Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU GT001 Rancang Bangun Gedung Hunian 2026 Lengkap

Ilustrasi panduan Panduan SBU GT001 Rancang Bangun Gedung Hunian 2026 Lengkap — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
10 menit baca
SBU GT001 Konstruksi Gedung Hunian Terintegrasi adalah izin wajib bagi Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) yang mengerjakan rancang bangun gedung hunian dalam satu kontrak — mencakup perancangan arsitektur, rekayasa struktur dan MEP, hingga pelaksanaan konstruksi fisik. Subklasifikasi ini menggunakan KBLI 41011 dan hanya tersedia untuk kualifikasi Besar dengan ekuitas minimum Rp25 miliar. Tanpa SBU GT001, BUJK tidak dapat mengikuti tender turnkey gedung hunian, kehilangan efisiensi PPh Final (selisih hingga ratusan juta per kontrak), dan tidak memenuhi syarat proyek BUMN properti. Regulasi yang berlaku adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Proses pengurusan melalui LSBU yang terverifikasi di lpjk.pu.go.id, dengan data SKK di SIKI dan peralatan di SIMPK. Artikel ini membahas seluruh aspek GT001 secara lengkap.

SBU GT001 Rancang Bangun Gedung Hunian adalah Sertifikat Badan Usaha subklasifikasi Konstruksi Gedung Hunian Terintegrasi (KBLI 41011) yang wajib dimiliki BUJK sebelum menandatangani kontrak turnkey atau rancang bangun gedung hunian. Landasan hukumnya: PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. SBU GT001 hanya tersedia untuk kualifikasi Besar dengan ekuitas minimal Rp25 miliar. Tanpa SBU ini, BUJK kehilangan tender dan dikenai PPh Final 4%. Sebagai patokan efisiensi layanan, biaya pengurusan LENGKAP ALL-IN kualifikasi Kecil di Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000 selesai dalam 5 hari kerja — sangat hemat waktu dibanding urus sendiri yang memakan 30–45 hari kerja. GT001 ini membutuhkan penanganan khusus karena tergolong EPC.

Apa Itu SBU GT001 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

GT001 adalah kode subklasifikasi SBU untuk Konstruksi Gedung Hunian Terintegrasi: satu badan usaha mengerjakan perancangan arsitektur, rekayasa struktur dan MEP, pengurusan perizinan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan mutu, komisioning, hingga serah terima — semuanya dalam satu kontrak kepada pemberi kerja. Model ini lazim disebut design-build atau turnkey di pasar properti Indonesia, di mana satu entitas bertanggung jawab penuh atas seluruh siklus proyek mulai dari konsep hingga bangunan siap huni.

BUJK yang wajib memiliki SBU GT001 adalah mereka yang beroperasi pada skala kualifikasi Besar dan menghadapi kondisi sebagai berikut:

  • Menerima kontrak di mana satu perjanjian mencakup perancangan sekaligus pelaksanaan gedung hunian (seperti apartemen, rusun, atau klaster perumahan skala masif);
  • Mengikuti tender rancang bangun gedung hunian dari BUMN properti atau pengembang swasta berskala nasional yang menggunakan OSS RBA;
  • Membangun proyek EPC gedung hunian dengan nilai kontrak di atas ambang kualifikasi Besar, di mana penjualan tahunan minimal Rp50 miliar sering menjadi patokan.

Apa bedanya GT001 dengan BG001, AR001, dan RK001?

Kode SBU Nama Subklasifikasi Lingkup Utama Kapan Pilih?
GT001 Konstruksi Gedung Hunian Terintegrasi Perancangan + pelaksanaan dalam satu kontrak Kontrak turnkey/design-build gedung hunian terintegrasi
BG001 Konstruksi Bangunan Gedung Hunian Pelaksanaan konstruksi saja berdasarkan gambar perencana terpisah Kontrak hanya pelaksanaan fisik oleh kontraktor biasa
AR001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non-Hunian Perancangan arsitektur saja tanpa konstruksi Jasa desain murni tanpa tanggung jawab bangun
RK001 Jasa Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung Rekayasa struktur dan MEP saja Jasa engineering murni oleh konsultan perencana
GT002 Konstruksi Gedung Perkantoran Terintegrasi Rancang bangun gedung perkantoran Gedung kantor (komersial), bukan gedung hunian residensial

Apa saja lingkup kerja yang dicakup GT001?

Berdasarkan regulasi terbaru SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, lingkup GT001 mencakup tujuh tahapan terintegrasi yang harus dikuasai oleh BUJK pemegang sertifikat ini:

  1. Pra-desain dan konsultasi investasi — mencakup studi kelayakan teknis dan ekonomis, program ruang, konsep desain, serta estimasi biaya awal sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
  2. Perancangan arsitektur gedung hunian — penyusunan denah, tampak, potongan, gambar detail arsitektur, dan spesifikasi material sesuai program ruang yang disepakati bersama pemberi tugas.
  3. Rekayasa struktur dan MEP gedung hunian — perancangan struktur beton bertulang atau baja, sistem mekanikal (HVAC, plambing), sistem kelistrikan, dan sistem proteksi kebakaran yang menjamin keamanan penghuni.
  4. Pengurusan perizinan dan IMB/PBG rancang bangun — meliputi pengurusan persetujuan bangunan gedung (PBG), dokumen AMDAL atau UKL-UPL, dan perizinan terkait sebelum konstruksi dimulai.
  5. Pelaksanaan pembangunan fisik gedung hunian — tahap konstruksi fisik sesuai gambar rancangan yang disetujui, mencakup seluruh pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, hingga tahap akhir finishing.
  6. Pengawasan konstruksi dan quality control — pengawasan pekerjaan konstruksi secara internal oleh tim perancang guna memastikan hasil terbangun benar-benar presisi sesuai gambar dan standar mutu yang telah ditetapkan.
  7. Komisioning, uji terima, dan serah terima — pengujian seluruh sistem utilitas gedung, penyusunan as-built drawing, dan penyerahan final kepada pemberi kerja dengan dokumen operasional lengkap.

Hal yang di luar lingkup GT001 meliputi: jasa perancangan arsitektur semata tanpa pelaksanaan (gunakan AR001), pengerjaan konstruksi saja berdasar cetak biru pihak lain (gunakan BG001), pengawasan independen dari konsultan pihak ketiga, serta pengembangan lahan properti murni dan penjualan unit yang bukan ranah jasa konstruksi.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU GT001?

Banyak direksi BUJK meremehkan betapa vitalnya SBU GT001 dalam segmen konstruksi terintegrasi karena menganggap pengalaman lapangan sudah cukup. Kenyataannya, ketidakpatuhan terhadap PP 28/2025 memicu lima konsekuensi yang mengancam arus kas dan kelangsungan operasional perusahaan:

1. Tidak dapat mengikuti tender rancang bangun gedung hunian

Semua tender dengan format turnkey dan design-build gedung hunian mutlak mensyaratkan kepemilikan SBU GT001 pada tahap prakualifikasi. Tanpa SBU ini, berkas pendaftaran perusahaan Anda akan langsung digugurkan oleh panitia. Kehilangan akses ke tender berarti kehilangan potensi pendapatan utama.

2. Tarif PPh Final lebih tinggi (Pemotongan Laba Langsung)

Regulasi pajak memberikan sanksi tarif PPh Final 4% bagi BUJK yang tidak memiliki sertifikat badan usaha valid (termasuk ketiadaan GT001 saat menangani proyek EPC hunian). Sementara itu, pemegang SBU kualifikasi Besar aktif mendapat tarif 2,65%. Angka 1,35% selisih tarif ini amat masif ketika diterapkan pada nilai kontrak EPC kualifikasi Besar.

Nilai Kontrak Rancang Bangun PPh Final dengan SBU (2,65%) PPh Final tanpa SBU (4%) Total Selisih (Kerugian Laba)
Rp50.000.000.000 Rp1.325.000.000 Rp2.000.000.000 Rp675.000.000
Rp100.000.000.000 Rp2.650.000.000 Rp4.000.000.000 Rp1.350.000.000
Rp250.000.000.000 Rp6.625.000.000 Rp10.000.000.000 Rp3.375.000.000

3. Tidak dapat mengakses kontrak EPC gedung hunian BUMN

BUMN di sektor properti dan konstruksi mewajibkan seluruh mitranya terdaftar sah dengan GT001 sesuai standar lpjk.pu.go.id. Tanpa memiliki kode KBLI 41011 dan SBU GT001 yang aktif, Anda tidak bisa masuk daftar Vendor Management System (VMS) maupun sistem LPSE instansi tersebut.

4. Risiko sanksi administratif dan hukum

Melaksanakan proyek konstruksi yang termasuk lingkup SBU namun badan usaha tidak memiliki sertifikat terkait merupakan pelanggaran berat atas PP 28/2025. Sanksinya meliputi denda administratif, penghentian sementara pekerjaan di lapangan, hingga pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari OSS RBA.

5. Kehilangan keunggulan kompetitif di pasar EPC properti

Tren klien besar kini beralih ke kontrak satu pintu (single point of responsibility) demi menghindari saling lempar kesalahan antara konsultan perencana dan pelaksana kontraktor. Ketiadaan GT001 mematikan keunggulan kompetitif Anda di pasar modern ini, membuat Anda kalah tender melawan kompetitor bersertifikat lengkap.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU GT001 2026?

Pengurusan GT001 menuntut kelengkapan administrasi prima karena hanya tersedia untuk kualifikasi Besar, bukan untuk kualifikasi Kecil atau Menengah. Mengacu pada Permen PU 6/2025, setiap berkas yang dikirim ke sistem SIKI LPJK dan portal SIMPK wajib memenuhi prasyarat baku tanpa toleransi. Berikut checklist dan titik kritis kesalahan yang perlu diwaspadai tim tender Anda:

Nama Dokumen Syarat SBU Ketentuan Spesifik 2026 Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Akta pendirian dan perubahan badan usaha Disahkan oleh sistem AHU Kemenkumham terbaru Mengirim akta perubahan internal yang belum tercatat sah di Kemenkumham
NIB dari OSS RBA (Memuat KBLI 41011) KBLI wajib telah dikonversi secara sistem ke versi KBLI 2025 Sistem OSS masih menyimpan data versi lama dan belum di-update PJBU
NPWP badan usaha aktif Status aktif SPT terekam di sistem DJP (Bukan Non-Efektif) Terblokir otomatis karena perusahaan absen lapor SPT lebih dari 2 tahun
Neraca keuangan (Ekuitas min. Rp25 Miliar) Hanya untuk kualifikasi Besar. Wajib diaudit KAP independen. Dihitung akumulatif seluruh SBU diajukan Melampirkan laporan keuangan internal sepihak (tanpa Opini KAP resmi)
SKK PJTBU (Penanggung Jawab Teknik) Membutuhkan PJTBU jenjang 9 yang aktif terekam di SIKI LPJK PJTBU merangkap jabatan serupa di badan usaha kontraktor lain
SKK PJSKBU (Penanggung Jawab Subklasifikasi) Butuh minimal 2 orang jenjang 8 (Tidak boleh merangkap jabatan) Mengajukan hanya 1 personel, padahal syarat Besar minimal 2 PJSKBU
Peralatan utama konstruksi Minimal 3 unit tercatat di SIMPK Kementerian PU (Milik atau sewa min 1 tahun) Peralatan fiktif atau kontrak sewa kurang dari durasi wajib 12 bulan
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Wajib dokumen ISO 37001 asli yang disahkan pimpinan. Surat komitmen dilarang Mengunggah sekadar surat pernyataan komitmen (hanya berlaku buat Kecil)
Rekaman pengalaman (SIMPAN) Syarat mutlak untuk perpanjangan. Untuk baru, nol penjualan dibolehkan Tidak memigrasikan data riwayat kontrak EPC lama ke dalam SIMPAN

Apabila terdapat satu dokumen saja yang gagal divalidasi, maka pengurusan akan tertunda, sehingga direkomendasikan mengulik panduan kelengkapan syarat SBU GT001 secara mendalam.

Detail Persyaratan Kualifikasi Besar GT001

Parameter Teknis dan Finansial Kualifikasi Besar GT001
Ekuitas (Modal Sendiri Bersih) Minimum Rp25.000.000.000
Nilai Penjualan Tahunan Minimum (Perpanjangan) Rp50.000.000.000
Tingkat Jenjang PJTBU 9
Tingkat Jenjang PJSKBU 8
Kuantitas PJSKBU Wajib 2 orang personel tetap
Total Peralatan Terdaftar SIMPK Minimal 3 unit utama
Syarat Audit Kantor Akuntan Publik Wajib Tanpa Pengecualian
Syarat SMAP (Sistem Anti Suap) Sertifikasi ISO 37001 Terakreditasi
Masa Berlaku Sertifikat SBU 3 Tahun sejak tanggal terbit

Berapa Biaya Pengurusan SBU GT001?

Dalam menghitung biaya, penting untuk membandingkan tarif pengurusan sendiri (mandiri) yang seolah murah di awal, dengan biaya pengurusan menggunakan jasa ahli Mitra Konstruksi yang memastikan SBU terbit tepat waktu tanpa penolakan bolak-balik oleh verifikator.

Simulasi Biaya Jika BUJK Mengurus Sendiri (Kualifikasi Besar)

Mengurus GT001 kualifikasi Besar secara mandiri mewajibkan Anda membayar biaya resmi ke berbagai instansi yang angkanya terpecah-pecah:

  • Biaya Penerimaan Negara/Sertifikasi LSBU: Rp8.000.000 hingga Rp15.000.000 tergantung asosiasi;
  • Iuran keanggotaan (KTA) asosiasi per tahun: Rp3.000.000–Rp8.000.000;
  • Sertifikasi ISO 37001 (jika belum ada): sekitar Rp20.000.000–Rp50.000.000;
  • Biaya Akuntan Publik untuk Neraca Audit: Rp15.000.000–Rp40.000.000;
  • Waktu yang terbuang: 30 hingga 60 hari kerja internal direksi untuk korespondensi perbaikan sistem LPJK.

Bahkan untuk kualifikasi Kecil (referensi tarif terendah konstruksi umum) jika diurus sendiri, biayanya mencapai Rp4.850.000–6.100.000 (biaya LSBU/asosiasi murni) dengan 30–45 hari kerja yang menguras fokus tim operasional Anda. Untuk kualifikasi Besar GT001, nominal murni di luar ISO dan KAP bisa menembus di atas Rp15 juta.

Biaya Paket LENGKAP Pengurusan Mitra Konstruksi

Sebagai komparasi framing, biaya pengurusan LENGKAP ALL-IN kami untuk kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000 — sudah memborong biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan pengurusan komplit dari awal hingga SBU fisik di tangan Anda dalam waktu 5 hari kerja. Dibanding biaya mandiri Rp4,85–6,1 juta yang disusul repot 30-45 hari, selisih Rp1.900.000–3.150.000 terbayar telak dengan penghematan sebulan penuh masa kerja tim Anda.

Sementara itu, khusus untuk GT001 yang masuk di Kualifikasi Besar (dan tingkat kerumitan EPC), paket layanan manajemen Mitra Konstruksi dimulai pada angka Rp25.000.000 hingga Rp40.000.000 (belum termasuk komponen PNBP LSBU). Kami mengawal persiapan pra-audit dokumen, sinkronisasi SIKI, hingga SBU terbit secepatnya 5–14 hari kerja. Detail kalkulasinya termuat komprehensif di laman rincian biaya pengurusan SBU GT001.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU GT001 di Lapangan?

Tentu, panduan tidak lengkap tanpa berkaca pada rekam jejak riil pengurusan harian. Setiap bulan, kami mengawal 5–8 permohonan berskala besar, yang memberikan kami peta akurat letak rintangan prosedur SBU GT001 di LSBU.

Studi Kasus Kesuksesan 5 Hari Kerja (PT Kontraktor, Jakarta)

Sebuah korporasi dengan inisial PT Kontraktor (kualifikasi Besar berbasis di Jakarta) bermodal ekuitas solid Rp35 M meminta bantuan tim kami untuk pengajuan baru GT001. Mereka paham bahwa mereka harus menyasar proyek rancang bangun hunian masif bulan depan. Kami lakukan verifikasi ketat prakondisi: laporan KAP beres, 3 unit alat tercatat manis di SIMPK, dan ISO 37001 mereka lolos uji validitas. Hasilnya? Pengajuan mulus tanpa satupun koreksi (BAP) dari tim penilai LSBU, dan SBU terbit gemilang hanya dalam 5 hari kerja. Pelajaran mahal di sini: akurasi pra-evaluasi adalah dewa, bukan semata menyerahkan dokumen secara serampangan lalu berharap mujur.

Problem dan Kendala Utama yang Sering Menggagalkan Pemohon

  1. Manipulasi Nilai Ekuitas (Tidak Capai Minimum Rp25 M): Pemohon sering menjumlahkan aset non-likuid secara naif, atau ekuitas terdilusi karena mencoba merangkap 5 subklasifikasi besar sekaligus. Verifikator langsung menolak.
  2. Asal Pakai Surat Komitmen SMAP: Kualifikasi Besar GT001 tidak lagi mentolerir janji "akan mengurus". Pemohon yang keras kepala menyertakan surat komitmen (khas kualifikasi Kecil) langsung diblokade pengajuannya sampai ISO 37001 terbit.
  3. Personel Ganda di SIKI LPJK: Sistem sekarang pintar. PJSKBU yang disewa harian lalu didaftarkan ternyata masih tercantol di profil kompetitor. Sanksi pembekuan aplikasi instan berlaku.

Selami lebih jauh strategi mengelak dari penolakan bodoh di artikel mengurai kendala SBU GT001.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU GT001?

Merangkum keraguan puluhan pimpinan perusahaan jasa konstruksi tiap bulannya, berikut adalah inti dari tanya-jawab perihal legalitas Rancang Bangun Gedung Hunian.

Apa itu GT001 secara singkat dan tepat?
GT001 merupakan SBU subklasifikasi Konstruksi Gedung Hunian Terintegrasi dalam KBLI 41011. Pemegang lisensi ini sah mengerjakan perancangan sekaligus pelaksanaan fisik dalam satu kontrak. Hanya diperuntukkan bagi kontraktor skala Besar dengan ekuitas minimal Rp25 miliar.
Apa bedanya SBU GT001 dan BG001?
BG001 khusus untuk tahapan pelaksanaan konstruksi saja dengan panduan gambar dari arsitek lain. Sedangkan GT001 adalah satu kesatuan (rancang bangun terintegrasi). Anda yang membuat desain, Anda pula yang mengeksekusinya di lapangan. Jika kontrak minta turnkey, GT001 wajib hukumnya.
Apakah butuh tim arsitek di internal perusahaan untuk GT001?
Betul. Karena lingkup pekerjaannya meliputi perancangan teknis arsitektur dan MEP, BUJK GT001 diwajibkan punya kapabilitas perancangan, baik lewat divisi desain tetap di internal atau bermitra kuat dengan perusahaan konsultan perencana berafiliasi.
SKK jenjang berapa saja yang diwajibkan untuk pengajuan GT001?
Anda harus mempersiapkan PJTBU tingkat 9 dan PJSKBU tingkat 8. Di kualifikasi Besar, jumlah PJSKBU minimum 2 orang yang terdaftar sebagai karyawan tetap dan bebas dari ikatan kerja rangkap di BUJK lain berdasarkan pengecekan lpjk.pu.go.id.
Bisakah perusahaan Menengah/Kecil mendaftar GT001?
Sama sekali tidak. Regulasi PU tegas menetapkan GT001 tidak tersedia bagi entitas skala Kecil maupun Menengah. BUJK non-Besar yang mau membangun hunian harus menggunakan lisensi BG001 biasa.
Mengapa proyek swasta kini menyukai kontraktor dengan SBU GT001?
Kepraktisan dan mitigasi risiko. Melalui model kontrak terintegrasi, pemberi tugas (klien) punya satu titik tanggung jawab tunggal. Tidak ada insiden kontraktor menyalahkan konsultan desain jika bangunan cacat, karena keduanya berasal dari satu pintu perusahaan, membuat jadwal proyek lebih kilat dan penganggaran lebih definitif.

Jangan pertaruhkan kontrak rancang bangun puluhan miliar Anda akibat kelalaian mengurus kelengkapan SBU GT001. Dengan pengalaman menyuplai sukses 5–8 permohonan per bulan untuk kontraktor kualifikasi Besar, Mitra Konstruksi siap membedah celah dokumen Anda. Dapatkan kecepatan rilis 5 hari kerja tanpa drama revisi LSBU.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1GT001 hanya untuk kualifikasi Besar — ekuitas minimum Rp25 miliar, bukan untuk Kecil atau Menengah
  • 2Satu kontrak mencakup perancangan dan pelaksanaan; berbeda dari BG001 (pelaksanaan saja) dan AR001 (perancangan saja)
  • 3SKK wajib: PJTBU jenjang 9 dan PJSKBU jenjang 8 (2 orang), tidak boleh merangkap di badan usaha lain
  • 4Tanpa GT001, PPh Final 4% bukan 2,65% — pada kontrak Rp50 miliar selisih mencapai Rp675.000.000
  • 5Dokumen SMAP wajib berupa sertifikat ISO 37001 atau dokumen penerapan resmi — surat komitmen tidak berlaku untuk Besar
  • 6Pengurusan melalui OSS RBA, SIKI LPJK, SIMPK, dan SIMPAN sesuai regulasi PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU GT001 dan apa bedanya dengan BG001?
SBU GT001 adalah sertifikat untuk BUJK yang mengerjakan rancang bangun gedung hunian terintegrasi — satu kontrak mencakup perancangan dan pelaksanaan konstruksi (KBLI 41011). BG001 hanya mencakup pelaksanaan konstruksi berdasarkan gambar dari perencana terpisah. Pilih GT001 bila kontrak bersifat turnkey atau design-build; pilih BG001 bila hanya pelaksanaan.
Berapa ekuitas minimum untuk GT001?
Ekuitas minimum untuk SBU GT001 adalah Rp25 miliar, dibuktikan dengan neraca keuangan yang diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP). GT001 hanya tersedia untuk kualifikasi Besar. BUJK kualifikasi Kecil atau Menengah tidak dapat mengajukan subklasifikasi ini.
SKK apa saja yang wajib untuk GT001?
GT001 kualifikasi Besar mensyaratkan PJTBU bersertifikat SKK jenjang 9 dan minimal 2 orang PJSKBU bersertifikat SKK jenjang 8. Semua tenaga wajib terdaftar sebagai tenaga tetap di SIKI LPJK dan tidak boleh merangkap jabatan di badan usaha lain.
Apakah tim arsitek internal wajib untuk GT001?
Ya. Karena GT001 mencakup perancangan, BUJK harus memiliki kemampuan desain — baik melalui departemen arsitek dan insinyur internal bersertifikat, maupun melalui entitas terafiliasi. Tanpa kapasitas perancangan yang dapat dibuktikan, permohonan GT001 berisiko ditolak LSBU.
Apa konsekuensi mengerjakan proyek rancang bangun tanpa SBU GT001?
Tiga konsekuensi utama: pertama, tidak dapat mengikuti tender turnkey gedung hunian secara legal; kedua, PPh Final dikenakan tarif 4% bukan 2,65% — pada kontrak Rp50 miliar selisih mencapai Rp675.000.000; ketiga, risiko sanksi administratif berdasarkan UU 2/2017 jo PP 28/2025.
Berapa lama proses pengurusan SBU GT001?
Dengan dokumen lengkap dan persiapan matang, proses verifikasi LSBU dapat selesai dalam 5 hari kerja, sebagaimana dicapai oleh klien PT kontraktor Jakarta (ekuitas Rp35 miliar) yang ditangani Mitra Konstruksi. Keterlambatan paling sering disebabkan ketidaksesuaian data SKK di SIKI atau ekuitas yang belum diaudit KAP.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan