Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU AT003 Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi 2026

Ilustrasi panduan Panduan SBU AT003 Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi 2026 — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
14 menit baca
SBU AT003 Jasa Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi dan Fasilitas Laboratorium (KBLI 71204) adalah izin wajib bagi badan usaha yang menjalankan pengujian mutu beton, baja, aspal, tanah, dan material konstruksi lainnya. Tanpa SBU AT003, badan usaha tidak dapat mengikuti tender quality control proyek pemerintah, tidak bisa menerbitkan laporan uji beton bersertifikat, dan berisiko dikenai sanksi administratif berdasarkan UU 2/2017 jo. PP 28/2025. Proses sertifikasi melalui LSBU terakreditasi diatur dalam Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Untuk kualifikasi Kecil, syarat utama meliputi SKK PJTBU jenjang 7, SKK PJSKBU jenjang 6, dan ekuitas minimum Rp100 juta. Mitra Konstruksi menyediakan layanan pengurusan all-in dengan biaya jasa mulai Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil, selesai dalam 5 hari kerja.

SBU AT003 Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi adalah Sertifikat Badan Usaha wajib bagi laboratorium dan konsultan QC yang menjalankan jasa pengujian mutu beton, baja, aspal, dan material konstruksi lainnya di Indonesia. Berdasarkan aturan terbaru PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, setiap badan usaha jasa pengujian konstruksi harus memiliki SBU AT003 sebelum mengikuti tender pemerintah maupun swasta. Biaya pengurusan all-in melalui Mitra Konstruksi untuk kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000 — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Selesai dalam 5 hari kerja. Jika Anda mengurus sendiri, Anda harus membayar Rp4.850.000 hingga Rp6.100.000 ke berbagai instansi secara terpisah dan menghabiskan 30 hingga 45 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000 hingga Rp3.150.000 ini sangat sepadan untuk menghemat waktu satu bulan kerja Anda. Panduan ini memandu Anda dari nol hingga SBU terbit.

Apa Itu SBU AT003 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU AT003 adalah sertifikasi badan usaha untuk subklasifikasi Jasa Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi dan Fasilitas Laboratorium, dengan KBLI 71204 (Jasa Pengujian Teknis). Kode ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang terakreditasi penuh, terdaftar secara resmi di sistem lpjk.pu.go.id, dan berlaku selama 3 tahun penuh terhitung sejak tanggal diterbitkan. Sertifikat ini menjadi bukti sah bahwa badan usaha Anda memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan legalitas untuk melakukan pengujian mutu pada setiap tahap pekerjaan konstruksi.

Landasan hukumnya mencakup tiga regulasi utama yang berlaku serentak mulai 2025 hingga 2026. Ketiga regulasi ini memperketat pengawasan terhadap mutu konstruksi nasional:

  • PP 28/2025 — mengatur kewajiban mutlak sertifikasi badan usaha jasa konstruksi dan jasa penunjang, termasuk laboratorium uji.
  • Permen PU 6/2025 — mengatur teknis kualifikasi, persyaratan modal, tenaga ahli, dan mekanisme sertifikasi secara digital.
  • SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 — menetapkan daftar subklasifikasi SBU terbaru, di mana AT003 menjadi standar tunggal untuk pengujian konstruksi.

Apa Saja Lingkup Kerja yang Dicakup SBU AT003?

Berdasarkan klasifikasi terbaru, AT003 mencakup 7 kelompok layanan pengujian konstruksi utama yang sering ditenderkan oleh pemerintah dan BUMN:

  1. Pengujian mutu beton (compressive strength, slump) — Pembuatan dan pengujian benda uji beton, termasuk slump test, kuat tekan, kuat lentur, dan parameter mutu beton lainnya sesuai standar SNI.
  2. Pengujian material baja dan pengelasan — Meliputi uji tarik, uji lentur, uji kekerasan, dan uji las pada baja tulangan, baja profil, serta sambungan las sesuai panduan SNI dan AWS.
  3. Pengujian mutu aspal dan perkerasan jalan — Marshall test, ekstraksi aspal, pengujian gradasi agregat, dan pengujian mutu campuran aspal panas sesuai spesifikasi teknis Bina Marga.
  4. Pengujian tanah dan geoteknik — Uji kompaksi (proctor), CBR laboratorium, Atterberg limits, uji konsolidasi, dan parameter geoteknik lainnya untuk fondasi konstruksi.
  5. Pengujian material pra-fabrikasi dan komponen — Pengujian daya dukung beton pra-cetak, tiang pancang beton, girder jembatan, dan komponen pra-fabrikasi lainnya sesuai standar yang berlaku.
  6. Quality control dan pengujian lapangan — Pengujian insitu (di tempat) seperti uji CBR lapangan, hammer test beton, sand cone test, dan DCP (Dynamic Cone Penetrometer) untuk quality control pekerjaan harian.
  7. Sertifikasi dan pelaporan hasil uji konstruksi — Penyusunan dan penerbitan laporan hasil pengujian bersertifikat yang diakui secara hukum untuk keperluan quality assurance dan serah terima penerimaan pekerjaan (PHO/FHO).

Layanan Apa Saja yang Tidak Masuk SBU AT003?

Mengetahui batas lingkup AT003 sangat penting agar Anda tidak salah memilih kode saat mengajukan SBU di OSS RBA:

  • Pengujian komposisi kimia material secara murni — Anda harus menggunakan AT002.
  • Pengujian geologi, geofisika, dan geokimia alam — Anda harus menggunakan AT001.
  • Pengujian akustik, getaran, dan kebisingan gedung — Anda harus menggunakan AT006.
  • Pembuatan dan pengujian model hidraulika — Anda harus menggunakan AT005.
  • Pelaksanaan survei penyelidikan lapangan murni (seperti boring, SPT, sondir) — Anda harus menggunakan PL007.

AT003 paling tepat untuk badan usaha yang secara aktif menjalankan uji kuat tekan beton, Marshall test aspal, atau quality control konstruksi, baik di laboratorium maupun secara langsung di lapangan proyek. Jika Anda hanya melakukan analisis kimia untuk komposisi baja atau beton tanpa melakukan uji mekanis, kode yang relevan adalah AT002, bukan AT003. Laboratorium skala besar yang melayani seluruh aspek ini biasanya mengurus kedua SBU sekaligus. Lihat panduan lengkap pemilihan kode di halaman syarat SBU AT003 kami.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU AT003?

Tidak memiliki SBU AT003 bukan sekadar persoalan administratif di atas kertas. Di era digitalisasi pengadaan melalui e-Katalog dan LPSE, ada 5 konsekuensi langsung yang berdampak fatal pada kelangsungan bisnis laboratorium dan konsultan Anda:

Konsekuensi Operasional dan Komersial di Lapangan

  • Tidak dapat menjadi laboratorium pengujian beton resmi — Seluruh layanan pengujian beton dan material konstruksi yang diakui dalam proyek pemerintah dan BUMN wajib mensyaratkan SBU AT003. Tanpa dokumen ini, laporan hasil uji Anda dianggap tidak sah dan tidak dapat dijadikan dasar penerimaan pekerjaan oleh owner.
  • Tidak dapat mengikuti tender QC proyek pemerintah — Ratusan paket quality control konstruksi dari Kementerian PUPR, Dinas Bina Marga, dan pemerintah daerah secara tegas mensyaratkan SBU AT003 aktif di sistem SIMPAN dan SIKI LPJK. Tanpa SBU, Anda bahkan tidak bisa melewati tahap evaluasi kualifikasi administrasi.
  • Kehilangan akses ke pasar pengujian konstruksi yang sangat aktif — Setiap proyek konstruksi, sekecil apapun, pasti menghasilkan kebutuhan pengujian material. Tanpa AT003, Anda tidak bisa berpartisipasi secara resmi di pasar ini yang nilainya terus tumbuh pesat seiring target infrastruktur nasional.
  • Tidak dapat menerbitkan sertifikat uji beton yang diakui — Laporan uji beton untuk keperluan tender rekanan, serah terima, dan perizinan IMB/PBG memerlukan laboratorium bersertifikat AT003. Laporan tanpa legalitas ini otomatis ditolak oleh konsultan MK (Manajemen Konstruksi) maupun pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek.
  • Risiko sanksi administratif dan hukum berdasarkan UU 2/2017 jo. PP 28/2025 — Menjalankan jasa pengujian hasil pekerjaan konstruksi tanpa SBU yang sah dapat dikenai sanksi berat berupa peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha (NIB) dari sistem OSS RBA.

Dampak Pajak: Simulasi PPh Pasal 4 Ayat 2 Final

Pemerintah memberikan insentif pajak yang signifikan bagi badan usaha yang taat aturan. Badan usaha jasa konstruksi tanpa SBU aktif dikenai tarif Pajak Penghasilan (PPh) final yang jauh lebih tinggi. Tabel berikut memperlihatkan selisih kerugian finansial yang nyata:

Status SBU Badan Usaha Tarif PPh Final (Jasa Konsultansi/Pengujian) Simulasi Nilai Kontrak Rp500 Juta Pajak yang Harus Dibayar
Memiliki SBU AT003 (kualifikasi Kecil) 2% Rp500.000.000 Rp10.000.000
Tanpa SBU (atau SBU kedaluwarsa) 4% Rp500.000.000 Rp20.000.000
Selisih Kerugian Pajak Rp10.000.000 terbuang sia-sia

Angka di atas berbicara dengan sendirinya. Artinya, dari satu buah kontrak bernilai Rp500 juta saja, badan usaha tanpa SBU membuang Rp10.000.000 lebih banyak ke kas negara. Padahal, biaya pengurusan SBU AT003 all-in di Mitra Konstruksi hanya Rp8.000.000. Biaya ini jauh lebih murah daripada selisih denda pajak dari satu kontrak tunggal. Berinvestasi pada legalitas adalah keputusan finansial yang paling logis untuk mengamankan margin keuntungan Anda.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU AT003 2026?

Proses pengajuan SBU AT003 saat ini dilakukan sepenuhnya secara elektronik melalui sistem OSS RBA yang terintegrasi langsung dengan SIKI LPJK dan SIMPK. Sistem yang terhubung ini berarti satu data yang salah akan menghambat seluruh proses pengurusan. Berikut adalah checklist dokumen lengkap beserta daftar kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan — data ini kami susun berdasarkan pengalaman kami menangani 5 hingga 8 permohonan AT003 setiap bulannya:

No Dokumen yang Diperlukan Keterangan Penting Sesuai Aturan 2026 Kesalahan Fatal yang Paling Sering Terjadi
1 Akta pendirian dan perubahan terakhir badan usaha Harus disahkan oleh Kemenkumham (SK Menteri). Berlaku untuk PT dan CV. Menggunakan akta lama tanpa menyertakan dokumen perubahan terbaru yang sudah disahkan Kemenkumham.
2 NIB dari OSS yang memuat KBLI 71204 AT003 mutlak menggunakan KBLI 71204. Pastikan KBLI di NIB sudah dikonversi penuh ke KBLI 2025. NIB masih mencantumkan KBLI lama yang belum dikonversi ke format 2025, menyebabkan OSS menolak sinkronisasi.
3 NPWP badan usaha aktif Status wajib aktif, bukan non-efektif (NE). Pastikan SPT Tahunan sudah dilaporkan. NPWP berstatus non-efektif karena absen lapor SPT; perlu proses reaktivasi manual ke KPP setempat.
4 Neraca keuangan badan usaha Tidak ada ekuitas minimum khusus untuk spesialis, namun kualifikasi lain wajib. Audit KAP mutlak bila aset di atas Rp250 juta. Neraca tidak ditandatangani oleh akuntan publik terdaftar; atau ekuitas tidak memenuhi batas minimum kualifikasi.
5 SKK PJTBU jenjang 7 aktif di SIKI Wajib berstatus tenaga tetap, dan mutlak tidak boleh merangkap jabatan di badan usaha lain mana pun. PJTBU ternyata masih terdaftar di SIKI milik badan usaha lamanya — memerlukan proses pencabutan yang memakan waktu.
6 SKK PJSKBU jenjang 7 aktif di SIKI Tidak boleh merangkap jabatan di badan usaha lain. Berperan sebagai penanggung jawab teknis uji. SKK sudah kedaluwarsa; hal ini sering tidak disadari pengusaha karena tidak mengecek sistem SIKI secara berkala.
7 Data tenaga ahli pengujian material bersertifikat AT003 tidak memerlukan input peralatan di SIMPK. Teknisi lab dan insinyur QC bersertifikat adalah kunci utama penilaian. Mengira perlu mendaftarkan alat uji beton ke SIMPK — padahal ini sama sekali tidak diperlukan untuk SBU AT003.
8 Dokumen SMAP atau surat komitmen anti-penyuapan Sertifikat ISO 37001 yang aktif, panduan SMAP internal, atau minimal surat komitmen bermaterai sesuai ketentuan LSBU. Sertifikat ISO 37001 sudah terlanjur kedaluwarsa tepat saat pengajuan perpanjangan SBU dimulai.
9 Rekaman pengalaman pengujian konstruksi di SIMPAN Khusus untuk perpanjangan SBU. Pengajuan SBU baru kualifikasi Kecil tidak memerlukan syarat penjualan tahunan. Pengalaman proyek pengujian sebelumnya tidak diunggah secara rutin ke SIMPAN, sehingga rekam jejak dianggap kosong oleh sistem.

Persyaratan Spesifik Per Kualifikasi AT003 Tahun 2026

Setiap tingkatan kualifikasi memiliki batasan dan persyaratan modal yang berbeda berdasarkan regulasi terbaru. Berikut adalah rinciannya:

Kualifikasi SBU Syarat Ekuitas Minimum Syarat Penjualan Tahunan Jenjang Minimum PJTBU Jenjang Minimum PJSKBU Kewajiban Audit KAP Masa Berlaku SBU
Kecil Rp100.000.000 Tidak dipersyaratkan untuk SBU baru Jenjang 7 Jenjang 6 (jumlah 1) Tidak wajib 3 tahun
Menengah Rp250.000.000 Rp1.000.000.000 dalam 3 tahun Jenjang 8 Jenjang 7 (jumlah 1) Wajib (Audit KAP) 3 tahun
Besar Rp500.000.000 Rp2.500.000.000 dalam 3 tahun Jenjang 9 Jenjang 8 (jumlah 1) Wajib (Audit KAP) 3 tahun
Spesialis Tidak dipersyaratkan khusus Tidak dipersyaratkan khusus Jenjang 7 Jenjang 7 (jumlah 1) Tidak wajib 3 tahun

Satu catatan teknis yang sangat krusial: SBU AT003 tidak memerlukan pendaftaran peralatan laboratorium ke dalam portal SIMPK. Hal ini sangat berbeda dari SBU pelaksana pekerjaan konstruksi yang mewajibkan inventarisasi alat berat. Fokus utama penilaian untuk AT003 adalah pada kompetensi teknis tenaga ahli (SKK PJTBU/PJSKBU) dan rekam jejak pengujian masa lalu di SIMPAN. Anda tidak perlu membuang waktu mendaftarkan mesin uji tekan atau set Marshall test ke sistem. Untuk rincian dokumen yang lebih mendalam, kunjungi halaman persyaratan dokumen AT003 kami.

Berapa Biaya Pengurusan SBU AT003?

Pertanyaan ini paling sering diajukan oleh calon klien kami — dan jawabannya sangat bergantung pada apakah Anda memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri atau menggunakan jasa pengurusan terintegrasi all-in. Berikut adalah perbandingan jujur dan transparan dari kedua metode tersebut:

Rincian Biaya Jika Mengurus Sendiri secara Mandiri

Banyak pengusaha mengira mengurus SBU sendiri berarti gratis. Faktanya, Anda tetap harus membayar retribusi resmi ke berbagai lembaga secara terpisah, belum termasuk biaya tenaga dan waktu Anda:

Komponen Biaya Resmi Terpisah Estimasi Biaya di Lapangan Keterangan Tambahan
Biaya pendaftaran dan sertifikasi LSBU Rp2.500.000 – Rp3.500.000 Sangat bervariasi tergantung pada LSBU mana yang Anda pilih.
Iuran KTA asosiasi profesi/perusahaan Rp1.500.000 – Rp2.000.000 Biasanya ditagih per tahun atau paket lump sum langsung untuk 3 tahun.
Biaya administrasi dan legalisasi dokumen Rp500.000 – Rp600.000 Untuk notaris, materai, dan legalisasi berkas pendaftaran manual.
Konversi KBLI di portal OSS RBA Rp350.000 – Rp1.000.000 Bila Anda memerlukan bantuan konsultan OSS untuk sinkronisasi KBLI 2025.
Total estimasi mengurus mandiri Rp4.850.000 – Rp6.100.000 Belum termasuk waktu berharga Anda, bensin, dan biaya koordinasi harian.

Selain total biaya riil di atas, mengurus SBU sendiri umumnya memerlukan waktu 30 hingga 45 hari kerja penuh untuk bolak-balik koordinasi mandiri antara LSBU, asosiasi, meja OSS RBA, dan sistem SIKI LPJK. Satu kesalahan input pada neraca atau dokumen SKK bisa memundurkan proses hingga 2 sampai 3 minggu lamanya. Apakah waktu satu bulan Anda lebih murah dari selisih jasa profesional?

Daftar Harga Paket Pengurusan All-In Mitra Konstruksi

Kami merancang paket pengurusan SBU yang mengutamakan kecepatan dan transparansi, tanpa biaya terselubung di akhir proses:

Kualifikasi SBU Biaya Pengurusan All-In Garansi Waktu Selesai Yang Sudah Termasuk dalam Paket
Kecil Rp8.000.000 5 hari kerja Termasuk biaya sertifikasi LSBU, KTA asosiasi, administrasi, dan koordinasi penuh.
Menengah Rp12.000.000 – Rp15.000.000 7–10 hari kerja Termasuk pengurusan audit KAP, biaya LSBU, KTA, dan administrasi lengkap.
Besar Rp20.000.000 – Rp30.000.000 10–14 hari kerja Paket premium yang dikonfirmasi saat konsultasi awal, mencakup seluruh biaya resmi.
Spesialis Rp8.000.000 – Rp12.000.000 5–7 hari kerja Semua komponen resmi (LSBU, KTA, dll) sudah termasuk dalam satu harga flat.

Mari kita hitung secara rasional. Selisih biaya pengurusan paket all-in kualifikasi Kecil hanyalah Rp1.900.000 hingga Rp3.150.000 jika dibandingkan dengan biaya dasar mengurus sendiri. Selisih sekecil itu secara langsung menyelamatkan Anda dari 30 hingga 45 hari kerja yang penuh stres dan koordinasi mandiri, risiko tinggi penolakan berkas oleh sistem, dan menyelamatkan waktu operasional yang seharusnya digunakan untuk memenangkan proyek. Kalkulasi detail komponen biaya tersedia di halaman biaya SBU AT003 kami.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU AT003 di Lapangan?

Pengalaman di lapangan membuktikan bahwa teori seringkali berbeda dengan praktik. Berikut adalah satu kasus nyata yang berhasil kami tangani dengan cepat. Kasus ini dipilih karena mencerminkan tantangan administratif yang paling umum dialami laboratorium pengujian konstruksi skala kecil-menengah saat ini:

Studi Kasus: CV Konsultan di Jakarta — Perpanjangan Terhambat ISO 37001 yang Kedaluwarsa

Aspek Kasus Detail Kejadian dan Solusi
Profil badan usaha klien Sebuah CV konsultan spesialis QC laboratorium, kualifikasi Kecil, ekuitas Rp345 juta, berbasis di Jakarta.
Situasi kritis di awal Masa aktif SBU AT003 mendekati kedaluwarsa dalam 10 hari. Saat diperiksa secara menyeluruh, sertifikat ISO 37001 (SMAP) klien ternyata juga sudah kedaluwarsa 4 bulan sebelumnya tanpa mereka sadari.
Tantangan utama Sistem LSBU langsung menolak permohonan perpanjangan SBU tersebut secara otomatis karena SMAP tidak aktif. Klien tidak menyadari kedaluwarsa ISO 37001 karena tidak ada notifikasi atau pengingat otomatis dari sistem lembaga ISO terkait.
Tindakan pengurusan yang diambil Tim ahli Mitra Konstruksi segera mengambil alih dan mengurus perpanjangan SBU AT003 sekaligus pembaruan sertifikat ISO 37001 dalam satu paket terintegrasi. Koordinasi lintas sektoral dilakukan serentak pada hari yang sama ke pihak LSBU dan lembaga sertifikasi ISO independen.
Hasil akhir SBU AT003 berhasil terbit sah dalam 5 hari kerja tanpa denda. ISO 37001 juga diperbarui bersamaan tanpa menghambat atau menjeda timeline pengurusan SBU. Klien berhasil mengikuti tender proyek Bina Marga tepat waktu.
Pelajaran utama untuk Anda Layanan terintegrasi yang menangani SBU beserta ISO 37001 adalah solusi operasional paling efisien untuk masalah perpanjangan. Wajib hukumnya mengecek status seluruh sertifikat penunjang minimal 3 bulan sebelum SBU utama kedaluwarsa.

Kasus di atas menggarisbawahi bahwa kendala terbesar dan paling mematikan dalam perpanjangan SBU AT003 sering kali bukanlah terletak pada dokumen utamanya (seperti akta atau SKK), melainkan pada dokumen penunjang seperti SMAP yang luput dari pemantauan berkala HRD atau administrasi perusahaan. Di Mitra Konstruksi, kami membantu klien mengidentifikasi seluruh dokumen yang perlu diperbarui jauh sebelum proses klik persetujuan dimulai — bukan menemukan masalah di tengah jalan. Lihat studi kasus dan kendala umum lainnya yang sering terjadi di halaman kendala pengurusan SBU AT003 kami.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU AT003?

Untuk membantu Anda memahami SBU AT003 lebih dalam sebelum memulai proses pengajuan, kami telah merangkum jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak diajukan klien kami melalui layanan konsultasi WhatsApp:

Apa itu SBU AT003 secara singkat?
AT003 adalah Sertifikat Badan Usaha (SBU) khusus untuk jasa pengujian hasil pekerjaan konstruksi dan fasilitas laboratorium, mencakup layanan uji mutu beton, pengujian material baja, aspal, geoteknik dasar, dan QC material konstruksi. SBU ini menggunakan kode KBLI 71204 dan diterbitkan secara resmi oleh LSBU terakreditasi yang terdaftar di portal lpjk.pu.go.id.
Apakah uji kuat tekan beton sungguh masuk lingkup AT003?
Tentu saja, ya. Pengujian compressive strength (kuat tekan) beton, pembuatan benda uji silinder/kubus, dan slump test lapangan sepenuhnya masuk dalam ruang lingkup AT003. Ini adalah salah satu layanan inti yang paling diwajibkan dalam tender QC konstruksi dari Kementerian PUPR maupun pemda.
Apa perbedaan mendasar antara AT003 dan AT002?
AT002 secara spesifik digunakan untuk analisis komposisi kimia kemurnian material — misalnya menguji kandungan persentase unsur logam atau analisis senyawa kimia zat aditif beton. Sementara itu, AT003 digunakan untuk pengujian mekanis mutu hasil pekerjaan konstruksi seperti kuat tekan beton, Marshall test aspal, CBR tanah dasar, dan uji tarik baja. Jika laboratorium QC Anda mengerjakan kedua aspek ini, AT003 dan AT002 dapat (dan sangat disarankan) diajukan bersamaan.
Jenjang SKK berapa yang dibutuhkan untuk AT003 kualifikasi Kecil?
Berdasarkan Permen PU 6/2025, untuk kualifikasi Kecil Anda memerlukan: SKK PJTBU minimal jenjang 7 dan SKK PJSKBU minimal jenjang 6. Keduanya mutlak harus terdaftar sebagai tenaga kerja tetap di database SIKI LPJK perusahaan Anda dan tidak boleh merangkap di badan usaha lain secara bersamaan. Satu SKK hanya untuk satu perusahaan.
Apakah SBU AT003 memerlukan pendaftaran peralatan di aplikasi SIMPK?
Sama sekali tidak. AT003 tidak mewajibkan pendaftaran inventarisasi peralatan laboratorium (seperti alat uji tekan atau mesin Marshall) ke dalam aplikasi SIMPK — sangat berbeda dari perlakuan SBU pelaksana konstruksi yang mewajibkan input daftar alat berat secara rigid. Untuk AT003, kompetensi tenaga ahli penguji bersertifikat dan bukti rekam jejak pengujian masa lalu di SIMPAN adalah dua faktor penentu kelulusan utama.
Bisakah SBU AT003 dan AT002 diajukan bersamaan dalam satu waktu?
Sangat bisa. Laboratorium material konstruksi komprehensif yang menjalankan pengujian mutu konstruksi sekaligus melakukan analisis komposisi kimia material biasanya memiliki keduanya. Pengajuan simultan memungkinkan efisiensi waktu, tenaga administrasi, dan hemat biaya koordinasi.
Berapa lama sebenarnya masa berlaku SBU AT003 ini?
SBU AT003 berlaku sah selama 3 tahun penuh terhitung sejak diterbitkan, dan berlaku merata untuk semua tingkatan kualifikasi (Kecil, Menengah, Besar, dan Spesialis). Perpanjangan wajib diajukan minimal 1 bulan sebelum masa berlaku habis secara total agar tidak terjadi gap (kekosongan status) yang berpotensi menyebabkan badan usaha gagal mengikuti tender penting selama masa transisi pengurusan ulang tersebut.
Apakah ada syarat minimum penjualan tahunan untuk pengajuan baru AT003 kualifikasi Kecil?
Tidak ada syarat minimum nilai penjualan tahunan bagi Anda yang melakukan pengajuan SBU baru untuk kualifikasi Kecil. Persyaratan nominal penjualan tahunan baru akan berlaku secara ketat mulai dari tingkatan kualifikasi Menengah (minimal Rp1 miliar) dan kualifikasi Besar (minimal Rp2,5 miliar). Upload rekaman pengalaman proyek di SIMPAN hanya diperlukan saat proses perpanjangan masa berlaku SBU, bukan pada saat pengajuan SBU untuk pertama kalinya.

Siap mengurus SBU AT003 Anda dengan mudah dan tenang dalam 5 hari kerja? Tim profesional Mitra Konstruksi menangani secara rutin 5 hingga 8 permohonan AT003 setiap bulannya dan selalu siap membantu Anda mulai dari tahap verifikasi kelengkapan dokumen hingga sertifikat SBU terbit 100% sah — termasuk juga membantu pengurusan SMAP dan sertifikasi ISO 37001 jika memang diperlukan. Anda fokus jalankan lab, kami yang urus birokrasinya. Konsultasi pertama Anda bersama kami bebas biaya tanpa komitmen apa pun.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1SBU AT003 wajib untuk pengujian mutu beton, baja, aspal, tanah, dan QC material konstruksi berdasarkan KBLI 71204
  • 2Tanpa AT003, badan usaha tidak bisa ikut tender QC pemerintah dan tidak bisa menerbitkan laporan uji beton bersertifikat
  • 3Syarat utama kualifikasi Kecil: SKK PJTBU jenjang 7, SKK PJSKBU jenjang 6, ekuitas minimum Rp100 juta, NIB KBLI 71204
  • 4AT003 tidak memerlukan daftar peralatan di SIMPK — kompetensi tenaga ahli pengujian adalah persyaratan utama
  • 5Biaya urus sendiri Rp4,85–6,1 juta dengan waktu 30–45 hari kerja; paket Mitra all-in Rp8 juta selesai 5 hari kerja
  • 6AT003 berbeda dari AT002 (kimia), AT001 (geologi), dan PL007 (survei lapangan) — pastikan kode subklasifikasi sesuai lingkup kerja

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU AT003 dan siapa yang wajib memilikinya?
SBU AT003 adalah Sertifikat Badan Usaha subklasifikasi Jasa Pengujian Hasil Pekerjaan Konstruksi dan Fasilitas Laboratorium dengan KBLI 71204. Wajib dimiliki oleh badan usaha yang menjalankan pengujian mutu beton, baja, aspal, tanah, komponen pra-fabrikasi, atau quality control konstruksi secara resmi, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta.
Apakah uji kuat tekan beton dan slump test masuk lingkup AT003?
Ya. Pengujian compressive strength, slump test, kuat lentur, dan seluruh parameter mutu beton sesuai SNI masuk dalam lingkup AT003. Pembuatan benda uji beton di lapangan maupun pengujian di laboratorium keduanya tercakup dalam subklasifikasi ini.
Apa perbedaan SBU AT003 dengan AT002?
AT003 mencakup pengujian mutu hasil pekerjaan konstruksi seperti kuat tekan beton, Marshall test aspal, dan CBR tanah. AT002 mencakup analisis kimia komposisi dan kemurnian material. Jika layanan Anda mencakup uji kimia bahan bangunan, Anda perlu AT002; untuk mutu hasil konstruksi, pilih AT003.
Apakah AT003 memerlukan daftar peralatan di SIMPK?
Tidak. Berbeda dengan subklasifikasi pelaksana konstruksi, AT003 tidak mewajibkan pencatatan peralatan laboratorium di SIMPK. Persyaratan utama adalah kompetensi tenaga ahli: SKK PJTBU jenjang 7 dan SKK PJSKBU jenjang 6 untuk kualifikasi Kecil, keduanya tercatat aktif di SIKI LPJK.
Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk AT003 kualifikasi Kecil?
Untuk kualifikasi Kecil, dibutuhkan PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6, masing-masing sebanyak 1 orang, berstatus tenaga tetap dan tidak merangkap di badan usaha lain. Data SKK harus aktif dan tercatat di SIKI LPJK yang dapat diverifikasi melalui lpjk.pu.go.id.
Berapa lama proses pengurusan SBU AT003 dan berapa biayanya?
Jika mengurus sendiri, proses membutuhkan 30–45 hari kerja dengan biaya resmi Rp4,85–6,1 juta ke LSBU dan asosiasi, belum termasuk waktu dan tenaga administrasi. Mitra Konstruksi menyediakan paket pengurusan all-in dengan biaya jasa Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil, selesai dalam 5 hari kerja.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan