Panduan SBU PA001 Penyewaan Peralatan Konstruksi 2026 Lengkap

Tim Konsultan Mitra Konstruksi
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 10 menit baca
Seri panduan · bagian 1 dari 5
- 1. Panduan SBU PA001 Penyewaan Peralatan Konstruksi 2026 Lengkap
- 2. Syarat SBU PA001 2026 Terbaru: Dokumen, Ekuitas, dan SKK Lengkap
- 3. Biaya Pengurusan SBU PA001 2026 & Syarat KBLI 43905 Terbaru
- 4. Kendala Pengurusan SBU PA001 Penyewaan Alat Konstruksi
- 5. Beda SBU PA001 dan Subklasifikasi Terkait 2026 Terbaru
SBU PA001 Penyewaan Peralatan Konstruksi adalah Sertifikat Badan Usaha yang wajib dimiliki perusahaan rental alat berat seperti crane, excavator, concrete pump, dan compactor yang menyewakan peralatan kepada kontraktor lain. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Tanpa SBU ini, perusahaan Anda tidak bisa mengikuti tender resmi, dikenai PPh Final 4% (bukan 2,65%), dan berisiko sanksi administratif. Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil sebesar Rp8.000.000 — sudah termasuk biaya LSBU, KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi. Proses selesai dalam 5 hari kerja.
Apa Itu SBU PA001 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?
SBU PA001 adalah subklasifikasi Spesialis dalam kelompok Penyewaan Peralatan Konstruksi, mengacu pada KBLI 43905 (Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator). Sertifikat ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang terakreditasi LPJK melalui sistem lpjk.pu.go.id, dan data legalitasnya terintegrasi ke sistem OSS RBA.
Lingkup pekerjaan yang dicakup PA001 sangat luas: penyewaan mobile crane, tower crane, dan crawler crane beserta rigging equipment; penyewaan excavator berbagai kapasitas dan backhoe loader; penyewaan truck-mounted concrete pump, stationary pump, batching plant, dan mixer truck; penyewaan vibro roller, tandem roller, dan plate compactor; penyewaan sistem perancah modular (ringlock, cuplock, frame); penyewaan rig bored pile dan alat pancang hydraulic hammer; serta penyewaan forklift, dumptruck, asphalt finisher, dan grader.
Yang perlu dipahami: PA001 khusus untuk badan usaha yang menyewakan alat kepada pihak lain, bukan yang mengerjakan proyek konstruksi sendiri. Jika perusahaan Anda mengoperasikan excavator untuk mengerjakan galian tanah di proyek klien, Anda membutuhkan SBU PL004 Pekerjaan Tanah — bukan PA001. Jika menyewakan excavator tersebut kepada kontraktor lain dan kontraktor itu yang mengerjakan, maka PA001 adalah SBU yang tepat.
Perusahaan yang cocok mengajukan PA001 memenuhi kriteria berikut: menyewakan peralatan konstruksi berat kepada kontraktor lain, memiliki nilai aset peralatan minimal Rp5 miliar (untuk kualifikasi Spesialis), memiliki SKK PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7 yang terdaftar aktif di SIKI LPJK, memiliki minimal 2 peralatan utama yang tercatat di SIMPK, serta akan mengikuti tender penyewaan alat berat untuk proyek berskala besar. PA001 tidak cocok untuk penyewaan kendaraan non-konstruksi, pelaksanaan pekerjaan konstruksi langsung, atau pemasangan scaffolding sebagai pekerjaan spesialis (gunakan PL008).
Masa berlaku SBU PA001 adalah 3 tahun sejak tanggal terbit, dan perpanjangan wajib dilakukan sebelum masa berlaku habis agar status tidak non-aktif di sistem SIKI.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU PA001?
Banyak pelaku bisnis rental alat berat menganggap SBU PA001 hanya formalitas administrasi. Kenyataannya, ketiadaan SBU PA001 membawa konsekuensi finansial dan hukum yang sangat nyata berdasarkan regulasi terbaru PP 28/2025 dan UU 2/2017.
Konsekuensi pertama dan terbesar: tertutup dari pasar tender resmi. Seluruh tender penyewaan peralatan konstruksi yang dibiayai APBN, APBD, maupun proyek BUMN mensyaratkan vendor memiliki SBU PA001 aktif. Tanpa itu, dokumen penawaran Anda akan gugur pada tahap verifikasi kualifikasi. Dalam konteks bisnis rental alat berat, kehilangan satu tender crane untuk proyek gedung bertingkat saja bisa berarti kehilangan kontrak senilai Rp2–10 miliar.
Konsekuensi kedua: beban pajak lebih tinggi 1,35%. Perusahaan jasa konstruksi ber-SBU aktif dikenai PPh Final sebesar 2,65% atas nilai kontrak. Tanpa SBU, tarif naik menjadi 4%. Selisih 1,35% ini signifikan pada volume bisnis besar.
| Nilai Kontrak Rental | PPh Final Tanpa SBU (4%) | PPh Final Dengan SBU (2,65%) | Selisih Beban Pajak |
|---|---|---|---|
| Rp500.000.000 | Rp20.000.000 | Rp13.250.000 | Rp6.750.000 |
| Rp1.000.000.000 | Rp40.000.000 | Rp26.500.000 | Rp13.500.000 |
| Rp2.500.000.000 | Rp100.000.000 | Rp66.250.000 | Rp33.750.000 |
| Rp5.000.000.000 | Rp200.000.000 | Rp132.500.000 | Rp67.500.000 |
Dari tabel di atas, jelas bahwa pada kontrak Rp1 miliar saja, selisih PPh yang harus dibayar mencapai Rp13,5 juta — jauh melebihi biaya pengurusan SBU itu sendiri. Konsekuensi ketiga: perusahaan tidak dapat menjadi vendor resmi penyewaan alat untuk proyek pemerintah, sehingga hilang dari vendor list pemberi kerja besar. Konsekuensi keempat: risiko sanksi administratif berupa penghentian kegiatan usaha sesuai Pasal 85–87 UU 2/2017 jo PP 28/2025 apabila terbukti beroperasi tanpa izin yang sesuai. Segmen bisnis rental alat berat Indonesia sangat besar dan PA001 adalah pintu masuk resminya.
Apa Saja Syarat Dokumen SBU PA001 2026?
Persyaratan dokumen SBU PA001 diatur dalam Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Dokumen diunggah melalui portal SIKI LPJK dan diverifikasi oleh LSBU terakreditasi. Berikut daftar lengkap dokumen beserta kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan:
| No | Dokumen | Keterangan Teknis | Kesalahan Paling Sering |
|---|---|---|---|
| 1 | Akta pendirian dan perubahan terakhir | Disahkan Kemenkumham; pastikan bidang usaha mencakup penyewaan peralatan konstruksi | Akta perubahan tidak dilampirkan; bidang usaha tidak relevan |
| 2 | NIB dari OSS RBA (KBLI 43905) | Pastikan KBLI sudah dikonversi ke KBLI 2025; NIB harus mencantumkan KBLI 43905 | KBLI belum diperbarui; NIB masih KBLI lama |
| 3 | NPWP badan usaha aktif | Status wajib aktif, bukan non-efektif; konfirmasi di DJP Online | NPWP berstatus non-efektif karena tidak lapor SPT 2 tahun berturut-turut |
| 4 | Neraca keuangan dengan aset minimal Rp5 miliar | Kualifikasi Spesialis: aset minimal Rp5 M, wajib audit KAP bila aset di atas Rp2 M (kualifikasi Menengah ke atas) | Aset peralatan atas nama pribadi, bukan badan usaha; tidak ada laporan audit KAP padahal wajib |
| 5 | SKK PJTBU jenjang 8 aktif di SIKI | Tenaga tetap, tidak boleh merangkap di badan usaha lain secara bersamaan | PJTBU masih terdaftar di perusahaan lain; SKK sudah kedaluwarsa |
| 6 | SKK PJSKBU jenjang 7 aktif di SIKI | Tidak boleh merangkap; wajib terpisah dari PJTBU | Menggunakan orang yang sama untuk PJTBU dan PJSKBU |
| 7 | Minimal 2 peralatan utama terdaftar di SIMPK | Peralatan yang disewakan wajib tercatat di SIMPK; kepemilikan harus atas nama badan usaha atau ada perjanjian sewa yang sah | Peralatan belum terdaftar di SIMPK; kepemilikan atas nama pribadi tanpa surat sewa |
| 8 | Dokumen SMAP atau surat komitmen | ISO 37001, SMAP, PANCEK KPK min skor 70%, atau surat komitmen implementasi dalam 2 tahun | Tidak menyiapkan dokumen SMAP sama sekali; menganggap opsional padahal wajib |
| 9 | Rekaman pengalaman kerja di SIMPAN | Khusus permohonan perpanjangan; tidak dipersyaratkan untuk pengajuan baru | Pengalaman tidak diinput ke SIMPAN sehingga tidak terbaca sistem saat perpanjangan |
Satu hal yang wajib dipahami untuk PA001: pendaftaran peralatan di SIMPK adalah syarat kritis yang membedakan PA001 dari SBU lain. Peralatan harus terdaftar atas nama badan usaha. Jika aset masih atas nama pribadi, solusinya adalah balik nama ke perusahaan atau membuat perjanjian sewa peralatan yang sah dari pemilik pribadi ke badan usaha. Tanpa ini, permohonan pasti ditolak. Untuk panduan lebih detail tentang dokumen, lihat halaman syarat lengkap SBU PA001.
Berapa Biaya Pengurusan SBU PA001?
Pertanyaan yang paling sering kami terima adalah: "Berapa total biaya yang harus disiapkan untuk SBU PA001?" Jawabannya bergantung pada apakah Anda mengurus sendiri atau menggunakan layanan pengurusan profesional. Mari kita hitung dengan jujur.
Jika mengurus sendiri: biaya langsung yang harus Anda bayarkan ke LSBU, asosiasi (KTA), dan komponen resmi lainnya berkisar antara Rp4.850.000 hingga Rp6.100.000 untuk kualifikasi Kecil. Angka ini belum termasuk waktu yang Anda habiskan untuk memahami sistem SIKI LPJK, bolak-balik konsultasi, memperbaiki dokumen yang salah, menunggu antrean verifikasi, dan koordinasi dengan asosiasi. Berdasarkan pengalaman rata-rata, proses urus sendiri membutuhkan 30–45 hari kerja — dan itu pun jika tidak ada penolakan dokumen.
Paket pengurusan Mitra Konstruksi:
| Kualifikasi | Ekuitas Minimum | Biaya All-In Mitra Konstruksi | Target Selesai | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Kecil | Rp300.000.000 | Rp8.000.000 | 5 hari kerja | Termasuk biaya LSBU, KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi |
| Menengah | Rp2.000.000.000 | Rp12.000.000 – Rp15.000.000 | 7–10 hari kerja | Audit KAP wajib; penjualan tahunan min Rp2,5 M |
| Besar | Rp25.000.000.000 | Rp20.000.000 – Rp30.000.000 | 10–15 hari kerja | Audit KAP wajib; penjualan tahunan min Rp50 M |
| Spesialis | — | Rp8.000.000 – Rp12.000.000 | 5–7 hari kerja | Min 2 peralatan di SIMPK; PJTBU jenjang 8 |
Untuk kualifikasi Kecil, selisih antara urus sendiri (Rp4,85–6,1 juta) dan paket Mitra Konstruksi (Rp8 juta all-in) hanya Rp1.900.000 hingga Rp3.150.000. Dengan selisih itu, Anda menghemat 30–45 hari kerja, menghindari risiko penolakan yang memperpanjang proses, dan mendapatkan garansi penyelesaian dalam 5 hari kerja. Bagi badan usaha yang sedang mengincar tender dengan deadline tertentu, efisiensi waktu ini jauh lebih bernilai daripada selisih biaya tersebut. Lihat rincian lengkap di halaman biaya pengurusan SBU PA001.
Satu catatan penting: jangan bandingkan hanya angka nominalnya. Bandingkan total biaya termasuk nilai waktu Anda, potensi kehilangan tender karena keterlambatan, dan risiko salah prosedur yang membuat Anda harus mengulang dari awal.
Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU PA001 di Lapangan?
Teori selalu lebih mudah dari praktik. Berikut adalah kasus nyata dari klien kami yang memberikan pelajaran penting bagi siapa pun yang akan mengurus SBU PA001.
Kasus: PT rental alat berat, Balikpapan — Perpanjangan SBU PA001, Ekuitas Rp5 Miliar
Situasi: Perusahaan ini adalah kontraktor menengah yang juga menjalankan divisi rental alat berat. Ketika mengajukan perpanjangan SBU PA001, proses macet di tahap verifikasi dokumen kepemilikan peralatan. Daftar inventaris alat berat memang tersedia, namun sebagian besar dokumen kepemilikan — STNK alat, faktur pembelian, dan BPKB — masih atas nama direktur perusahaan secara pribadi, bukan atas nama badan usaha.
Ini bukan kasus langka. Banyak pengusaha rental alat berat membeli peralatan dari kantong pribadi di masa awal bisnis, tanpa memisahkan kepemilikan secara legal. Saat bisnis berkembang dan SBU diperlukan, masalah kepemilikan aset ini menjadi batu sandungan.
Tindakan yang dilakukan: Tim kami menginventarisasi seluruh peralatan dan mengklasifikasikannya. Peralatan yang memungkinkan, diproses balik nama ke atas badan usaha. Untuk peralatan yang tidak bisa dibalik nama dalam waktu singkat, kami menyusun perjanjian sewa peralatan yang sah secara hukum antara direktur sebagai pemilik pribadi dengan badan usaha sebagai penyewa — dokumen ini diterima LSBU sebagai bukti penguasaan peralatan yang valid.
Hasil: SBU PA001 berhasil diterbitkan dalam 5 hari kerja setelah kelengkapan dokumen terpenuhi. Perusahaan langsung dapat mengikuti tender penyewaan crane untuk proyek pembangunan kilang di Balikpapan.
Pelajaran utama dari kasus ini: Sejak hari pertama membangun bisnis rental alat berat, pastikan seluruh aset peralatan tercatat atas nama badan usaha — bukan nama pribadi. Pisahkan aset perusahaan dan aset pribadi secara hukum sejak awal. Jika sudah terlanjur campur, segera konsultasikan solusinya sebelum mengajukan SBU. Kendala lain yang sering muncul bisa Anda pelajari di artikel kendala umum pengurusan SBU PA001.
Dalam 5–8 permohonan PA001 yang kami tangani setiap bulan, isu kepemilikan aset dan ketidaksesuaian KBLI di NIB adalah dua penyebab penundaan yang paling sering kami temui. Keduanya sepenuhnya dapat dicegah dengan persiapan yang tepat.
Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU PA001?
Berdasarkan konsultasi yang kami terima setiap bulan, berikut adalah pertanyaan yang paling sering muncul seputar SBU PA001, dilengkapi jawaban langsung berdasarkan regulasi PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.
Apa itu SBU PA001 secara singkat?
PA001 adalah SBU Spesialis untuk jasa penyewaan peralatan konstruksi — crane, excavator, concrete pump, compactor, scaffolding, dan alat berat lainnya — yang disewakan kepada kontraktor pihak lain. Dasar KBLI-nya adalah 43905 (Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator). Nilai aset minimum untuk kualifikasi Spesialis adalah Rp5 miliar.
Apa perbedaan PA001 dengan SBU untuk pelaksana konstruksi?
PA001 untuk bisnis rental murni: Anda menyewakan alat kepada kontraktor lain, dan kontraktor itu yang mengerjakan proyek. Jika perusahaan Anda yang mengerjakan sendiri — misalnya mengoperasikan concrete pump untuk pekerjaan pengecoran klien — Anda membutuhkan SBU pelaksana seperti KK012 (Pekerjaan Struktur Beton), bukan PA001. Dua model bisnis ini membutuhkan SBU yang berbeda dan tidak bisa saling menggantikan.
Apakah rental crane dan tower crane masuk lingkup PA001?
Ya, sepenuhnya. Penyewaan mobile crane, tower crane, crawler crane, dan seluruh rigging equipment kepada kontraktor lain adalah inti lingkup PA001. Ini termasuk penyewaan dengan atau tanpa operator.
Berapa nilai aset minimum yang diperlukan?
Untuk kualifikasi Spesialis (yang paling relevan untuk PA001), nilai aset minimum adalah Rp5 miliar. Angka ini mencerminkan kepemilikan peralatan yang disewakan. Untuk kualifikasi Kecil, ekuitas minimum Rp300 juta dengan 1 peralatan di SIMPK; Menengah Rp2 miliar dengan 2 peralatan dan audit KAP wajib; Besar Rp25 miliar dengan 3 peralatan.
Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk PA001?
Untuk kualifikasi Spesialis: PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7. Keduanya harus aktif di SIKI LPJK sebagai tenaga tetap badan usaha dan tidak boleh merangkap di perusahaan lain secara bersamaan.
Apakah perusahaan baru bisa mengajukan PA001?
Bisa, namun syarat aset Rp5 miliar tetap berlaku. Dalam praktiknya, perusahaan yang baru berdiri biasanya sudah memiliki armada peralatan terlebih dahulu sebelum mengajukan SBU. Jika aset sudah terpenuhi dan dokumen lengkap, status baru atau lama perusahaan tidak menjadi penghalang — yang penting NPWP aktif, NIB mencantumkan KBLI 43905, dan peralatan sudah terdaftar di SIMPK.
Apa saja perbandingan kode SBU yang sering tertukar dengan PA001?
| Kode SBU | Nama | Perbedaan Utama dari PA001 | Kapan Memilih Ini |
|---|---|---|---|
| PL008 | Pemasangan Perancah (Steiger) | Mengerjakan pemasangan scaffolding sebagai pekerjaan spesialis konstruksi | Bila bisnis Anda memasang scaffolding di proyek; bukan hanya menyewakan material scaffold |
| KK001 | Pondasi Konstruksi | Melaksanakan pekerjaan pondasi secara langsung | Bila mengerjakan bored pile sendiri; PA001 bila hanya menyewakan rig bored pile |
| KK012 | Pekerjaan Struktur Beton | Melaksanakan pekerjaan beton, bukan hanya menyewakan concrete pump | Bila mengerjakan pengecoran beton; PA001 bila hanya menyewakan concrete pump |
| PL004 | Pekerjaan Tanah | Melaksanakan galian dan pekerjaan tanah secara langsung | Bila mengerjakan galian; PA001 bila hanya menyewakan excavator kepada kontraktor lain |
Pemilihan kode SBU yang tepat sangat penting karena salah kode berarti proses verifikasi akan ditolak sejak awal. Jika Anda menjalankan kedua model bisnis — rental sekaligus pelaksana — Anda perlu memiliki lebih dari satu SBU. Tim kami dapat membantu menganalisis struktur bisnis Anda dan menentukan kombinasi SBU yang paling tepat dan efisien.
Siap mengurus SBU PA001 untuk bisnis rental alat berat Anda? Tim Mitra Konstruksi telah menangani 5–8 permohonan SBU PA001 setiap bulan. Konsultasi gratis, proses transparan, selesai 5 hari kerja. Hubungi kami sekarang untuk analisis kesiapan dokumen Anda — gratis tanpa komitmen.
Hubungi via WhatsApp — Konsultasi GratisRingkasan poin kunci
- 1SBU PA001 wajib untuk bisnis rental alat berat berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, KBLI 43905
- 2Tanpa PA001: tertutup dari tender resmi, PPh Final 4% bukan 2,65%, risiko sanksi administratif UU 2/2017
- 3Syarat utama: ekuitas Rp300 juta (Kecil), SKK PJTBU jenjang 6, PJSKBU jenjang 5, minimal 1 peralatan di SIMPK
- 4Aset peralatan wajib atas nama badan usaha — bukan atas nama pribadi — agar valid di SIMPK
- 5Urus sendiri: Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja; paket all-in Mitra Konstruksi: Rp8.000.000 selesai 5 hari
- 6PA001 khusus untuk penyewa alat, bukan pelaksana pekerjaan; bila mengerjakan sendiri gunakan SBU sesuai jenis pekerjaan
Artikel pendukung
Syarat SBU PA001 2026 Terbaru: Dokumen, Ekuitas, dan SKK Lengkap
Pengurusan SBU PA001 untuk jasa penyewaan peralatan konstruksi (KBLI 43905) mewajibkan pemenuhan 9 dokumen utama melalui SIKI LPJK, SIMPK, dan SIMPAN. Berdasarkan Permen PU 6/2025 dan PP 28/2025, integrasi peralatan di SIMPK serta keaktifan SKK PJTBU/PJSKBU menjadi faktor penentu kelulusan verifikasi.
Biaya Pengurusan SBU PA001 2026 & Syarat KBLI 43905 Terbaru
Biaya pengurusan SBU PA001 2026 KBLI 43905 kualifikasi Kecil di Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000 all-in selesai 5 hari kerja. Dibandingkan urus mandiri senilai Rp4.850.000–Rp6.100.000 yang memakan waktu 30–45 hari kerja, paket ini memangkas birokrasi, menghemat PPh final menjadi 1,75%, serta mencegah sanksi PP 28/2025.
Kendala Pengurusan SBU PA001 Penyewaan Alat Konstruksi
Mengatasi kendala pengurusan SBU PA001 (Penyewaan Peralatan Konstruksi KBLI 43905) kini menjadi krusial pasca berlakunya PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025. Hambatan utama yang sering menggagalkan permohonan pada sistem SIKI LPJK dan OSS RBA adalah ketidakvalidan data kepemilikan alat berat di SIMPK (Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi) serta ketidaksesuaian kualifikasi SKK PJTBU/PJSKBU. Banyak badan usaha gagal karena aset alat berat masih atas nama pribadi, bukan atas nama perseroan. Mitra Konstruksi hadir sebagai solusi instan. Dibandingkan mengurus mandiri dengan biaya resmi LSBU dan iuran asosiasi sebesar Rp4.850.000 hingga Rp6.100.000 yang memakan waktu 30 hingga 45 hari kerja, kami menawarkan paket pengurusan lengkap all-in kualifikasi Kecil seharga Rp8.000.000 yang selesai hanya dalam 5 hari kerja. Selisih biaya yang berkisar antara Rp1.900.000 hingga Rp3.150.000 ini membebaskan Anda dari risiko kegagalan verifikasi dokumen SMAP, sinkronisasi SIMPAN, dan sanksi denda administratif akibat keterlambatan kepemilikan SBU resmi.
Beda SBU PA001 dan Subklasifikasi Terkait 2026 Terbaru
Perbedaan SBU PA001 (Penyewaan Peralatan Konstruksi KBLI 43905) dengan subklasifikasi spesialis lainnya seperti PL008, KK001, KK012, dan PL004 terletak pada batasan kontrak kerja. SBU PA001 murni untuk penyewaan alat berat dengan atau tanpa operator, sedangkan subklasifikasi spesialis mencakup tanggung jawab metode kerja fisik konstruksi di lapangan. Memilih kode SBU yang salah dapat membatalkan kemenangan tender atau memicu sanksi denda administratif hingga pengenaan tarif PPh Final 4% yang merugikan arus kas perusahaan Anda. Mitra Konstruksi hadir memberikan solusi pengurusan cepat 5 hari kerja.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu SBU PA001 dan siapa yang wajib memilikinya?
Berapa ekuitas minimum untuk SBU PA001 kualifikasi Kecil?
Apa beda PA001 dengan SBU pekerjaan konstruksi seperti KK001 atau KK012?
Apakah peralatan harus atas nama perusahaan untuk daftarkan di SIMPK?
Berapa lama proses pengurusan SBU PA001 melalui Mitra Konstruksi?
Apakah perusahaan baru yang belum punya pengalaman bisa mengajukan PA001?
Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:
Diskusikan kasus badan usaha Anda
Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

