh merangkap di badan usaha lain. Status keaktifan dan ketidakrangkapan dapat dicek langsung di SIKI LPJK sebelum pengajuan dimulai.
- Apakah ST011 memerlukan izin khusus di luar SBU?
- Dari sisi SBU yang dikeluarkan LSBU melalui lpjk.pu.go.id, tidak ada persyaratan clearance keamanan yang masuk dalam skema LPJK. Namun dalam proses pengadaan Kemhan/TNI, kontraktor melewati tahap verifikasi background yang berbeda dari tender sipil biasa. SBU ST011 yang valid dan ISO 37001 aktif adalah syarat administratif yang harus dipenuhi sebelum tahap verifikasi lanjutan tersebut dimulai. Konsultasikan dengan Kemenhan dan TNI untuk keperluan spesifik proyek.
- Bisakah ST011 dan ST009 diajukan bersamaan?
- Bisa, selama persyaratan masing-masing terpenuhi — terutama ketersediaan SKK tenaga ahli yang tidak merangkap. ST009 untuk rancang bangun fasilitas olahraga; ST011 untuk fasilitas militer. Memiliki keduanya membuka lebih banyak segmen tender dari anggaran pemerintah yang berbeda.
Siap Urus SBU ST011?
Kami menangani 5–8 permohonan SBU per bulan, termasuk subklasifikasi Terintegrasi Besar yang kompleks seperti ST011. Konsultasi gratis — kami review kelengkapan dokumen dan strategi koordinasi izin sebelum proses dimulai, sehingga tidak ada waktu dan biaya yang terbuang untuk revisi yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Hubungi via WhatsApp — Konsultasi GratisRingkasan poin kunci
- 1ST011 hanya tersedia kualifikasi Besar — tidak ada versi Kecil atau Menengah
- 2Ekuitas minimum Rp25 miliar dibuktikan neraca audit KAP terdaftar PPPK Kemenkeu
- 3PJTBU jenjang 9 sangat langka di pasar dan sering menjadi bottleneck utama pengurusan
- 4Tanpa ST011 dikenai PPh Final 4%; pemegang SBU Besar hanya 2,65% — selisih Rp675 juta pada kontrak Rp50 miliar
- 5Pengurusan via Mitra Konstruksi Rp25–40 juta all-in termasuk biaya LSBU, KTA asosiasi, dan administrasi, selesai 5 hari kerja
- 6Koordinasi izin khusus Kementerian Pertahanan berjalan paralel dengan proses SBU di LSBU — persiapan wajib dimulai lebih awal
Artikel pendukung
9 Syarat SBU ST011 Fasilitas Militer 2026: Checklist Dokumen Besar
Checklist 9 syarat dokumen SBU ST011 kualifikasi Besar: akta, NIB KBLI 42996, NPWP, neraca Rp25 miliar audit KAP, SKK PJTBU j8 dan PJSKBU j7, peralatan SIMPK, SMAP ISO 37001, dan rekaman pengalaman SIMPAN. Tiga masalah penolakan terbanyak dan solusi langkah demi langkah.
Biaya Pengurusan SBU ST011 2026: Rincian All-In + Simulasi PPh
Rincian lengkap biaya pengurusan SBU ST011 kualifikasi Besar. Paket all-in Rp25–40 juta sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Simulasi penghematan PPh Final: selisih 1% setara Rp50 juta per kontrak Rp5 miliar.
5 Kendala SBU ST011 yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
Lima kendala paling umum dalam pengajuan SBU ST011: ekuitas belum mencapai Rp25 miliar, KAP belum diaudit, SKK PJTBU jenjang 8 sulit dipenuhi, KBLI 42996 belum diperbarui, dan koordinasi izin khusus Kemenhan. Setiap kendala dilengkapi solusi dan estimasi waktu perbaikan.
ST011 vs ST009 vs ST007: Pilih Subklasifikasi Terintegrasi yang Tepat
Panduan memilih antara ST011 (fasilitas militer), ST009 (fasilitas olahraga), ST007 (pertambangan), dan GT (gedung terintegrasi). Perbandingan 7 dimensi: lingkup, KBLI, ekuitas, SKK, dan tender yang eligible. Studi kasus salah pilih subklasifikasi EPC.
Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:
Diskusikan kasus badan usaha Anda
Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

