Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU AT001 Pengujian Analisis Teknis Geologi Geofisika 2026

Ilustrasi panduan Panduan SBU AT001 Pengujian Analisis Teknis Geologi Geofisika 2026 — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
41 menit baca
SBU AT001 adalah Sertifikat Badan Usaha untuk Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia — wajib dimiliki badan usaha yang mengerjakan pengujian batuan, analisis geokimia, evaluasi geohazard, dan pengujian geofisika bawah permukaan untuk proyek konstruksi. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Tanpa AT001, badan usaha tidak dapat mengikuti tender pengujian geologi dari BBWS, PUPR, maupun proyek infrastruktur besar. Biaya pengurusan mandiri berkisar Rp4.850.000–Rp6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja. Mitra Konstruksi menawarkan paket all-in Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil — sudah mencakup biaya resmi LSBU, KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi — selesai dalam 5 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000 untuk menghemat satu bulan penuh waktu operasional Anda.

SBU AT001 adalah Sertifikat Badan Usaha subklasifikasi Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia — diterbitkan berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025 untuk badan usaha jasa konstruksi dengan KBLI 71109. Jika perusahaan Anda mengerjakan pengujian sampel batuan, analisis geokimia tanah, pengujian geofisika bawah permukaan, atau evaluasi geohazard untuk proyek infrastruktur, SBU AT001 adalah syarat mutlak untuk mengikuti tender pemerintah maupun swasta. Biaya pengurusan lengkap all-in kualifikasi Kecil bersama Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000 — sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Bukan biaya jasa yang terpisah dari komponen lain. Proses dijamin selesai dalam 5 hari kerja.

Apa Itu SBU AT001 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU AT001 adalah sertifikat klasifikasi jasa konstruksi spesifik untuk subklasifikasi Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia. Sertifikat kelayakan ini secara resmi diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang telah terakreditasi oleh pemerintah, kemudian dicatat secara elektronik di dalam sistem SIKI LPJK pada portal resmi lpjk.pu.go.id. Sertifikat ini juga harus terintegrasi penuh dengan SIMPK (Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi) serta OSS RBA. Landasan hukum utama yang mengatur kewajiban ini adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan secara teknis diatur dalam SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang melekat dan diwajibkan untuk SBU AT001 adalah 71109 — Aktivitas Enjinering dan Konsultansi Teknis Terkait Lainnya. Perusahaan wajib memastikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari OSS RBA sudah memuat KBLI 71109 dalam versi KBLI 2025 yang terbaru sebelum permohonan sertifikasi diajukan ke LSBU.

Apa saja yang tercakup secara detail dalam lingkup kerja AT001?

Berdasarkan regulasi terbaru, AT001 mencakup 7 kelompok pekerjaan laboratorium dan analisis kritis berikut ini yang sangat krusial dalam tahapan pra-konstruksi:

  • Pengujian dan analisis sampel batuan dan tanah: Meliputi deskripsi petrografi mendalam, analisis mineralogi, dan uji fisik batuan di laboratorium untuk memastikan daya dukung material terhadap beban konstruksi berat.
  • Analisis geokimia tanah dan air tanah: Meneliti kadar pH, tingkat konduktivitas, kandungan logam berat, dan berbagai parameter geokimia relevan untuk memprediksi potensi korosi pada pondasi baja atau degradasi beton.
  • Pengujian geofisika bawah permukaan: Pemrosesan dan analisis data hasil uji geolistrik, survei seismik, Ground Penetrating Radar (GPR), dan metode geofisika lainnya untuk karakterisasi lapisan bawah permukaan secara presisi.
  • Evaluasi dan interpretasi data geologi: Melakukan interpretasi komprehensif terhadap data bor, log bor, dan data stratigrafi lapangan guna mendukung perancangan pondasi tiang pancang, bore pile, maupun infrastruktur bawah tanah.
  • Pengujian kualitas material alam untuk konstruksi: Uji kelayakan laboratorium untuk batu quarry, pasir, agregat, dan material alam lainnya guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi standar sebagai material konstruksi utama.
  • Analisis risiko geologi dan geohazard: Evaluasi ilmiah terhadap potensi bahaya geologi seperti kerentanan likuefaksi, pergerakan tanah (landslide), dan ekspansivitas tanah lempung yang sangat menentukan desain struktur tahan gempa.
  • Sertifikasi dan pelaporan hasil uji geologi: Penyusunan laporan akhir pengujian geologi dan geoteknik yang bersifat legal dan bersertifikat, yang nantinya digunakan sebagai prasyarat utama dalam pengurusan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan pelaksanaan konstruksi.

Apa saja pekerjaan yang BUKAN merupakan lingkup AT001?

Sangat banyak pelaku usaha yang salah menafsirkan lingkup kerja ini. Empat jenis pekerjaan berikut sering dikira masuk ke dalam AT001, padahal secara tegas mensyaratkan kode subklasifikasi yang berbeda:

  • Survei geologi lapangan secara langsung (pemetaan permukaan) → wajib menggunakan IT001.
  • Pelaksanaan pengeboran geoteknik di lapangan (sondir, boring) → wajib menggunakan PL007 atau KK010.
  • Pengujian mutu material hasil pekerjaan konstruksi seperti kuat tekan beton dan kuat tarik baja → wajib menggunakan AT003.
  • Kegiatan eksplorasi untuk kepentingan pertambangan mineral dan batubara → bukan merupakan lingkup SBU jasa konstruksi, melainkan tunduk pada regulasi Kementerian ESDM.

Bagi badan usaha yang model bisnisnya mengerjakan survei lapangan sekaligus memiliki laboratorium analisis sendiri, kami sangat menyarankan untuk mengajukan SBU AT001 dan IT001 secara bersamaan. Proses pengurusan kedua kode ini bisa berjalan paralel tanpa saling menghambat. Untuk memahami detail perbedaan kode ini, Anda dapat merujuk ke halaman syarat SBU AT001 yang kami sediakan.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU AT001?

Menunda atau mengabaikan kewajiban memiliki SBU AT001 bukanlah sekadar masalah ketidaklengkapan administrasi biasa. Terdapat lima konsekuensi hukum dan finansial yang sangat nyata, yang akan langsung berdampak pada stabilitas pendapatan dan legalitas operasional perusahaan Anda di mata hukum dan instansi pajak.

Lima risiko fatal yang wajib Anda ketahui sebagai direktur perusahaan

  1. Tidak dapat mengikuti tender pengujian geologi proyek infrastruktur. Seluruh paket pengujian geologi dan geofisika dari kementerian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), proyek bendungan strategis nasional, dan infrastruktur besar lainnya secara eksplisit mensyaratkan bukti kepemilikan SBU AT001 yang aktif terverifikasi di dokumen lelang LPSE.
  2. Tidak dapat menjadi laboratorium geologi bersertifikat yang diakui. Layanan pengujian laboratorium geologi untuk keperluan konstruksi yang invoice-nya dapat ditagihkan secara sah ke pemilik proyek (Owner) mensyaratkan AT001 sebagai bukti kompetensi dan kelayakan laboratorium.
  3. Kehilangan akses ke paket uji material geologi pada proyek skala besar. Proyek vital seperti pembangunan bendungan, terowongan MRT, jalan tol, dan infrastruktur nasional lainnya mutlak mensyaratkan bahwa pengujian geoteknik dan geologi harus dilakukan oleh laboratorium bersertifikat AT001.
  4. Risiko sanksi administratif berdasarkan UU 2/2017 jo. PP 28/2025. Mengerjakan pekerjaan jasa konstruksi, termasuk di dalamnya pengujian laboratorium geologi konstruksi, tanpa memiliki SBU yang valid dapat dikenai sanksi administratif yang berat, mulai dari surat peringatan, denda finansial, hingga penghentian paksa kegiatan usaha oleh pihak berwenang.
  5. Tidak dapat bermitra dalam konsorsium investigasi geoteknik. Tim investigasi geoteknik untuk proyek berskala raksasa selalu membutuhkan kolaborasi. Konsorsium tersebut diwajibkan memiliki minimal satu anggota (perusahaan) yang bertindak sebagai laboratorium bersertifikat AT001. Tanpa ini, Anda tidak akan diajak bergabung dalam konsorsium menguntungkan tersebut.

Simulasi kerugian finansial akibat beban pajak tambahan tanpa SBU aktif

Selain kehilangan proyek, beroperasi tanpa SBU AT001 yang aktif akan membuat perusahaan Anda kehilangan margin keuntungan akibat pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Final yang jauh lebih besar oleh pihak pemberi kerja.

Kondisi Legalitas Perusahaan Nilai Kontrak Pengujian Tarif Potongan PPh Final Beban Pajak yang Dipotong
Memiliki SBU AT001 aktif di SIKI LPJK Rp500.000.000 2,65% Rp13.250.000
Tanpa SBU / SBU kedaluwarsa / SBU tidak valid Rp500.000.000 4% Rp20.000.000
Selisih kerugian mutlak per kontrak — — Rp6.750.000

Mari kita cermati tabel di atas secara saksama. Dari satu kontrak senilai Rp500 juta saja, selisih PPh Final yang hilang menguap begitu saja adalah Rp6.750.000 — angka ini hampir setara dengan total biaya pengurusan SBU kualifikasi Kecil itu sendiri secara all-in. Jika dalam satu tahun perusahaan Anda menangani total kontrak senilai Rp2 miliar tanpa SBU, selisih kerugian pajaknya mencapai Rp27.000.000. Ini adalah kebocoran finansial yang seharusnya bisa dengan mudah dihindari dengan mengurus SBU AT001 sejak awal.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU AT001 2026?

Proses permohonan SBU sering kali terhambat berminggu-minggu hanya karena kesalahan elementer pada kelengkapan dokumen. Berikut adalah checklist lengkap dokumen persyaratan SBU AT001 berdasarkan regulasi mutakhir PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025. Perhatikan kolom "Kesalahan Umum" agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan oleh ratusan pemohon lainnya.

No Nama Dokumen Syarat Keterangan dan Ketentuan Spesifik Kesalahan Umum yang Menyebabkan Penolakan
1 Akta pendirian dan akta perubahan terakhir badan usaha Harus dilampirkan beserta SK Pengesahan dari Kemenkumham. Akta perubahan terbaru belum terdaftar secara sah di sistem AHU Online Kemenkumham.
2 NIB dari OSS RBA yang memuat KBLI 71109 Pastikan KBLI yang tertera sudah dikonversi ke KBLI versi 2025. KBLI masih menggunakan versi lama atau terdaftar di KBLI 71102 yang tidak sesuai lingkup.
3 NPWP badan usaha aktif Status wajib pajak harus aktif, tidak ada tunggakan mencurigakan. Status NPWP Non-Efektif (NE) di sistem DJP karena laporan SPT tahunan terlambat atau tidak dilaporkan.
4 Neraca keuangan badan usaha Ekuitas minimum Rp100 juta untuk Kecil. Wajib Audit KAP jika nilai aset melebihi Rp250 juta. Neraca dibuat asal-asalan dan tidak memperlihatkan ekuitas bersih positif yang memenuhi syarat minimum kualifikasi.
5 SKK PJTBU jenjang 7 yang aktif di SIKI LPJK Berstatus sebagai tenaga tetap perusahaan, tidak boleh merangkap di badan usaha lain. Sertifikat SKK sudah kedaluwarsa atau nama tenaga ahli masih terdaftar aktif di perusahaan lama tanpa proses pencabutan.
6 SKK PJSKBU jenjang 6–7 yang aktif di SIKI Minimal 1 orang, tidak boleh merangkap, harus sesuai dengan subklasifikasi. PJSKBU masih berstatus merangkap di badan usaha lain yang belum dilepas secara resmi di sistem.
7 Data tenaga ahli geologi dan geofisika bersertifikat Tidak memerlukan penginputan peralatan berat/laboratorium di dalam SIMPK. Pemohon kebingungan dan menunda pengajuan karena mengira wajib input data seluruh peralatan lab ke SIMPK — padahal ini sama sekali tidak diperlukan.
8 Dokumen Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) atau surat komitmen Bisa berupa Sertifikat ISO 37001, Dokumen SMAP internal, atau surat komitmen sesuai format LSBU. Surat komitmen SMAP diwakilkan penandatanganannya dan tidak ditandatangani langsung oleh direktur utama di atas materai.
9 Rekaman pengalaman pengujian geologi di SIMPAN Khusus untuk perpanjangan SBU. Syarat penjualan tahunan tidak dipersyaratkan untuk pengajuan SBU baru. Permohonan SBU baru salah dinput di sistem portal perizinan sehingga diproses sebagai perpanjangan yang meminta data masa lalu.

Apa saja syarat detail jenjang SKK untuk setiap tingkatan kualifikasi?

Memilih kualifikasi yang tepat sangat bergantung pada modal disetor dan ketersediaan tenaga ahli bersertifikat (SKK). Berikut rinciannya:

Kualifikasi SBU Syarat Ekuitas Minimum Syarat Penjualan Tahunan Minimum Jenjang SKK PJTBU Minimum Jenjang SKK PJSKBU Minimum Kewajiban Audit KAP Masa Berlaku SBU
Kecil Rp100.000.000 Tidak dipersyaratkan (pengajuan baru) Jenjang 7 Jenjang 6 Tidak wajib (kecuali aset > Rp250 juta) 3 tahun
Menengah Rp250.000.000 Rp1.000.000.000 Jenjang 8 Jenjang 7 Wajib diaudit Kantor Akuntan Publik 3 tahun
Besar Rp500.000.000 Rp2.500.000.000 Jenjang 9 Jenjang 8 Wajib diaudit Kantor Akuntan Publik 3 tahun
Spesialis Tidak dipersyaratkan secara khusus Tidak dipersyaratkan secara khusus Jenjang 7 Jenjang 7 Tidak wajib 3 tahun

Satu catatan yang sangat penting dan krusial: Untuk AT001, sistem tidak mensyaratkan input peralatan di SIMPK maupun SIMPAN. Banyak konsultan amatir yang memaksa kliennya mendata mikroskop, oven lab, atau alat uji tekan ke dalam SIMPK. Padahal, meskipun sebuah laboratorium geologi di dunia nyata memerlukan banyak peralatan fisik yang mahal, regulasi konstruksi saat ini hanya mensyaratkan eksistensi dan kompetensi tenaga ahli geologi bersertifikat sebagai pondasi penerbitan SBU — bukan inventaris peralatan laboratorium. Anda bisa menghemat waktu berhari-hari dengan mengetahui fakta ini.

Untuk mempelajari detail teknis yang lebih mendalam mengenai hambatan-hambatan spesifik di lapangan, kami telah menyusun panduan resolusi masalah di halaman kendala SBU AT001.

Berapa Biaya Pengurusan SBU AT001?

Kami sangat memahami bahwa anggaran adalah faktor penentu. Banyak badan usaha yang pada awalnya memilih untuk mengurus sendiri proses sertifikasi ini dengan asumsi bisa menghemat jutaan rupiah, tanpa memperhitungkan biaya siluman, ongkos transportasi, dan terlebih lagi, biaya dari hilangnya waktu produktif. Berikut adalah transparansi perbandingan biaya secara jujur antara jalur mengurus sendiri berhadapan langsung dengan birokrasi, dibandingkan dengan memanfaatkan layanan paket all-in dari Mitra Konstruksi.

Berapa rincian biaya jika Anda memutuskan untuk mengurus sendiri?

Mengurus sendiri bukan berarti gratis. Ada retribusi resmi dan kewajiban iuran yang wajib dibayarkan ke berbagai instansi independen.

Komponen Biaya Jika Urus Sendiri Estimasi Biaya yang Dikeluarkan
Biaya resmi sertifikasi LSBU terakreditasi Rp2.500.000 – Rp3.500.000
Iuran keanggotaan (KTA) asosiasi perusahaan Rp1.500.000 – Rp1.800.000
Biaya administrasi portal, materai, dan legalisasi notaris Rp850.000 – Rp800.000
Total proyeksi biaya resmi murni Rp4.850.000 – Rp6.100.000
Estimasi waktu penyelesaian (trial and error) 30–45 hari kerja (bisa lebih jika ditolak)

Berapa harga paket pengurusan all-in dari Mitra Konstruksi?

Paket layanan kami dirancang khusus agar direktur dan tim administrasi Anda tidak perlu dipusingkan dengan revisi dokumen atau antrean portal OSS RBA. Semua sudah kami integrasikan dalam satu harga pas yang transparan.

Tingkat Kualifikasi Biaya Pengurusan All-In Mitra Konstruksi Jaminan Waktu Selesai Cakupan Fasilitas Layanan (Sudah Termasuk)
Kecil Rp8.000.000 5 hari kerja Biaya resmi LSBU + Iuran KTA + biaya administrasi portal + seluruh koordinasi pengurusan tanpa biaya tersembunyi.
Menengah Rp12.000.000 – Rp15.000.000 7–10 hari kerja Semua fasilitas Kualifikasi Kecil, ditambah koordinasi penyusunan dan verifikasi syarat audit KAP serta sinkronisasi sistem SIMPK.
Besar Rp20.000.000 – Rp30.000.000 Dikonfirmasi saat konsultasi Full koordinasi tingkat tinggi multi-lembaga, penanganan dokumen ekuitas raksasa, dan prioritas layanan eksklusif.
Spesialis Rp8.000.000 – Rp12.000.000 5–7 hari kerja Biaya resmi LSBU + KTA + penyesuaian khusus kriteria spesialis di SIKI LPJK.

Mari kita melakukan kalkulasi bisnis yang realistis. Untuk kualifikasi Kecil, selisih antara mengurus sendiri (sekitar Rp4.850.000–6.100.000) dengan menyerahkan sepenuhnya pada paket pengurusan Mitra Konstruksi (Rp8.000.000) hanyalah sebesar Rp1.900.000–3.150.000. Pertanyaannya, apakah selisih angka tersebut sepadan dengan beban stres dan terbuangnya waktu produktif selama 30 hingga 45 hari kerja? Waktu satu bulan tersebut jauh lebih berharga jika dialokasikan untuk memenangkan tender dan mengeksekusi proyek di lapangan. Hitung sendiri: berapa nilai potensi pendapatan dari satu kontrak pengujian geologi yang terlewat atau hangus hanya karena SBU Anda belum kunjung terbit dari LSBU akibat bolak-balik revisi dokumen?

Analisis tajam mengenai rasionalisasi biaya per komponen dapat Anda temukan selengkapnya di halaman biaya SBU AT001 kami.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU AT001 di Lapangan?

Sebagai konsultan senior, kami menangani rata-rata 5–8 permohonan SBU secara spesifik setiap bulannya. Agar Anda mendapat gambaran yang utuh, berikut adalah satu rekam jejak studi kasus konkret yang merepresentasikan proses kerja kami yang efisien dan tanpa kompromi.

Studi Kasus: Pengurusan SBU CV Konsultan Geoteknik Skala Kecil di Bandung

Situasi Awal: Sebuah CV berbasis di Bandung dengan catatan ekuitas di neraca sebesar Rp345 juta bermaksud mengajukan permohonan baru untuk SBU AT001 kualifikasi Kecil. Mengingat ini adalah badan usaha yang baru berekspansi ke layanan laboratorium, mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman sebelumnya yang tercatat di sistem SIMPAN. Sesuai regulasi terbaru, kami mengkonfirmasi bahwa rekam jejak pengalaman memang tidak dipersyaratkan untuk sebuah pengajuan permohonan baru.

Kondisi Verifikasi Dokumen Pra-Pengajuan: Filosofi kerja Mitra Konstruksi adalah pencegahan masalah di hulu. Semua dokumen disiapkan dan dikurasi secara ketat sebelum tombol submit ditekan. Akta pendirian dipastikan terhubung dengan AHU; NIB dipastikan telah mencantumkan KBLI 71109 (dan sudah melalui konversi tuntas ke sistem KBLI 2025); neraca keuangan divalidasi memperlihatkan nilai ekuitas murni di atas ambang batas Rp100 juta; SKK PJTBU jenjang 7 dikonfirmasi aktif di SIKI LPJK; SKK PJSKBU jenjang 6 dipastikan aktif dan berdiri tunggal; serta surat pernyataan komitmen Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) telah ditandatangani basah oleh direktur utama di atas materai sah.

Titik Kritis yang Diselesaikan: Tim ahli kami menemukan fakta dari pengecekan silang bahwa PJSKBU yang diusulkan sempat terdaftar di proyek perusahaan lain dua tahun lalu. Kami memverifikasi dan memastikan pemutusan status aktif di badan usaha lama melalui portal SIKI LPJK selesai secara sempurna sebelum dokumen permohonan SBU AT001 diajukan. Status ganda tenaga ahli ini adalah titik gagal paling umum yang sering menjegal permohonan kualifikasi Kecil hingga memakan waktu berbulan-bulan.

Hasil Eksekusi: Karena verifikasi dokumen awal mencapai tingkat keakuratan 100%, SBU AT001 kualifikasi Kecil untuk CV tersebut berhasil terbit gemilang hanya dalam waktu 5 hari kerja. Tidak ada satupun dokumen yang dikembalikan (return) oleh asesor LSBU atau diminta untuk diperbaiki. Pada minggu berikutnya, CV tersebut sudah bisa dengan percaya diri mendaftar sebagai peserta lelang sah untuk paket pengujian geologi jalan tol di sistem e-procurement LPSE.

Pelajaran Kunci: Kecepatan pengurusan SBU berbanding lurus dan absolut dengan tingkat keabsahan serta kelengkapan dokumen di hari pertama pengajuan. Dengan metodologi verifikasi awal yang presisi dan sistematis dari Mitra Konstruksi, jargon "selesai 5 hari kerja" bukanlah sekadar janji pemasaran kosong — ini adalah standar operasional (SOP) harian kami yang sepenuhnya dapat direplikasi untuk perusahaan Anda.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU AT001?

Apa itu SBU AT001 jika dijelaskan secara singkat dan padat?

Secara definitif, SBU AT001 adalah Sertifikat Badan Usaha khusus jasa pengujian dan analisis teknis geologi, geofisika, dan geokimia dalam ranah konstruksi — yang aktivitas utamanya mencakup pengujian kekuatan batuan di laboratorium, analisis sampel geokimia tanah, hingga evaluasi risiko geohazard terstruktur. Kode KBLI yang mengikat layanan ini adalah 71109. SBU ini diterbitkan berlandaskan payung hukum PP 28/2025 dan secara resmi dicatat dalam database nasional SIKI LPJK.

Apa beda mendasar antara AT001 dan IT001?

Perbedaannya terletak pada lokasi dan sifat pekerjaan. IT001 dikhususkan untuk aktivitas survei geologi yang dilakukan secara langsung di lapangan serta penyusunan dokumen prospektus geologi awal. Sebaliknya, AT001 diperuntukkan bagi pengujian fisik dan analisis material geologi yang dilakukan di laboratorium menggunakan sampel yang diambil dari lapangan. Jika entitas bisnis Anda menyediakan layanan terpadu hulu ke hilir (mengambil sampel di lapangan lalu mengujinya di lab internal), Anda diwajibkan mengajukan kedua kode subklasifikasi ini secara sekaligus dan bisa diproses secara paralel.

Apakah analisis potensi likuefaksi benar-benar masuk lingkup AT001?

Ya, sangat tepat. Seluruh evaluasi potensi likuefaksi yang dirumuskan berdasarkan pemrosesan data uji geologi laboratorium secara sah masuk ke dalam lingkup AT001. Hal ini mencakup proses perumusan analisis gradasi butiran tanah halus, penentuan batas-batas konsistensi Atterberg, dan interpretasi komputasional terhadap data CPT/SPT lapangan guna menghasilkan laporan penilaian risiko likuefaksi terstandar untuk titik lokasi rencana konstruksi bangunan tahan gempa.

Berapa jenjang SKK yang secara spesifik wajib dimiliki untuk AT001 kualifikasi Kecil?

Untuk menembus syarat kualifikasi Kecil, perusahaan wajib mengikat kontrak kerja dengan tenaga ahli yang memegang Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) berjenjang spesifik: minimal satu orang PJTBU dengan SKK jenjang 7 dan minimal satu orang PJSKBU dengan SKK jenjang 6. Kedua individu ini wajib berstatus sebagai tenaga tetap yang terekam di sistem SIKI LPJK dan dilarang keras merangkap jabatan atau tercatat aktif di badan usaha jasa konstruksi lainnya pada detik permohonan diajukan.

Apakah pemohon AT001 perlu mendaftarkan dan menginput peralatan laboratorium di sistem SIMPK?

Sama sekali tidak perlu. Merupakan sebuah miskonsepsi umum bahwa laboratorium geologi fisik yang dipenuhi peralatan uji canggih harus mendaftarkan asetnya di portal pemerintah. Faktanya, regulasi pelaksanaan PP 28/2025 hanya menitikberatkan persyaratan pada sertifikasi kompetensi tenaga ahli (SKK) untuk subklasifikasi AT001 — bukan keharusan menyertakan inventaris peralatan laboratorium ke dalam aplikasi SIMPK atau SIMPAN. Aturan pendaftaran inventaris alat berat hanya diberlakukan secara ketat pada SBU kategori pelaksana konstruksi fisik, bukan pada entitas penguji laboratorium.

Bisakah pengajuan AT001 dan IT001 diproses secara bersamaan dalam satu waktu?

Tentu saja bisa, dan ini justru praktik yang sangat direkomendasikan. Kedua subklasifikasi tersebut dapat diproses secara paralel dan harmonis oleh LSBU karena masih melekat erat pada payung badan usaha yang sama. IT001 akan mengakomodasi aspek keabsahan legal survei lapangan perusahaan Anda, sementara AT001 memberikan dasar hukum yang kuat untuk aktivitas analisis laboratorium. Secara historis, badan usaha spesialis investigasi geoteknik yang bonafide umumnya selalu memegang kedua SBU ini secara berdampingan sebagai jaminan mutu layanan kepada pemilik proyek.

Setiap SBU AT001 yang diterbitkan secara sah berlaku penuh selama 3 tahun kalender sejak tanggal penetapan, dan ini berlaku universal untuk semua tingkatan kualifikasi (Kecil, Menengah, Besar, hingga Spesialis). Mengingat pentingnya kesinambungan operasional, perpanjangan wajib diinisiasi sebelum masa kedaluwarsa tiba. Penting dicatat bahwa fase perpanjangan ini secara mutlak memerlukan bukti rekaman pengalaman proyek yang tervalidasi di portal SIMPAN — sebuah syarat yang sama sekali berbeda dengan fleksibilitas yang diberikan saat pengajuan permohonan baru yang membebaskan syarat pengalaman lampau.

Apa yang akan terjadi pada perusahaan jika SKK PJSKBU kedaluwarsa di tengah masa berlaku SBU?

Ini adalah risiko kepatuhan (compliance) yang berbahaya. SBU perusahaan Anda dapat dibekukan (suspended) seketika secara sistematis oleh LSBU jika terdeteksi bahwa PJSKBU penanggung jawab lalai memperbarui sertifikat SKK-nya. Pembekuan mendadak ini akan men-diskualifikasi perusahaan Anda dari seluruh keikutsertaan proses tender yang sedang berjalan. Oleh karena itu, lakukan pembaruan (renewal) SKK PJSKBU Anda sekurang-kurangnya 60 hari efektif kerja sebelum tanggal kedaluwarsa yang tertera di sistem database SIKI LPJK.

Apa saja dokumen wajib SBU AT001 secara rinci?

Untuk mengajukan SBU AT001 (Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia) tahun 2026, badan usaha wajib menyiapkan 9 kelompok dokumen utama sesuai SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 dan Permen PU 6/2025. Dari ratusan pengajuan yang kami tangani, tiga dokumen paling sering menyebabkan penolakan: NIB dengan KBLI yang belum dikonversi ke KBLI 2025, SKK PJTBU yang ternyata merangkap di perusahaan lain di SIKI LPJK, dan neraca keuangan yang tidak sesuai format Standar Akuntansi Keuangan. Kesalahan ini rata-rata memundurkan proses 14–21 hari kerja. Pelajari daftar lengkapnya di bawah agar pengajuan Anda lolos di tahap pertama.

Apa Saja Daftar Lengkap Syarat Dokumen SBU AT001?

Berikut seluruh dokumen yang dipersyaratkan untuk permohonan SBU AT001 kualifikasi Kecil, Menengah, Besar, maupun Spesialis. Kolom "Yang Sering Salah" merangkum temuan dari 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani untuk subklasifikasi ini.

No Dokumen Detail Ketentuan Yang Sering Salah
1 Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir Disahkan Kemenkumham; wajib menyertakan seluruh akta perubahan hingga yang terbaru Hanya menyertakan akta pendirian tanpa akta perubahan terakhir, atau akta perubahan belum mendapat pengesahan Kemenkumham
2 NIB dari OSS RBA memuat KBLI 71109 KBLI harus sudah dikonversi ke KBLI 2025 sesuai ketentuan PP 28/2025 NIB masih memuat KBLI versi lama; belum melakukan konversi di sistem OSS RBA
3 NPWP Badan Usaha Aktif Status aktif dan nama badan usaha identik dengan akta; bukan NPWP cabang NPWP nonaktif akibat tidak lapor SPT, atau nama tidak persis sama dengan akta
4 Neraca Keuangan Badan Usaha Kualifikasi Kecil: ekuitas minimum Rp100.000.000; audit KAP wajib bila aset di atas Rp250 juta. Kualifikasi Menengah dan Besar wajib audit KAP tanpa syarat aset Neraca tidak ditandatangani akuntan, atau ekuitas tercatat di bawah ambang batas kualifikasi yang diajukan
5 SKK PJTBU Aktif di SIKI LPJK Kualifikasi Kecil: jenjang 7; Menengah: jenjang 8; Besar: jenjang 9; Spesialis: jenjang 7. Tenaga tetap, tidak merangkap SKK sudah kedaluwarsa di SIKI, atau tenaga masih terdaftar sebagai PJTBU di perusahaan lain
6 SKK PJSKBU Aktif di SIKI LPJK Kualifikasi Kecil: jenjang 6; Menengah: jenjang 7; Besar: jenjang 8; Spesialis: jenjang 7. Tidak boleh merangkap Jenjang SKK tidak sesuai kualifikasi yang diajukan; PJSKBU merangkap di entitas lain
7 Data Tenaga Ahli Geologi dan Geofisika Bersertifikat Ahli geologi bersertifikat adalah persyaratan kunci untuk AT001; tidak ada persyaratan peralatan di SIMPK Sertifikat ahli sudah kedaluwarsa atau bidang keahlian tidak spesifik geologi/geofisika
8 Dokumen SMAP atau Surat Komitmen Anti-Suap Sertifikat ISO 37001, SMAP, atau surat komitmen sesuai ketentuan LSBU. Tenggat pemenuhan berbeda per kualifikasi Hanya menyerahkan surat komitmen tanpa memperhatikan tenggat waktu pemenuhan SMAP yang sudah terlewat
9 Rekaman Pengalaman di SIMPAN (khusus perpanjangan) Wajib untuk perpanjangan; pengajuan baru tidak memerlukan penjualan tahunan minimum. Data diinput di lpjk.pu.go.id Pengalaman tidak tercatat di SIMPAN karena kontrak tidak dilaporkan selama masa berlaku SBU sebelumnya

Dokumen Apa yang Paling Sering Menyebabkan Penolakan?

Dari 5–8 permohonan SBU AT001 per bulan yang kami tangani, tiga dokumen berikut menjadi penyebab penolakan paling konsisten. Masing-masing disertai masalah konkret, solusi yang dapat langsung dieksekusi, dan estimasi waktu penyelesaian.

1. NIB dengan KBLI yang Belum Dikonversi ke Sistem 2025

Masalah: PP 28/2025 mewajibkan seluruh KBLI diperbarui ke versi 2025. Banyak badan usaha yang NIB-nya masih memuat KBLI 71109 versi lama tanpa konversi di sistem OSS RBA. LSBU langsung menolak berkas pada tahap verifikasi awal karena kode KBLI tidak terbaca valid di sistem.

Solusi: Login ke OSS RBA, pilih menu "Perubahan Data Usaha", lakukan sinkronisasi KBLI secara mandiri. Pastikan KBLI 71109 muncul di NIB yang baru diterbitkan sistem dengan tanggal pembaruan terkini.

Estimasi waktu: 3–7 hari kerja, tergantung antrian sistem OSS RBA dan kebutuhan verifikasi tambahan dari Kementerian terkait.

2. SKK PJTBU yang Masih Terdaftar Aktif di Perusahaan Lain di SIKI

Masalah: SIKI LPJK (lpjk.pu.go.id) mencatat setiap tenaga bersertifikat secara real-time. Bila nama PJTBU masih muncul sebagai penanggung jawab teknik di perusahaan lain, sistem otomatis menolak pengajuan karena aturan larangan merangkap. Ini terjadi bahkan jika yang bersangkutan sudah tidak aktif di perusahaan lama secara faktual.

Solusi: Minta surat pencabutan/pelepasan dari perusahaan lama, lalu lakukan pembaruan data di SIKI. Konfirmasi status "tidak aktif merangkap" harus sudah terbaca di dashboard SIKI sebelum berkas diajukan ke LSBU.

Estimasi waktu: 7–14 hari kerja untuk proses pencabutan dan pembaruan data SIKI, tergantung responsivitas perusahaan lama.

3. Neraca Keuangan Tidak Memenuhi Standar Format atau Ekuitas

Masalah: Untuk kualifikasi Kecil, ekuitas minimum Rp100.000.000 harus terbaca jelas di neraca. Sering ditemukan neraca yang dibuat sendiri tanpa tanda tangan akuntan, atau ekuitas bersih tercatat di bawah Rp100 juta karena beban penyusutan tidak diperhitungkan dengan benar. Untuk kualifikasi Menengah (ekuitas Rp250.000.000) dan Besar (ekuitas Rp500.000.000), neraca wajib diaudit KAP tanpa pengecualian.

Solusi: Gunakan jasa akuntan publik untuk menyusun neraca sesuai SAK EMKM (kualifikasi Kecil) atau SAK umum (Menengah/Besar). Pastikan ekuitas bersih melampaui ambang batas kualifikasi yang dituju minimal 10% sebagai buffer.

Estimasi waktu: 14–21 hari kerja untuk penyusunan dan audit KAP bila diperlukan.

Bagaimana Persyaratan Keuangan Ekuitas, Neraca, dan KAP?

Persyaratan keuangan SBU AT001 berbeda signifikan antar kualifikasi. Tabel berikut merangkum seluruh parameter keuangan berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 dan Permen PU 6/2025.

Kualifikasi Ekuitas Minimum Penjualan Tahunan Minimum Wajib Audit KAP Masa Berlaku SBU Tenggat SMAP
Kecil Rp100.000.000 Tidak dipersyaratkan Tidak (wajib bila aset di atas Rp250 juta) 3 tahun 3 tahun
Menengah Rp250.000.000 Rp1.000.000.000 per tahun Ya, wajib tanpa pengecualian 3 tahun 2 tahun
Besar Rp500.000.000 Rp2.500.000.000 per tahun Ya, wajib tanpa pengecualian 3 tahun 1 tahun
Spesialis Tidak ditentukan Tidak dipersyaratkan Tidak 3 tahun 2 tahun

Catatan penting untuk AT001: Subklasifikasi ini beroperasi di lingkungan lab geologi dan proyek pertambangan serta infrastruktur berskala besar. Badan usaha yang menargetkan proyek tambang dan infrastruktur BUMN umumnya memilih kualifikasi Menengah atau Besar, sehingga wajib mempersiapkan audit KAP jauh sebelum tanggal pengajuan. Proses audit KAP membutuhkan 14–21 hari kerja dan tidak bisa dipercepat secara signifikan.

Untuk kualifikasi Kecil yang mengajukan baru (bukan perpanjangan), penjualan tahunan tidak dipersyaratkan. Ini membuka peluang bagi badan usaha rintisan di bidang analisis geologi untuk mendapatkan SBU resmi sejak awal operasional, selama ekuitas Rp100.000.000 terpenuhi dan dokumen SKK lengkap.

Bagaimana Persyaratan SKK PJTBU dan PJSKBU untuk Setiap Kualifikasi?

Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) adalah komponen paling kritis dalam pengajuan SBU AT001. Verifikasi dilakukan langsung di SIKI LPJK secara sistem, bukan hanya dokumen fisik. Tabel berikut merinci persyaratan per kualifikasi sesuai SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Kualifikasi Jenjang PJTBU Jenjang PJSKBU Jumlah PJSKBU Larangan Merangkap Status di SIKI
Kecil 7 6 1 orang Ya, keduanya tidak boleh merangkap Wajib aktif dan terbaca di lpjk.pu.go.id
Menengah 8 7 1 orang Ya, keduanya tidak boleh merangkap Wajib aktif dan terbaca di lpjk.pu.go.id
Besar 9 8 1 orang Ya, keduanya tidak boleh merangkap Wajib aktif dan terbaca di lpjk.pu.go.id
Spesialis 7 7 1 orang Ya, keduanya tidak boleh merangkap Wajib aktif dan terbaca di lpjk.pu.go.id

Khusus AT001: Di luar PJTBU dan PJSKBU, badan usaha wajib memiliki tenaga ahli geologi dan geofisika bersertifikat sebagai komponen inti. Ini berbeda dari subklasifikasi lain yang lebih mengandalkan tenaga teknis umum. Ahli geologi bersertifikat yang dimaksud adalah pemegang SKK bidang penyelidikan geologi atau geofisika yang masih aktif. Tidak ada persyaratan peralatan yang harus didaftarkan di SIMPK untuk AT001, sehingga fokus verifikasi sepenuhnya ada pada kompetensi tenaga.

Verifikasi status SKK harus dilakukan secara mandiri di portal lpjk.pu.go.id sebelum mengajukan berkas ke LSBU. Pastikan kolom "Status" menampilkan "Aktif" dan kolom "Keterikatan" tidak menampilkan nama perusahaan lain. Bila ada ketidaksesuaian data, proses koreksi di SIKI membutuhkan 7–14 hari kerja melalui LPJK.

Berapa Lama Menyiapkan Semua Dokumen SBU AT001?

Estimasi berikut didasarkan pada pengalaman nyata pengurusan SBU AT001 oleh tim Mitra Konstruksi, bukan proyeksi teoritis. Total waktu jika disiapkan sendiri berkisar 30–45 hari kerja, dengan asumsi tidak ada dokumen yang perlu diperbaiki ulang.

Dokumen / Tahapan Estimasi Waktu Mandiri Hambatan Umum
Konversi KBLI di OSS RBA 3–7 hari kerja Antrian sistem OSS RBA; perlu verifikasi Kementerian terkait
Pengurusan/pembaruan SKK PJTBU dan PJSKBU di SIKI 7–14 hari kerja Pencabutan keterikatan dari perusahaan lama memerlukan koordinasi pihak ketiga
Penyusunan neraca keuangan (non-audit) 5–7 hari kerja Data laporan keuangan internal sering tidak tersusun rapi
Audit KAP (kualifikasi Menengah/Besar) 14–21 hari kerja Jadwal KAP penuh; dokumen pendukung audit sering kurang lengkap
Sertifikasi kompetensi tenaga ahli geologi 14–30 hari kerja Jadwal uji kompetensi tidak selalu tersedia; perlu persiapan portofolio
Pengurusan SMAP atau surat komitmen 3–7 hari kerja Format surat komitmen berbeda antar LSBU
Input pengalaman di SIMPAN (perpanjangan) 3–5 hari kerja Kontrak lama tidak tersimpan rapi; perlu scan ulang dokumen fisik
Proses verifikasi dan penerbitan SBU di LSBU 5–10 hari kerja Revisi berkas jika ada ketidaksesuaian data

Ringkasan perbandingan biaya dan waktu: Jika mengurus sendiri, biaya resmi yang harus dibayarkan ke LSBU dan asosiasi berkisar Rp4.850.000–Rp6.100.000, belum termasuk biaya jasa akuntan, transportasi, dan waktu kerja 30–45 hari yang harus Anda curahkan. Paket pengurusan lengkap all-in Mitra Konstruksi untuk kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000 — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan, selesai dalam 5 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000 dibanding mengurus sendiri, dengan penghematan satu bulan penuh waktu operasional Anda.

Bagi badan usaha yang aktif mengejar tender proyek pertambangan atau infrastruktur, kehilangan satu tender akibat SBU belum terbit jauh lebih mahal dari selisih biaya tersebut. Apalagi PP 28/2025 menegaskan sanksi administratif bagi badan usaha jasa konstruksi yang beroperasi tanpa SBU valid, termasuk penghapusan dari daftar rekanan yang berdampak pada seluruh pipeline proyek yang sedang berjalan.

Bagaimana rincian komponen biaya SBU AT001?

Biaya pengurusan SBU AT001 2026 secara all-in dimulai dari Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Tanpa biaya tersembunyi, tanpa komponen yang dibayar terpisah. Jika mengurus sendiri, Anda tetap harus membayar Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu manajemen. Selisih paket Mitra Konstruksi hanya Rp1.900.000–3.150.000 — dan Anda mendapat pengurusan selesai dalam 5 hari kerja. Untuk perusahaan lab geologi yang membidik proyek pertambangan dan infrastruktur bernilai miliaran rupiah, efisiensi waktu ini berdampak langsung pada pendapatan dan kepatuhan regulasi PP 28/2025.

Apa Saja yang Termasuk dalam Paket All-In Mitra Konstruksi?

Banyak penyedia jasa menampilkan biaya jasa kecil di depan, lalu meminta klien membayar komponen resmi secara terpisah. Di Mitra Konstruksi, paket all-in berarti satu angka mencakup semua komponen berikut — tidak ada tagihan susulan.

Komponen Keterangan Estimasi Nilai Status dalam Paket
Biaya sertifikasi LSBU Dibayarkan ke Lembaga Sertifikasi Badan Usaha terakreditasi LPJK Rp3.500.000–4.500.000 Termasuk
Iuran KTA asosiasi Keanggotaan asosiasi jasa konstruksi yang diakui lpjk.pu.go.id Rp1.000.000–1.500.000 Termasuk
Persiapan dokumen teknis Verifikasi SKK PJTBU jenjang 7, SKK PJSKBU jenjang 6, akta, NIB OSS RBA — Termasuk
Input data SIKI LPJK & SIMPK Entry data perusahaan, tenaga kerja, dan subklasifikasi AT001 di sistem resmi — Termasuk
Koordinasi SIMPAN Sinkronisasi data NIB dengan sistem perizinan nasional terintegrasi — Termasuk
Monitoring hingga terbit Pemantauan status permohonan aktif sampai SBU AT001 diterbitkan — Termasuk
Konsultasi regulasi Penyesuaian dokumen terhadap Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 — Termasuk

Dasar hukum persyaratan teknis mengacu pada PP 28/2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Jasa Konstruksi, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 yang menetapkan standar kompetensi untuk subklasifikasi AT001 — Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia (KBLI 71109).

Lebih Hemat Urus Sendiri atau Pakai Paket Mitra?

Pertanyaan ini wajar muncul di tahap awal. Jawaban singkatnya: urus sendiri lebih murah di angka nominal, tetapi jauh lebih mahal dalam satuan waktu dan risiko. Berikut perbandingan faktual berdasarkan 5–8 permohonan SBU AT001 yang kami tangani per bulan.

Parameter Urus Sendiri Paket Mitra Konstruksi
Biaya ke LSBU Rp3.500.000–4.500.000 (dibayar sendiri) Sudah termasuk dalam paket
Iuran KTA asosiasi Rp1.000.000–1.500.000 (dibayar sendiri) Sudah termasuk dalam paket
Total keluar ke lembaga resmi Rp4.850.000–6.100.000 Termasuk dalam Rp8.000.000 all-in
Biaya jasa koordinasi Rp0 (Anda kerjakan sendiri) Sudah termasuk dalam paket
Total biaya riil Rp4.850.000–6.100.000 + nilai waktu Anda Rp8.000.000 (tidak ada tagihan lain)
Waktu penyelesaian 30–45 hari kerja 5 hari kerja
Risiko penolakan dokumen Tinggi — kesalahan format SIKI/SIMPK umum terjadi Rendah — diverifikasi sebelum submit
Risiko inkonsistensi SKK Tinggi — jenjang PJTBU/PJSKBU sering tidak sesuai Rendah — dicek sesuai SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025
Dampang proyek tertunda Kehilangan 1–2 siklus tender selama proses berlangsung Minimal — proses selesai sebelum deadline tender

Kesimpulan finansial: selisih nominal antara urus sendiri dan paket Mitra hanya Rp1.900.000–3.150.000. Dengan nilai kontrak lab geologi yang umumnya berkisar Rp600 juta hingga Rp5 miliar, kehilangan satu tender akibat SBU terlambat terbit jauh lebih mahal dari selisih tersebut. Risiko sanksi akibat tidak memiliki SBU aktif sesuai PP 28/2025 juga bisa menyebabkan penghentian kegiatan usaha.

Berapa Penghematan PPh Final yang Didapat dengan SBU AT001?

Perusahaan jasa konstruksi yang memiliki SBU aktif dan tercatat di lpjk.pu.go.id mendapat tarif PPh final yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan perusahaan tanpa SBU. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2022, perbedaan tarif ini langsung terasa pada nilai kontrak besar yang lazim di sektor geologi dan pertambangan.

Nilai Kontrak PPh Final Tanpa SBU (4%) PPh Final dengan SBU AT001 (2,65%)* Penghematan Pajak
Rp600.000.000 Rp24.000.000 Rp15.900.000 Rp8.100.000
Rp1.000.000.000 Rp40.000.000 Rp26.500.000 Rp13.500.000
Rp5.000.000.000 Rp200.000.000 Rp132.500.000 Rp67.500.000

*Tarif 2,65% berlaku untuk kualifikasi Kecil dengan SBU aktif. Tarif kualifikasi Menengah dan Besar berbeda; konfirmasi ke konsultan pajak Anda untuk kepastian tarif yang berlaku pada kontrak spesifik.

Dari tabel di atas terlihat bahwa untuk kontrak senilai Rp600 juta saja, penghematan pajak Rp8.100.000 sudah melampaui biaya paket pengurusan SBU AT001 kualifikasi Kecil sebesar Rp8.000.000. Artinya, investasi SBU lunas hanya dari satu kontrak pertama. Untuk perusahaan yang aktif mengerjakan 3–5 kontrak per tahun di proyek pertambangan dan infrastruktur, manfaat pajak ini bersifat kumulatif setiap tahun.

Berapa Biaya SBU AT001 per Kualifikasi?

SBU AT001 tersedia dalam 4 kualifikasi: Kecil, Menengah, Besar, dan Spesialis. Setiap kualifikasi memiliki persyaratan ekuitas, kompetensi tenaga kerja, dan kewajiban audit yang berbeda. Pilih kualifikasi yang sesuai dengan kapasitas perusahaan saat ini — kualifikasi dapat ditingkatkan saat perpanjangan atau setelah masa berlaku 3 tahun.

Kualifikasi Biaya Paket Mitra Ekuitas Minimum Penjualan Tahunan Jenjang PJTBU Jenjang PJSKBU Wajib Audit KAP Masa Berlaku
Kecil Rp8.000.000 Rp100.000.000 — Jenjang 7 Jenjang 6 Tidak 3 tahun
Menengah Rp12.000.000–15.000.000 Rp250.000.000 Rp1.000.000.000/tahun Jenjang 8 Jenjang 7 Ya 3 tahun
Besar Rp20.000.000–30.000.000 Rp500.000.000 Rp2.500.000.000/tahun Jenjang 9 Jenjang 8 Ya 3 tahun
Spesialis Rp8.000.000–12.000.000 — — Jenjang 7 Jenjang 7 Tidak 3 tahun

Catatan penting untuk kualifikasi Menengah dan Besar: Kewajiban audit KAP (Kantor Akuntan Publik) berarti laporan keuangan perusahaan harus diaudit oleh KAP terdaftar OJK. Jika perusahaan belum memiliki laporan audit, proses ini perlu dipersiapkan sebelum pengajuan SBU. Tim Mitra Konstruksi membantu mengidentifikasi gap ini sejak konsultasi awal agar tidak menghambat proses.

Tenggat SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan): Kualifikasi Kecil memiliki tenggat 3 tahun, Spesialis dan Menengah 2 tahun, sedangkan Besar wajib memiliki SMAP dalam 1 tahun sejak SBU diterbitkan. Ketidakpatuhan terhadap kewajiban ini dapat menyebabkan pembekuan SBU sesuai ketentuan Permen PU 6/2025.

Mengapa memilih kualifikasi Spesialis? Kualifikasi Spesialis tidak mensyaratkan ekuitas minimum atau penjualan tahunan — cocok untuk perusahaan baru atau konsultan perorangan berbadan hukum yang memiliki kompetensi teknis mendalam di bidang geologi, geofisika, atau geokimia. Biaya paket Rp8.000.000–12.000.000 dengan persyaratan dokumen yang lebih ringkas menjadikannya titik masuk yang efisien ke pasar jasa pengujian teknis.

Apa Saja Pertanyaan Umum Seputar Biaya SBU AT001?

Apakah biaya Rp8.000.000 sudah termasuk biaya LSBU dan KTA asosiasi?

Ya, paket kualifikasi Kecil Rp8.000.000 bersifat all-in — sudah mencakup biaya sertifikasi ke LSBU terakreditasi LPJK, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, koordinasi input SIKI LPJK, SIMPK, dan SIMPAN, serta monitoring hingga SBU diterbitkan. Tidak ada komponen yang dibayarkan terpisah di luar angka tersebut.

Berapa lama proses pengurusan SBU AT001 selesai?

Dengan paket Mitra Konstruksi, SBU AT001 selesai dalam 5 hari kerja sejak seluruh dokumen persyaratan dinyatakan lengkap dan valid. Jika mengurus sendiri tanpa pengalaman di sistem SIKI LPJK, rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 30–45 hari kerja karena proses revisi dokumen dan antrean verifikasi LSBU.

Dokumen apa yang harus disiapkan sebelum proses dimulai?

Dokumen utama yang dibutuhkan mencakup: akta pendirian perusahaan dan SK Kemenkumham, NIB dari OSS RBA, NPWP badan usaha, SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja) PJTBU jenjang sesuai kualifikasi, SKK PJSKBU, laporan keuangan (audit KAP untuk Menengah dan Besar), serta KTP direksi dan penanggung jawab teknis. Tim kami memberikan checklist lengkap di konsultasi awal.

Apakah SBU AT001 bisa digunakan untuk mengikuti tender pemerintah dan swasta?

Ya. SBU AT001 yang diterbitkan LSBU terakreditasi dan tercatat di lpjk.pu.go.id diakui secara nasional untuk pengadaan jasa pemerintah (LKPP) maupun kontrak swasta di sektor pertambangan, migas, dan infrastruktur. Verifikasi status aktif SBU dapat dilakukan secara real-time di portal lpjk.pu.go.id oleh panitia tender.

Apa risikonya jika perusahaan beroperasi di bidang AT001 tanpa SBU aktif?

Berdasarkan PP 28/2025, perusahaan yang menjalankan usaha jasa konstruksi — termasuk pengujian teknis geologi — tanpa SBU aktif dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan NIB. Selain itu, kontrak yang sedang berjalan berisiko dinyatakan tidak sah oleh pemberi kerja pemerintah jika verifikasi SBU gagal di SIKI LPJK.

Bisakah SBU AT001 diurus untuk perusahaan yang baru berdiri?

Bisa, selama perusahaan memiliki NIB aktif dari OSS RBA dengan KBLI 71109, memenuhi ekuitas minimum sesuai kualifikasi yang dipilih, dan memiliki tenaga kerja bersertifikat (SKK) pada jenjang yang disyaratkan. Untuk perusahaan baru dengan ekuitas terbatas, kualifikasi Kecil (ekuitas minimal Rp100.000.000) atau Spesialis (tanpa syarat ekuitas minimum) adalah pilihan yang realistis.

Siap mengurus SBU AT001 tanpa ribet? Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda sekarang — gratis, tanpa komitmen. Tim Mitra Konstruksi memproses 5–8 permohonan SBU per bulan dan siap memandu Anda dari verifikasi dokumen hingga SBU terbit dalam 5 hari kerja.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Apa kendala tersering saat mengurus SBU AT001?

Dari 5–8 permohonan SBU yang kami tangani setiap bulan, kendala pengurusan SBU AT001 paling sering muncul dari 4 titik kritis: SKK PJTBU/PJSKBU yang masih aktif di perusahaan lain, KBLI 71109 yang belum dikonversi ke KBLI 2025 di OSS RBA, dokumen SMAP yang tidak sesuai format LSBU, dan neraca keuangan yang belum diaudit KAP padahal aset melampaui Rp250 juta. Jika dibiarkan, setiap kendala rata-rata menambah 3–10 hari kerja ke proses yang seharusnya selesai dalam 5 hari kerja. Di bawah ini kami uraikan masing-masing kendala lengkap dengan solusi terukur dan estimasi waktu perbaikan.

Bagaimana Jika SKK PJTBU atau PJSKBU Masih Aktif di Perusahaan Lain?

Ini adalah kendala terberat dan paling sering memperlambat penerbitan SBU AT001. Berdasarkan Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, Penanggung Jawab Teknik Badan Usaha (PJTBU) jenjang 7 serta Penanggung Jawab Sub-Klasifikasi Badan Usaha (PJSKBU) jenjang 7 wajib berstatus tenaga tetap dan tidak boleh merangkap di badan usaha konstruksi atau jasa konstruksi lain yang sudah terverifikasi di SIKI LPJK.

Bagaimana Cara Mengecek Status SKK di SIKI LPJK?

  1. Buka lpjk.pu.go.id, pilih menu Verifikasi Tenaga Kerja Konstruksi.
  2. Masukkan NIK atau nama lengkap pemegang SKK.
  3. Sistem akan menampilkan status: Aktif – Tidak Terikat, Aktif – Terikat di BU [nama perusahaan], atau Tidak Aktif.
  4. Jika status menampilkan Terikat, badan usaha lama wajib mengajukan pelepasan tenaga ahli melalui akun OSS RBA mereka terlebih dahulu.

Apa Solusinya dan Berapa Lama?

Proses pelepasan dari badan usaha lama melibatkan tiga langkah: pengajuan pelepasan oleh BU lama di OSS RBA, konfirmasi SIKI LPJK, dan pembaruan status di SIMPK. Dalam kondisi normal dan BU lama kooperatif, proses ini memakan waktu 3–5 hari kerja. Jika BU lama tidak merespons, jalur eskalasi ke helpdesk LPJK di lpjk.pu.go.id tersedia, namun bisa memakan 7–10 hari kerja tambahan. Langkah yang paling hemat waktu adalah memastikan status SIKI bersih sebelum mengajukan permohonan SBU AT001, bukan sesudah berkas masuk ke LSBU.

Mitra Konstruksi melakukan pengecekan status SIKI pada hari pertama konsultasi — sehingga jika ada konflik perangkapan, klien mengetahuinya sebelum satu pun dokumen lain disiapkan.

Bagaimana Jika KBLI Belum Diperbarui ke KBLI 2025 di OSS RBA?

SBU AT001 melekat pada KBLI 71109 — Aktivitas Pengujian dan Analisis Teknis Lainnya. PP 28/2025 mewajibkan seluruh badan usaha jasa konstruksi memastikan NIB yang terbit dari OSS RBA sudah memuat KBLI versi 2025. Tidak sedikit perusahaan yang NIB-nya masih mencantumkan kode KBLI 2017 hasil migrasi otomatis, dan LSBU akan menolak berkas jika kode KBLI tidak sesuai.

Bagaimana Cara Memperbarui KBLI di OSS RBA?

  1. Login ke oss.go.id menggunakan akun badan usaha.
  2. Pilih menu Perubahan Data Usaha, lalu pilih Perubahan KBLI.
  3. Cari dan tambahkan KBLI 71109 dari daftar KBLI 2025. Jika kode lama berbeda, hapus kode lama dan simpan perubahan.
  4. NIB baru akan terbit otomatis setelah sistem OSS RBA memvalidasi perubahan, biasanya dalam 1–2 hari kerja.
  5. Unduh NIB baru dan pastikan halaman kedua NIB mencantumkan 71109 secara eksplisit sebelum melampirkan ke berkas LSBU.

Total estimasi waktu perbaikan KBLI: 2–3 hari kerja, termasuk waktu tunggu sistem OSS RBA. Proses ini bisa berjalan paralel dengan penyiapan dokumen lain sehingga tidak selalu menambah waktu total, asalkan dimulai sejak awal.

Bagaimana Jika Neraca Keuangan Belum Diaudit KAP Padahal Aset Melampaui Rp250 Juta?

Checklist SBU AT001 tidak mensyaratkan ekuitas minimum tertentu untuk kualifikasi Kecil. Namun aturan LSBU berdasarkan Permen PU 6/2025 menetapkan bahwa badan usaha dengan total aset di atas Rp250 juta wajib menyertakan neraca yang sudah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP). Ini sering luput dari perhatian perusahaan geologi muda yang asetnya berkembang pesat karena pembelian peralatan lapangan — kamera bor, alat sampel geokimia, GPS geodetik — yang nilainya cepat melampaui batas Rp250 juta.

Apa Risiko Mengabaikannya?

LSBU berhak meminta klarifikasi atau menolak berkas jika neraca tidak sesuai standar. Mengajukan neraca internal tanpa audit KAP untuk aset di atas Rp250 juta bisa menyebabkan permintaan dokumen ulang yang menambah 5–10 hari kerja. Dalam proyek pertambangan dan infrastruktur yang tendernya memiliki batas waktu ketat, keterlambatan ini bisa berarti gagal memasukkan dokumen kualifikasi.

Apa Solusinya?

  • Jika aset di bawah Rp250 juta: Neraca internal yang ditandatangani direktur sudah cukup. Pastikan neraca mencantumkan tanggal per 31 Desember tahun pajak terakhir atau per tanggal permohonan jika perusahaan baru berdiri.
  • Jika aset Rp250 juta ke atas: Segera hubungi KAP terdaftar OJK. Audit neraca untuk perusahaan skala Kecil dengan satu siklus akuntansi biasanya selesai dalam 7–14 hari kerja tergantung kelengkapan catatan akuntansi internal. Minta laporan audit limited review jika KAP menyediakan opsi lebih cepat.
  • Lakukan pengecekan total aset pada hari pertama persiapan berkas — sebelum menetapkan target tanggal pengajuan ke LSBU.

Studi kasus CV Konsultan di Bandung (ekuitas Rp345 juta) berhasil melewati kendala ini karena neraca sudah diaudit KAP sebelum permohonan masuk, sehingga SBU AT001 terbit dalam tepat 5 hari kerja tanpa permintaan dokumen ulang dari LSBU.

Bagaimana Jika Dokumen SMAP Tidak Sesuai Format yang Diminta LSBU?

SBU AT001 untuk bidang Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia termasuk klasifikasi yang bersinggungan langsung dengan risiko kecurangan data teknis — terutama dalam proyek pertambangan di mana hasil uji geokimia menentukan keputusan investasi ratusan miliar rupiah. Karena itu, LSBU menekankan dokumen Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) secara lebih ketat dibanding klasifikasi lain.

Ada Tiga Opsi Dokumen yang Diterima LSBU:

  1. Sertifikat ISO 37001:2016 yang masih berlaku, diterbitkan lembaga sertifikasi terakreditasi KAN. Ini opsi terkuat namun biaya sertifikasinya bisa mencapai Rp15–25 juta untuk perusahaan kecil, dan prosesnya 1–3 bulan.
  2. Sertifikat SMAP dari LSBU yang ditunjuk Kementerian PUPR. Beberapa LSBU menerbitkan sertifikat SMAP sendiri setelah verifikasi dokumen prosedur internal perusahaan.
  3. Surat Komitmen SMAP yang dibuat di atas kop perusahaan, ditandatangani direktur, dan dilampiri draft prosedur anti-penyuapan internal. Format surat komitmen berbeda antar LSBU — ada yang meminta 2 halaman prosedur, ada yang meminta 5–7 halaman.

Di Mana Kendalanya?

Kesalahan paling umum: perusahaan menyerahkan surat komitmen generik tanpa menyesuaikan format dengan ketentuan LSBU yang dipilih. Akibatnya berkas dikembalikan dan harus direvisi — menambah 3–5 hari kerja. Solusi: minta format resmi surat komitmen SMAP dari LSBU yang akan digunakan sebelum menyusun dokumen, atau percayakan penyusunannya ke pihak yang sudah mengetahui format masing-masing LSBU.

Bagaimana Jika Tenaga Ahli Geologi Belum Terdaftar atau Sertifikat SKK-nya Kedaluwarsa?

Checklist SBU AT001 menyebutkan secara eksplisit: "Ahli geologi bersertifikat adalah kunci." Tidak ada pengganti. Tidak ada kompensasi dengan peralatan atau jumlah personel lain. Jika SKK ahli geologi kedaluwarsa atau belum terdaftar di SIKI LPJK, permohonan SBU AT001 tidak akan diproses lebih lanjut oleh LSBU.

Mengapa Ini Lebih Sering Terjadi dari yang Diduga?

SKK memiliki masa berlaku 5 tahun dan wajib diperpanjang melalui mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dicatat di SIMPK. Banyak ahli geologi yang aktif di lapangan proyek pertambangan terlambat menyadari bahwa SKK-nya sudah kedaluwarsa 3–6 bulan lalu — karena tidak ada notifikasi otomatis dari sistem SIKI LPJK ke email pemegang SKK.

Apa Solusinya dan Berapa Lama?

  • Jika SKK belum pernah terbit: Ahli geologi harus mengikuti uji kompetensi melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang terakreditasi BNSP. Waktu proses: 14–30 hari kerja tergantung jadwal uji kompetensi LSP.
  • Jika SKK kedaluwarsa: Perpanjangan melalui mekanisme PKB dan pengajuan ulang ke SIKI LPJK. Jika poin PKB sudah terpenuhi, proses perpanjangan bisa selesai dalam 7–14 hari kerja.
  • Jika SKK aktif tapi belum terintegrasi ke SIMPK: Koordinasi dengan helpdesk SIMPK di lpjk.pu.go.id, estimasi 3–5 hari kerja.

Kendala SKK ahli geologi adalah satu-satunya kendala SBU AT001 yang tidak bisa dipercepat dengan cara apapun — jadwal LSP adalah jadwal LSP. Oleh karena itu pengecekan status SKK tenaga ahli harus dilakukan minimal 45 hari sebelum target pengajuan SBU, terutama jika perusahaan sedang mengincar tender proyek pertambangan dengan batas waktu kualifikasi yang ketat.

Berapa Tambahan Waktu yang Timbul dari Setiap Kendala?

Kendala Estimasi Waktu Perbaikan Bisa Paralel dengan Dokumen Lain?
SKK PJTBU/PJSKBU masih terikat di BU lain 3–10 hari kerja Sebagian — dokumen lain bisa disiapkan, tapi pengajuan tetap tertahan
KBLI 71109 belum diperbarui ke KBLI 2025 di OSS RBA 2–3 hari kerja Ya — bisa berjalan bersamaan dengan penyiapan dokumen lain
Neraca belum diaudit KAP (aset di atas Rp250 juta) 7–14 hari kerja Sebagian — dokumen lain bisa disiapkan, namun pengajuan menunggu audit selesai
Dokumen SMAP tidak sesuai format LSBU 3–5 hari kerja Ya — revisi SMAP tidak menghentikan penyiapan dokumen lain
SKK ahli geologi kedaluwarsa atau belum terbit 7–30 hari kerja Tidak — pengajuan tidak bisa dilanjutkan tanpa SKK ahli yang valid di SIKI LPJK

Total worst-case jika kelima kendala terjadi bersamaan dan tidak dikelola secara paralel: 22–62 hari kerja tambahan di luar proses LSBU normal 5 hari kerja. Ini bukan skenario hipotetis — ini yang terjadi pada perusahaan yang mengurus SBU AT001 tanpa persiapan awal yang sistematis.

Sebaliknya, CV Konsultan di Bandung (ekuitas Rp345 juta) yang memastikan semua dokumen — termasuk neraca audit KAP, SKK bersih di SIKI, KBLI 71109 versi 2025, dan surat komitmen SMAP sesuai format LSBU — sudah lengkap sebelum pengajuan, berhasil mendapatkan SBU AT001 dalam tepat 5 hari kerja.

Jika Anda ingin urus sendiri, biaya resmi yang harus Anda keluarkan ke LSBU dan asosiasi berkisar Rp4.850.000–6.100.000, ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda sendiri untuk mengurus koordinasi, revisi dokumen, dan follow-up ke SIKI LPJK, OSS RBA, SIMPK, dan SIMPAN. Paket all-in Mitra Konstruksi Rp8.000.000 sudah mencakup seluruh komponen biaya resmi tersebut — selisihnya hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat sebulan kerja dan memastikan tidak ada satu pun dari lima kendala di atas yang mengejutkan Anda di tengah proses.

Apa beda SBU AT001 dengan subklasifikasi terkait?

Memilih antara SBU AT001 dan subklasifikasi terkait berdampak langsung pada kelolosan tender. AT001 (Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia) mencakup pengujian laboratorium sampel batuan, tanah, dan air tanah, serta analisis data geofisika bawah permukaan. Pilih AT001 jika kontrak Anda mengharuskan analisis laboratorium material geologi atau interpretasi data geolistrik dan seismik. Pilih IT001 jika lingkup pekerjaan adalah survei lapangan dan pembuatan prospektus. Pilih AT003 jika objek pengujian adalah beton atau baja hasil pekerjaan konstruksi. Pilih PL007 jika pekerjaan adalah pelaksanaan SPT dan sondir di lapangan. Kesalahan pemilihan kode mengakibatkan dokumen penawaran ditolak secara administratif sejak tahap evaluasi pertama.

Apa Bedanya AT001 dengan Subklasifikasi Terkait?

Tabel berikut membandingkan AT001 dengan empat subklasifikasi yang paling sering tertukar dalam proses seleksi tender, dievaluasi dari 7 dimensi kritis.

Dimensi AT001 IT001 AT002 AT003 PL007
Fungsi utama Pengujian & analisis lab material geologi, geofisika, geokimia Survei geologi lapangan & pembuatan prospektus geologi/geofisika Pengujian komposisi kimia & kemurnian material Pengujian mutu beton, baja, & material hasil pekerjaan konstruksi Pelaksanaan survei lapangan: SPT, sondir, penyelidikan tanah
KBLI 71109 71101 71109 71109 43120
Kualifikasi tersedia Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar
Ekuitas minimum (Kecil) Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000
SKK minimum PJSKBU (Kecil) Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6
Kapan pilih Kontrak analisis lab batuan/tanah, interpretasi data geofisika, geokimia air tanah Kontrak survei dan pembuatan prospektus geologi/geofisika di lapangan Kontrak pengujian kemurnian dan komposisi kimia material non-geologi Kontrak uji mutu beton, baja, aspal hasil konstruksi Kontrak pelaksanaan SPT, sondir, bor geoteknik lapangan
Kapan tidak pilih Jangan pilih AT001 untuk survei lapangan atau uji beton Jangan pilih IT001 untuk pengujian laboratorium sampel Jangan pilih AT002 untuk analisis geologi spesifik Jangan pilih AT003 untuk analisis sampel tanah/batuan Jangan pilih PL007 untuk interpretasi data laboratorium

Apa Perbedaan Menentukan antara AT001 dan Kode Pembanding Utamanya?

Dari empat kode pembanding, dua pasangan paling sering menyebabkan kesalahan fatal dalam dokumen tender: AT001 vs IT001 dan AT001 vs PL007.

AT001 vs IT001: Laboratorium vs Lapangan

Perbedaan ini bersifat fundamental. AT001 beroperasi di laboratorium — sampel batuan atau tanah dibawa masuk, diuji dengan alat analitik, lalu diinterpretasikan. IT001 beroperasi di lapangan — tim turun ke lokasi, melakukan pengamatan geologi, dan menyusun prospektus. Sebuah proyek pembangunan bendungan umumnya membutuhkan keduanya secara berurutan: IT001 untuk survei lapangan terlebih dahulu, AT001 untuk analisis laboratorium sampel yang diambil dari lapangan tersebut. Jika Anda hanya memiliki AT001 tetapi lingkup tender mencakup penyusunan prospektus geologi, penawaran Anda akan gugur di evaluasi administrasi.

AT001 vs PL007: Analisis vs Pelaksanaan Penyelidikan

PL007 (Survei Penyelidikan Lapangan) mencakup pelaksanaan fisik SPT, sondir, dan pengeboran geoteknik. AT001 mencakup analisis dan interpretasi data yang dihasilkan dari pekerjaan PL007 tersebut. Dalam kontrak penyelidikan tanah terpadu, paket pekerjaan biasanya mencantumkan kedua kode ini secara eksplisit di persyaratan SBU. Perusahaan yang hanya memiliki PL007 dapat melakukan pengeboran, tetapi tidak dapat mengeluarkan laporan analisis laboratorium bersertifikat — dan sebaliknya.

AT001 vs AT003: Geologi vs Konstruksi

Meski sama-sama "pengujian", objeknya berbeda sepenuhnya. AT001 menguji material alam: batuan, tanah, mineral, air tanah. AT003 menguji material dan hasil pekerjaan konstruksi: kuat tekan beton, uji tarik baja tulangan, kepadatan aspal. Dalam proyek infrastruktur berskala besar, dokumen lelang dapat mensyaratkan AT001 untuk investigasi geoteknik lokasi dan AT003 untuk quality control konstruksi — dua SBU berbeda untuk dua tahap berbeda dalam proyek yang sama.

AT001 vs AT002: Geokimia vs Komposisi Kimia Umum

AT002 menguji komposisi kimia dan kemurnian material secara umum, mencakup produk industri dan material non-geologi. AT001 berfokus spesifik pada konteks geologi: analisis mineralogi, geokimia tanah dan air tanah, serta pengujian karakteristik geofisika. Jika Kementerian PUPR atau BPJT mensyaratkan "analisis geokimia air tanah" dalam dokumen pengadaan, kode yang dibutuhkan adalah AT001, bukan AT002.

Kapan Sebaiknya Memilih AT001?

AT001 adalah pilihan yang tepat pada 5 kondisi spesifik berikut:

  1. Proyek penyelidikan geoteknik untuk pondasi infrastruktur besar — Jembatan bentang panjang, gedung bertingkat lebih dari 8 lantai, dan bendungan selalu mensyaratkan laporan analisis laboratorium sampel tanah dan batuan. Laporan ini harus diterbitkan oleh entitas pemegang SBU AT001 yang valid.
  2. Kontrak interpretasi data geolistrik atau seismik refraksi — Proyek pemetaan bawah permukaan untuk terowongan atau sistem drainase dalam kota membutuhkan analisis data geofisika yang masuk dalam lingkup AT001, bukan IT001.
  3. Program pemantauan kualitas air tanah proyek pertambangan atau infrastruktur — Analisis geokimia air tanah mencakup parameter pH, konduktivitas, logam berat, dan ion mayor — seluruhnya masuk lingkup AT001 berdasarkan Permen PU 6/2025.
  4. Sertifikasi kualitas material quarry untuk proyek konstruksi — Pengujian batu quarry, pasir, dan agregat alam untuk memenuhi spesifikasi Bina Marga atau Cipta Karya memerlukan SBU AT001, bukan AT003 yang berlaku untuk material olahan.
  5. Evaluasi geohazard untuk kawasan permukiman atau infrastruktur kritis — Analisis risiko likuefaksi, gerakan tanah, dan ekspansivitas tanah untuk perancangan konstruksi tahan bencana adalah lingkup eksklusif AT001.

Contoh proyek nyata: Paket Penyelidikan Geoteknik Jalan Tol Trans-Sumatera Seksi 4 mensyaratkan SBU AT001 Kualifikasi Menengah dengan ekuitas minimum Rp250.000.000 dan laporan laboratorium yang ditandatangani PJSKBU berjenjang 7. Perusahaan yang salah mendaftarkan AT003 tidak lolos evaluasi administrasi, kehilangan potensi nilai kontrak di atas Rp1.000.000.000.

Kapan Sebaiknya Memilih Alternatifnya?

Pilih IT001 jika:

Ruang lingkup pekerjaan adalah survei dan pembuatan prospektus geologi atau geofisika di lapangan. IT001 diperlukan ketika kontrak mengharuskan tim turun ke lokasi untuk pemetaan geologi permukaan, interpretasi citra satelit geologi, atau penyusunan dokumen prospektus geologi untuk keperluan perizinan tambang atau infrastruktur. Contoh: kontrak pembuatan peta geologi permukaan skala 1:25.000 untuk rencana pembangunan PLTA.

Pilih AT002 jika:

Objek pengujian adalah komposisi kimia dan kemurnian material industri yang tidak memiliki konteks geologi, seperti bahan baku industri kimia, produk material bangunan fabrikasi, atau material non-mineral alam. AT002 relevan untuk laboratorium pengujian produk industri yang kebetulan juga mengerjakan sedikit sampel material konstruksi.

Pilih AT003 jika:

Lingkup pekerjaan adalah quality control material dan hasil pekerjaan konstruksi: uji kuat tekan beton K-300, uji tarik baja tulangan D19, Marshall Test campuran aspal, atau uji kepadatan tanah timbunan dengan metode Modified Proctor. AT003 adalah SBU yang wajib dimiliki laboratorium penguji independen yang bekerja untuk proyek jalan, jembatan, atau gedung dalam tahap konstruksi.

Pilih PL007 jika:

Pekerjaan yang dikontrakkan adalah pelaksanaan fisik penyelidikan lapangan: pemboran geoteknik, Standard Penetration Test (SPT), Cone Penetration Test (CPT/sondir), atau pengambilan sampel undisturbed. PL007 dibutuhkan ketika klien membayar untuk pekerjaan lapangan dengan operator dan alat bor, bukan untuk laporan analisis laboratorium.

Bisakah Perusahaan Punya Keduanya?

Ya. Berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, satu badan usaha jasa konsultansi konstruksi dapat memiliki lebih dari satu subklasifikasi SBU selama memenuhi syarat ekuitas dan tenaga ahli yang dipersyaratkan untuk setiap subklasifikasi secara kumulatif.

Pertimbangan ekuitas jika memiliki AT001 dan subklasifikasi tambahan pada kualifikasi Kecil:

Kombinasi Subklasifikasi Ekuitas Minimum Gabungan PJSKBU Minimum Audit KAP
AT001 + IT001 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 (bidang berbeda) Tidak wajib
AT001 + AT003 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 Tidak wajib
AT001 + PL007 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 Tidak wajib
AT001 (Menengah) + IT001 (Menengah) Rp250.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 7 Wajib

Catatan penting: Satu PJSKBU tidak dapat merangkap untuk dua subklasifikasi berbeda secara bersamaan. Perusahaan yang ingin memegang AT001 sekaligus PL007 harus mendaftarkan 2 orang PJSKBU berbeda di SIKI LPJK. Verifikasi data tenaga ahli dilakukan melalui portal lpjk.pu.go.id dan sistem SIMPK. Perizinan usaha diproses melalui OSS RBA sesuai ketentuan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Strategi kombinasi AT001 + PL007 sangat direkomendasikan untuk perusahaan yang ingin memenangkan paket penyelidikan geoteknik terpadu — karena banyak dokumen lelang PUPR mensyaratkan kedua kode ini sekaligus dalam satu entitas penyedia.

Apa Dampaknya Jika Salah Pilih Subklasifikasi?

Kesalahan pemilihan subklasifikasi bukan sekadar masalah administratif — dampaknya terukur secara finansial dan operasional. Berikut 3 skenario konkret berdasarkan pola permohonan yang kami tangani:

Skenario 1: Gugur Tender Rp900.000.000 karena AT003 bukan AT001

Sebuah perusahaan laboratorium di Bandung mengajukan penawaran untuk paket Penyelidikan Geoteknik Fly-Over Sukabumi senilai Rp900.000.000. Perusahaan tersebut memiliki SBU AT003 (pengujian konstruksi) tetapi tidak memiliki AT001. Dokumen pengadaan secara eksplisit mensyaratkan AT001 Kualifikasi Kecil. Penawaran gugur di tahap evaluasi administrasi hari pertama. Seluruh biaya persiapan dokumen penawaran — estimasi Rp15.000.000 — tidak dapat dikembalikan. Selisih biaya mengurus AT001 dibanding AT003 hanya Rp0 karena biaya kualifikasi Kecil identik, tetapi perusahaan tersebut tidak mengurus AT001 karena mengira AT003 cukup.

Skenario 2: Sanksi PP 28/2025 akibat SBU tidak sesuai lingkup pekerjaan

Berdasarkan PP 28/2025 Pasal 84, badan usaha yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai SBU yang dimiliki dapat dikenai sanksi administratif berupa pembekuan izin usaha jasa konstruksi selama 6 bulan pertama, dan pencabutan izin pada pelanggaran kedua. Dalam kasus pengujian geokimia air tanah yang dikerjakan oleh perusahaan pemegang AT002 (bukan AT001), inspektorat BPKP dapat merekomendasikan sanksi ini saat audit proyek. Dampak sekunder: perusahaan tidak dapat mengikuti tender selama masa pembekuan, potensi kehilangan 2–4 proyek dalam pipeline.

Skenario 3: Kenaikan PPh final tanpa SBU yang tepat

Perusahaan jasa konstruksi dengan SBU aktif dan sesuai lingkup pekerjaan dikenakan PPh final 2,65% atas nilai kontrak. Perusahaan tanpa SBU yang relevan — atau yang menggunakan SBU kode lain untuk melaksanakan pekerjaan di luar lingkupnya — dikenakan PPh final 4% sesuai ketentuan perpajakan konstruksi berlaku. Pada kontrak senilai Rp500.000.000, selisihnya adalah Rp6.750.000 per kontrak. Pada perusahaan yang mengerjakan 5 kontrak per tahun, kerugian pajak mencapai Rp33.750.000 per tahun — jauh lebih besar dari biaya mengurus SBU AT001 yang benar.

Konsekuensi Sistem: Data SIMPAN dan SIKI

Sejak berlakunya Permen PU 6/2025, seluruh data SBU badan usaha terintegrasi dalam sistem SIMPAN dan terhubung dengan SIKI LPJK. Panitia pengadaan dapat memverifikasi kesesuaian subklasifikasi secara real-time dalam hitungan menit. Tidak ada lagi celah untuk "menafsirkan" kode SBU secara longgar — sistem menolak otomatis jika kode tidak sesuai persyaratan yang diunggah dalam dokumen pengadaan di SPSE.

Tidak yakin AT001 atau kode lain yang tepat untuk perusahaan Anda? Tim Mitra Konstruksi telah menangani 5–8 permohonan SBU per bulan, termasuk kombinasi AT001 dengan IT001 dan PL007. Biaya pengurusan SBU AT001 Kualifikasi Kecil Rp8.000.000 all-in — sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Urus sendiri Anda membayar Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat sebulan kerja dan menghindari risiko salah kode yang bisa merugikan ratusan juta rupiah di tender.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1AT001 wajib untuk pengujian laboratorium geologi, geofisika, dan geokimia pada proyek konstruksi — bukan survei lapangan (IT001) atau pengujian beton (AT003)
  • 2Syarat utama kualifikasi Kecil: ekuitas minimum Rp100 juta, PJTBU jenjang 7, PJSKBU jenjang 6, NIB dengan KBLI 71109
  • 3Tidak perlu mendaftarkan peralatan laboratorium di SIMPK — yang wajib adalah tenaga ahli geologi bersertifikat di SIKI LPJK
  • 4Tanpa AT001, badan usaha kehilangan akses tender pengujian geologi BBWS dan proyek bendungan, terowongan, serta infrastruktur besar
  • 5Biaya all-in Mitra Konstruksi Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil sudah termasuk biaya resmi LSBU, KTA asosiasi, dan administrasi — selesai 5 hari kerja
  • 6AT001 dan IT001 dapat diajukan bersamaan untuk layanan geologi lengkap: survei lapangan plus analisis laboratorium

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU AT001 dan untuk apa digunakan?
AT001 adalah SBU Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia dengan KBLI 71109. Digunakan badan usaha yang menjalankan pengujian laboratorium batuan dan tanah, analisis geokimia, pengujian geofisika bawah permukaan, evaluasi geohazard, dan pelaporan hasil uji geologi bersertifikat untuk keperluan perizinan dan konstruksi sesuai PP 28/2025.
Apa perbedaan AT001 dan IT001?
IT001 mencakup survei geologi lapangan dan pembuatan prospektus geologi dan geofisika. AT001 mencakup pengujian dan analisis laboratorium material geologi, geofisika, dan geokimia. Jika badan usaha Anda melakukan keduanya — survei lapangan sekaligus analisis lab — Anda perlu mengajukan IT001 dan AT001 secara bersamaan.
Apakah AT001 perlu mendaftarkan peralatan di SIMPK?
Tidak. Meski laboratorium geologi memerlukan peralatan seperti XRF dan perangkat geolistrik, regulasi SBU konstruksi hanya mewajibkan pendaftaran peralatan konstruksi di SIMPK. Untuk AT001, fokus persyaratan ada pada tenaga ahli geologi bersertifikat yang terdaftar aktif di SIKI LPJK — bukan peralatan laboratorium.
Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk AT001 kualifikasi Kecil?
Untuk kualifikasi Kecil, diperlukan PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6. Kedua tenaga ini wajib terdaftar sebagai tenaga tetap badan usaha di SIKI LPJK, tidak boleh merangkap jabatan yang sama di badan usaha lain sesuai Permen PU 6/2025.
Apakah analisis risiko likuefaksi dan geohazard masuk lingkup AT001?
Ya. Evaluasi potensi likuefaksi, gerakan tanah, dan ekspansivitas tanah berdasarkan interpretasi data uji geologi masuk dalam lingkup AT001. Namun jika pekerjaan mencakup pelaksanaan SPT atau sondir di lapangan, komponen tersebut masuk lingkup PL007 — bukan AT001.
Berapa lama dan berapa biaya mengurus SBU AT001 sendiri dibanding lewat Mitra Konstruksi?
Mengurus sendiri membutuhkan pembayaran Rp4.850.000–Rp6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja untuk koordinasi mandiri. Melalui Mitra Konstruksi, paket all-in Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil sudah mencakup seluruh komponen resmi dan selesai dalam 5 hari kerja. Selisih biaya hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000.
Apa saja syarat dokumen SBU AT001 2026 yang wajib disiapkan?
Ada 9 dokumen wajib: akta pendirian disahkan Kemenkumham, NIB OSS dengan KBLI 71109 versi 2025, NPWP badan usaha aktif, neraca keuangan sesuai ekuitas minimum per kualifikasi, SKK PJTBU aktif di SIKI, SKK PJSKBU aktif di SIKI, data tenaga ahli geologi/geofisika bersertifikat, dokumen SMAP atau surat komitmen, dan rekaman pengalaman di SIMPAN khusus perpanjangan. Semua mengacu pada SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.
Berapa ekuitas minimum untuk SBU AT001 kualifikasi Kecil?
Ekuitas minimum untuk SBU AT001 kualifikasi Kecil adalah Rp100.000.000. Tidak ada kewajiban audit KAP untuk kualifikasi Kecil selama aset tidak melebihi Rp250 juta. Penjualan tahunan tidak dipersyaratkan untuk pengajuan baru kualifikasi Kecil, hanya berlaku saat perpanjangan untuk kualifikasi Menengah ke atas.
Apakah SBU AT001 memerlukan peralatan yang didaftarkan di SIMPK?
Tidak. SBU AT001 (KBLI 71109) tidak mensyaratkan peralatan yang didaftarkan di SIMPK berdasarkan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Persyaratan utama yang menjadi pembeda adalah tenaga ahli geologi dan geofisika bersertifikat yang aktif, bukan kepemilikan alat. Ini menjadi keunggulan proses pengurusan dibanding subklasifikasi konstruksi berat lainnya.
Bolehkah PJTBU atau PJSKBU SBU AT001 merangkap di perusahaan lain?
Tidak boleh. PJTBU dan PJSKBU wajib berstatus tenaga tetap di badan usaha yang mengajukan SBU AT001 dan tidak diperbolehkan merangkap jabatan yang sama di badan usaha lain. Status keaktifan keduanya harus terkonfirmasi langsung di sistem SIKI LPJK pada lpjk.pu.go.id sebelum permohonan diajukan ke LSBU.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan