Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha
Kembali ke Panduan SBU AT001 Pengujian Analisis Teknis Geologi Geofisika 2026

Beda SBU AT001 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap

Ilustrasi artikel Beda SBU AT001 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Lengkap — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
7 menit baca
SBU AT001 Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia (KBLI 71109) adalah pilihan tepat jika perusahaan Anda mengerjakan pengujian laboratorium sampel batuan, analisis geokimia tanah dan air tanah, atau interpretasi data geofisika bawah permukaan. AT001 berbeda dari IT001 yang berfokus pada survei lapangan dan pembuatan prospektus, AT002 yang menguji komposisi kimia material umum, AT003 untuk pengujian mutu material konstruksi beton dan baja, serta PL007 yang melaksanakan SPT dan sondir di lapangan. Salah memilih subklasifikasi berarti gugur di tahap verifikasi tender, potensi sanksi administratif berdasarkan PP 28/2025, dan kerugian kontrak yang sudah dipersiapkan berbulan-bulan. Artikel ini membandingkan ketujuh dimensi kritis — fungsi, KBLI, kualifikasi, ekuitas minimum, SKK, kapan pilih, dan kapan tidak pilih — agar keputusan Anda tepat sejak awal pendaftaran di SIKI LPJK.

Memilih antara SBU AT001 dan subklasifikasi terkait berdampak langsung pada kelolosan tender. AT001 (Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia) mencakup pengujian laboratorium sampel batuan, tanah, dan air tanah, serta analisis data geofisika bawah permukaan. Pilih AT001 jika kontrak Anda mengharuskan analisis laboratorium material geologi atau interpretasi data geolistrik dan seismik. Pilih IT001 jika lingkup pekerjaan adalah survei lapangan dan pembuatan prospektus. Pilih AT003 jika objek pengujian adalah beton atau baja hasil pekerjaan konstruksi. Pilih PL007 jika pekerjaan adalah pelaksanaan SPT dan sondir di lapangan. Kesalahan pemilihan kode mengakibatkan dokumen penawaran ditolak secara administratif sejak tahap evaluasi pertama.

Apa Bedanya AT001 dengan Subklasifikasi Terkait?

Tabel berikut membandingkan AT001 dengan empat subklasifikasi yang paling sering tertukar dalam proses seleksi tender, dievaluasi dari 7 dimensi kritis.

Dimensi AT001 IT001 AT002 AT003 PL007
Fungsi utama Pengujian & analisis lab material geologi, geofisika, geokimia Survei geologi lapangan & pembuatan prospektus geologi/geofisika Pengujian komposisi kimia & kemurnian material Pengujian mutu beton, baja, & material hasil pekerjaan konstruksi Pelaksanaan survei lapangan: SPT, sondir, penyelidikan tanah
KBLI 71109 71101 71109 71109 43120
Kualifikasi tersedia Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar
Ekuitas minimum (Kecil) Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000
SKK minimum PJSKBU (Kecil) Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6 Jenjang 6
Kapan pilih Kontrak analisis lab batuan/tanah, interpretasi data geofisika, geokimia air tanah Kontrak survei dan pembuatan prospektus geologi/geofisika di lapangan Kontrak pengujian kemurnian dan komposisi kimia material non-geologi Kontrak uji mutu beton, baja, aspal hasil konstruksi Kontrak pelaksanaan SPT, sondir, bor geoteknik lapangan
Kapan tidak pilih Jangan pilih AT001 untuk survei lapangan atau uji beton Jangan pilih IT001 untuk pengujian laboratorium sampel Jangan pilih AT002 untuk analisis geologi spesifik Jangan pilih AT003 untuk analisis sampel tanah/batuan Jangan pilih PL007 untuk interpretasi data laboratorium

Apa Perbedaan Menentukan antara AT001 dan Kode Pembanding Utamanya?

Dari empat kode pembanding, dua pasangan paling sering menyebabkan kesalahan fatal dalam dokumen tender: AT001 vs IT001 dan AT001 vs PL007.

AT001 vs IT001: Laboratorium vs Lapangan

Perbedaan ini bersifat fundamental. AT001 beroperasi di laboratorium — sampel batuan atau tanah dibawa masuk, diuji dengan alat analitik, lalu diinterpretasikan. IT001 beroperasi di lapangan — tim turun ke lokasi, melakukan pengamatan geologi, dan menyusun prospektus. Sebuah proyek pembangunan bendungan umumnya membutuhkan keduanya secara berurutan: IT001 untuk survei lapangan terlebih dahulu, AT001 untuk analisis laboratorium sampel yang diambil dari lapangan tersebut. Jika Anda hanya memiliki AT001 tetapi lingkup tender mencakup penyusunan prospektus geologi, penawaran Anda akan gugur di evaluasi administrasi.

AT001 vs PL007: Analisis vs Pelaksanaan Penyelidikan

PL007 (Survei Penyelidikan Lapangan) mencakup pelaksanaan fisik SPT, sondir, dan pengeboran geoteknik. AT001 mencakup analisis dan interpretasi data yang dihasilkan dari pekerjaan PL007 tersebut. Dalam kontrak penyelidikan tanah terpadu, paket pekerjaan biasanya mencantumkan kedua kode ini secara eksplisit di persyaratan SBU. Perusahaan yang hanya memiliki PL007 dapat melakukan pengeboran, tetapi tidak dapat mengeluarkan laporan analisis laboratorium bersertifikat — dan sebaliknya.

AT001 vs AT003: Geologi vs Konstruksi

Meski sama-sama "pengujian", objeknya berbeda sepenuhnya. AT001 menguji material alam: batuan, tanah, mineral, air tanah. AT003 menguji material dan hasil pekerjaan konstruksi: kuat tekan beton, uji tarik baja tulangan, kepadatan aspal. Dalam proyek infrastruktur berskala besar, dokumen lelang dapat mensyaratkan AT001 untuk investigasi geoteknik lokasi dan AT003 untuk quality control konstruksi — dua SBU berbeda untuk dua tahap berbeda dalam proyek yang sama.

AT001 vs AT002: Geokimia vs Komposisi Kimia Umum

AT002 menguji komposisi kimia dan kemurnian material secara umum, mencakup produk industri dan material non-geologi. AT001 berfokus spesifik pada konteks geologi: analisis mineralogi, geokimia tanah dan air tanah, serta pengujian karakteristik geofisika. Jika Kementerian PUPR atau BPJT mensyaratkan "analisis geokimia air tanah" dalam dokumen pengadaan, kode yang dibutuhkan adalah AT001, bukan AT002.

Kapan Sebaiknya Memilih AT001?

AT001 adalah pilihan yang tepat pada 5 kondisi spesifik berikut:

  1. Proyek penyelidikan geoteknik untuk pondasi infrastruktur besar — Jembatan bentang panjang, gedung bertingkat lebih dari 8 lantai, dan bendungan selalu mensyaratkan laporan analisis laboratorium sampel tanah dan batuan. Laporan ini harus diterbitkan oleh entitas pemegang SBU AT001 yang valid.
  2. Kontrak interpretasi data geolistrik atau seismik refraksi — Proyek pemetaan bawah permukaan untuk terowongan atau sistem drainase dalam kota membutuhkan analisis data geofisika yang masuk dalam lingkup AT001, bukan IT001.
  3. Program pemantauan kualitas air tanah proyek pertambangan atau infrastruktur — Analisis geokimia air tanah mencakup parameter pH, konduktivitas, logam berat, dan ion mayor — seluruhnya masuk lingkup AT001 berdasarkan Permen PU 6/2025.
  4. Sertifikasi kualitas material quarry untuk proyek konstruksi — Pengujian batu quarry, pasir, dan agregat alam untuk memenuhi spesifikasi Bina Marga atau Cipta Karya memerlukan SBU AT001, bukan AT003 yang berlaku untuk material olahan.
  5. Evaluasi geohazard untuk kawasan permukiman atau infrastruktur kritis — Analisis risiko likuefaksi, gerakan tanah, dan ekspansivitas tanah untuk perancangan konstruksi tahan bencana adalah lingkup eksklusif AT001.

Contoh proyek nyata: Paket Penyelidikan Geoteknik Jalan Tol Trans-Sumatera Seksi 4 mensyaratkan SBU AT001 Kualifikasi Menengah dengan ekuitas minimum Rp250.000.000 dan laporan laboratorium yang ditandatangani PJSKBU berjenjang 7. Perusahaan yang salah mendaftarkan AT003 tidak lolos evaluasi administrasi, kehilangan potensi nilai kontrak di atas Rp1.000.000.000.

Kapan Sebaiknya Memilih Alternatifnya?

Pilih IT001 jika:

Ruang lingkup pekerjaan adalah survei dan pembuatan prospektus geologi atau geofisika di lapangan. IT001 diperlukan ketika kontrak mengharuskan tim turun ke lokasi untuk pemetaan geologi permukaan, interpretasi citra satelit geologi, atau penyusunan dokumen prospektus geologi untuk keperluan perizinan tambang atau infrastruktur. Contoh: kontrak pembuatan peta geologi permukaan skala 1:25.000 untuk rencana pembangunan PLTA.

Pilih AT002 jika:

Objek pengujian adalah komposisi kimia dan kemurnian material industri yang tidak memiliki konteks geologi, seperti bahan baku industri kimia, produk material bangunan fabrikasi, atau material non-mineral alam. AT002 relevan untuk laboratorium pengujian produk industri yang kebetulan juga mengerjakan sedikit sampel material konstruksi.

Pilih AT003 jika:

Lingkup pekerjaan adalah quality control material dan hasil pekerjaan konstruksi: uji kuat tekan beton K-300, uji tarik baja tulangan D19, Marshall Test campuran aspal, atau uji kepadatan tanah timbunan dengan metode Modified Proctor. AT003 adalah SBU yang wajib dimiliki laboratorium penguji independen yang bekerja untuk proyek jalan, jembatan, atau gedung dalam tahap konstruksi.

Pilih PL007 jika:

Pekerjaan yang dikontrakkan adalah pelaksanaan fisik penyelidikan lapangan: pemboran geoteknik, Standard Penetration Test (SPT), Cone Penetration Test (CPT/sondir), atau pengambilan sampel undisturbed. PL007 dibutuhkan ketika klien membayar untuk pekerjaan lapangan dengan operator dan alat bor, bukan untuk laporan analisis laboratorium.

Bisakah Perusahaan Punya Keduanya?

Ya. Berdasarkan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025, satu badan usaha jasa konsultansi konstruksi dapat memiliki lebih dari satu subklasifikasi SBU selama memenuhi syarat ekuitas dan tenaga ahli yang dipersyaratkan untuk setiap subklasifikasi secara kumulatif.

Pertimbangan ekuitas jika memiliki AT001 dan subklasifikasi tambahan pada kualifikasi Kecil:

Kombinasi Subklasifikasi Ekuitas Minimum Gabungan PJSKBU Minimum Audit KAP
AT001 + IT001 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 (bidang berbeda) Tidak wajib
AT001 + AT003 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 Tidak wajib
AT001 + PL007 (Kecil) Rp100.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 6 Tidak wajib
AT001 (Menengah) + IT001 (Menengah) Rp250.000.000 (shared) 2 orang Jenjang 7 Wajib

Catatan penting: Satu PJSKBU tidak dapat merangkap untuk dua subklasifikasi berbeda secara bersamaan. Perusahaan yang ingin memegang AT001 sekaligus PL007 harus mendaftarkan 2 orang PJSKBU berbeda di SIKI LPJK. Verifikasi data tenaga ahli dilakukan melalui portal lpjk.pu.go.id dan sistem SIMPK. Perizinan usaha diproses melalui OSS RBA sesuai ketentuan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Strategi kombinasi AT001 + PL007 sangat direkomendasikan untuk perusahaan yang ingin memenangkan paket penyelidikan geoteknik terpadu — karena banyak dokumen lelang PUPR mensyaratkan kedua kode ini sekaligus dalam satu entitas penyedia.

Apa Dampaknya Jika Salah Pilih Subklasifikasi?

Kesalahan pemilihan subklasifikasi bukan sekadar masalah administratif — dampaknya terukur secara finansial dan operasional. Berikut 3 skenario konkret berdasarkan pola permohonan yang kami tangani:

Skenario 1: Gugur Tender Rp900.000.000 karena AT003 bukan AT001

Sebuah perusahaan laboratorium di Bandung mengajukan penawaran untuk paket Penyelidikan Geoteknik Fly-Over Sukabumi senilai Rp900.000.000. Perusahaan tersebut memiliki SBU AT003 (pengujian konstruksi) tetapi tidak memiliki AT001. Dokumen pengadaan secara eksplisit mensyaratkan AT001 Kualifikasi Kecil. Penawaran gugur di tahap evaluasi administrasi hari pertama. Seluruh biaya persiapan dokumen penawaran — estimasi Rp15.000.000 — tidak dapat dikembalikan. Selisih biaya mengurus AT001 dibanding AT003 hanya Rp0 karena biaya kualifikasi Kecil identik, tetapi perusahaan tersebut tidak mengurus AT001 karena mengira AT003 cukup.

Skenario 2: Sanksi PP 28/2025 akibat SBU tidak sesuai lingkup pekerjaan

Berdasarkan PP 28/2025 Pasal 84, badan usaha yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai SBU yang dimiliki dapat dikenai sanksi administratif berupa pembekuan izin usaha jasa konstruksi selama 6 bulan pertama, dan pencabutan izin pada pelanggaran kedua. Dalam kasus pengujian geokimia air tanah yang dikerjakan oleh perusahaan pemegang AT002 (bukan AT001), inspektorat BPKP dapat merekomendasikan sanksi ini saat audit proyek. Dampak sekunder: perusahaan tidak dapat mengikuti tender selama masa pembekuan, potensi kehilangan 2–4 proyek dalam pipeline.

Skenario 3: Kenaikan PPh final tanpa SBU yang tepat

Perusahaan jasa konstruksi dengan SBU aktif dan sesuai lingkup pekerjaan dikenakan PPh final 2,65% atas nilai kontrak. Perusahaan tanpa SBU yang relevan — atau yang menggunakan SBU kode lain untuk melaksanakan pekerjaan di luar lingkupnya — dikenakan PPh final 4% sesuai ketentuan perpajakan konstruksi berlaku. Pada kontrak senilai Rp500.000.000, selisihnya adalah Rp6.750.000 per kontrak. Pada perusahaan yang mengerjakan 5 kontrak per tahun, kerugian pajak mencapai Rp33.750.000 per tahun — jauh lebih besar dari biaya mengurus SBU AT001 yang benar.

Konsekuensi Sistem: Data SIMPAN dan SIKI

Sejak berlakunya Permen PU 6/2025, seluruh data SBU badan usaha terintegrasi dalam sistem SIMPAN dan terhubung dengan SIKI LPJK. Panitia pengadaan dapat memverifikasi kesesuaian subklasifikasi secara real-time dalam hitungan menit. Tidak ada lagi celah untuk "menafsirkan" kode SBU secara longgar — sistem menolak otomatis jika kode tidak sesuai persyaratan yang diunggah dalam dokumen pengadaan di SPSE.

Tidak yakin AT001 atau kode lain yang tepat untuk perusahaan Anda? Tim Mitra Konstruksi telah menangani 5–8 permohonan SBU per bulan, termasuk kombinasi AT001 dengan IT001 dan PL007. Biaya pengurusan SBU AT001 Kualifikasi Kecil Rp8.000.000 all-in — sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi pengurusan. Urus sendiri Anda membayar Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi, ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat sebulan kerja dan menghindari risiko salah kode yang bisa merugikan ratusan juta rupiah di tender.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1AT001 khusus pengujian laboratorium dan analisis data geologi, geofisika, geokimia — bukan survei atau pengeboran lapangan
  • 2IT001 dipilih untuk survei geologi lapangan dan pembuatan prospektus; AT001 untuk analisis laboratorium setelah sampel diambil
  • 3AT003 menguji mutu beton, baja, dan hasil pekerjaan konstruksi; AT001 menguji material geologi dan batuan alam
  • 4PL007 melaksanakan SPT dan sondir di lapangan; AT001 menginterpretasi data dari pengujian tersebut
  • 5Ekuitas minimum AT001 Kecil Rp100 juta, Menengah Rp250 juta, Besar Rp500 juta sesuai Permen PU 6/2025
  • 6Perusahaan boleh memiliki AT001 sekaligus kode lain asalkan memenuhi syarat ekuitas dan SKK masing-masing kualifikasi

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama SBU AT001 dan IT001?
AT001 mencakup pengujian laboratorium dan analisis data geologi, geofisika, dan geokimia dari sampel yang sudah diambil. IT001 mencakup survei geologi lapangan secara langsung dan pembuatan prospektus geologi-geofisika. Jika pekerjaan Anda dimulai dari lapangan hingga pembuatan prospektus, pilih IT001. Jika Anda menerima sampel atau data untuk dianalisis di laboratorium, pilih AT001.
Apakah AT001 bisa digunakan untuk pengujian beton dan baja?
Tidak. Pengujian mutu beton, baja, dan material hasil pekerjaan konstruksi masuk lingkup AT003, bukan AT001. AT001 khusus untuk material geologi seperti batuan, tanah, dan air tanah. Mengajukan penawaran pekerjaan pengujian beton dengan SBU AT001 akan menyebabkan gugur verifikasi administrasi di SIMPK.
Berapa ekuitas minimum untuk SBU AT001 kualifikasi Menengah?
Berdasarkan Permen PU 6/2025, ekuitas minimum untuk AT001 kualifikasi Menengah adalah Rp250.000.000 dengan penjualan tahunan minimal Rp1.000.000.000. PJTBU wajib memiliki SKK jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7, serta laporan keuangan wajib diaudit oleh KAP independen.
Bisakah satu perusahaan memiliki AT001 dan AT003 sekaligus?
Bisa. Tidak ada larangan memiliki lebih dari satu subklasifikasi SBU dalam satu badan usaha. Syaratnya, perusahaan harus memenuhi ekuitas minimum, SKK PJTBU dan PJSKBU, serta persyaratan audit KAP untuk masing-masing kualifikasi secara terpisah sesuai ketentuan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.
Apa risiko jika salah memilih antara AT001 dan PL007?
Salah pilih antara AT001 dan PL007 menyebabkan dokumen penawaran tidak lolos verifikasi subklasifikasi di SIMPK. Konsekuensinya: gugur tender, potensi blacklist administratif, dan kerugian biaya mobilisasi tim yang sudah dikeluarkan. PP 28/2025 memperketat verifikasi kesesuaian subklasifikasi pada setiap paket pengadaan jasa konsultansi teknis.
Berapa lama proses pengurusan SBU AT001 dan berapa biayanya?
Mengurus sendiri ke LSBU dan asosiasi membutuhkan biaya Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Paket pengurusan lengkap Mitra Konstruksi seharga Rp8.000.000 all-in sudah termasuk biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi, selesai dalam 5 hari kerja — selisih hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat satu bulan penuh.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Bagian dari panduan

Panduan SBU AT001 Pengujian Analisis Teknis Geologi Geofisika 2026

SBU AT001 adalah Sertifikat Badan Usaha untuk Jasa Pengujian dan Analisis Teknis Geologi, Geofisika, dan Geokimia — wajib dimiliki badan usaha yang mengerjakan pengujian batuan, analisis geokimia, evaluasi geohazard, dan pengujian geofisika bawah permukaan untuk proyek konstruksi. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Tanpa AT001, badan usaha tidak dapat mengikuti tender pengujian geologi dari BBWS, PUPR, maupun proyek infrastruktur besar. Biaya pengurusan mandiri berkisar Rp4.850.000–Rp6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja. Mitra Konstruksi menawarkan paket all-in Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil — sudah mencakup biaya resmi LSBU, KTA asosiasi, dan seluruh koordinasi — selesai dalam 5 hari kerja. Selisih hanya Rp1.900.000–Rp3.150.000 untuk menghemat satu bulan penuh waktu operasional Anda.

Perlu bantuan menerapkan panduan ini?

Kami dampingi mulai dari pemetaan subklasifikasi hingga pengajuan ke LSBU.

Cek Kelayakan