Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU AL001 Pengembangan Pemanfaatan Ruang 2026 Lengkap

Ilustrasi panduan Panduan SBU AL001 Pengembangan Pemanfaatan Ruang 2026 Lengkap — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
10 menit baca
SBU AL001 Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang adalah sertifikat badan usaha wajib bagi konsultan yang mengerjakan penyusunan RDTR, kajian KKPR, KLHS, analisis daya dukung wilayah, dan GIS tata ruang. Tanpa SBU AL001, badan usaha Anda tidak dapat mengikuti tender penyusunan RDTR dari ATR/BPN maupun pemerintah daerah, tidak dapat menjadi konsultan KKPR, dan berisiko sanksi administratif berdasarkan UU 2/2017 dan PP 28/2025. Biaya pengurusan sendiri ke LSBU dan asosiasi berkisar Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Mitra Konstruksi menyediakan paket all-in Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi — selesai 5 hari kerja. Artikel ini membahas lingkup layanan, syarat dokumen, tabel perbandingan kualifikasi, studi kasus nyata, dan FAQ lengkap untuk membantu Anda mengambil keputusan tepat di 2026.

SBU AL001 Pengembangan Pemanfaatan Ruang adalah Sertifikat Badan Usaha wajib bagi konsultan yang mengerjakan jasa tata ruang, RDTR, KKPR, dan GIS spasial di Indonesia. Regulasi PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025 mewajibkan setiap badan usaha jasa konstruksi memiliki SBU aktif sebelum mengikuti tender pemerintah. Jika mengurus sendiri, Anda membayar Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi ditambah 30–45 hari kerja waktu sendiri. Paket pengurusan lengkap all-in Mitra Konstruksi untuk kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000 — sudah mencakup biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan seluruh koordinasi — selesai 5 hari kerja.

Apa Itu SBU AL001 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU AL001 adalah kode subklasifikasi Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang yang masuk dalam kelompok Jasa Konsultansi Konstruksi, berbasis KBLI 71101 (Aktivitas Arsitektural). Kode ini diatur dalam SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 sebagai turunan dari Permen PU 6/2025, dan menjadi syarat wajib bagi badan usaha yang memasuki segmen pekerjaan perencanaan tata ruang. Tanpa AL001 yang aktif dan terdaftar di lpjk.pu.go.id, badan usaha Anda tidak dapat melewati tahap kualifikasi administrasi pada seluruh tender tata ruang yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Lingkup pekerjaan yang dicakup AL001 sangat spesifik dan berbeda dari kode arsitektur lainnya:

  • Penyusunan RDTR dan peraturan zonasi — untuk pemerintah kota dan kabupaten sesuai mandat ATR/BPN
  • Kajian Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) — analisis peruntukan lahan yang terhubung ke sistem OSS RBA
  • Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) — bagian dari review rencana tata ruang dan kebijakan pembangunan
  • Studi kelayakan lokasi dan land use analysis — untuk pengembangan properti, kawasan industri, atau infrastruktur
  • Penyusunan Perda RTRW dan RDTR — asistensi pemerintah daerah dalam naskah akademik
  • Analisis kapasitas tampung dan daya dukung wilayah — dasar pengendalian pemanfaatan ruang
  • Pengembangan GIS tata ruang — basis data spasial, peta digital, dan sistem informasi berbasis GIS

Siapa yang wajib memiliki AL001? Setiap badan usaha jasa konsultansi yang: (1) akan mengikuti tender penyusunan RDTR dari ATR/BPN atau pemerintah daerah, (2) menawarkan jasa kajian KKPR kepada klien swasta maupun pemerintah, (3) ingin bergabung dalam konsorsium konsultansi tata ruang, atau (4) memiliki tenaga ahli perencana wilayah dan kota (planologi) bersertifikat IAP yang aktif dan siap didaftarkan sebagai PJTBU.

Penting dicatat: AL001 tidak cocok untuk pelaksanaan konstruksi (gunakan kode BG atau BS), perancangan arsitektur kawasan (gunakan AR002), konsultansi AMDAL, atau pengurusan izin lokasi individual. Kesalahan memilih kode subklasifikasi adalah penyebab utama penolakan berkas di LSBU dan dapat mengulur proses hingga melewati batas waktu tender yang Anda incar.

Bagaimana Perbandingan AL001 dengan Kode Serupa?

Kode Judul Fokus Utama Kapan Pilih
AL001 Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang RDTR, KKPR, tata ruang, GIS spasial Tata ruang dan zonasi
AL002 Jasa Pengembangan Wilayah Perencanaan wilayah berskala luas Pengembangan wilayah menyeluruh
AL003 Jasa Pengembangan Perkotaan Urban renewal dan kawasan perkotaan Perencanaan urban
AR002 Jasa Arsitektural Lainnya Perancangan arsitektur kawasan Desain arsitektur kawasan
RT001 Jasa Studi Investasi Infrastruktur Studi kelayakan dan KPBU Studi investasi infrastruktur

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU AL001?

Risiko tidak memiliki SBU AL001 bukan sekadar soal administrasi — ada konsekuensi bisnis dan hukum yang langsung berdampak pada pendapatan perusahaan Anda. Dalam konteks program percepatan RDTR nasional yang didorong Kementerian ATR/BPN, ketiadaan AL001 berarti Anda menonton peluang senilai miliaran rupiah berpindah ke kompetitor yang sudah siap.

Lima Konsekuensi Konkret yang Wajib Anda Ketahui

  1. Tidak dapat mengikuti tender penyusunan RDTR. Pemerintah menargetkan RDTR seluruh kabupaten dan kota Indonesia. Anggaran program ini mengalir dari ATR/BPN dan APBD setiap tahun. Tanpa AL001, dokumen penawaran Anda langsung gugur di tahap kualifikasi administrasi, bahkan sebelum dinilai secara teknis.
  2. Tidak dapat menjadi konsultan KKPR. Sejak OSS RBA mengintegrasikan KKPR ke dalam sistem perizinan online, permintaan jasa konsultansi KKPR melonjak dari sektor properti dan industri. Seluruh pekerjaan kajian KKPR berbayar ini mensyaratkan AL001 sebagai bukti kompetensi badan usaha.
  3. Kehilangan peluang konsorsium. Tender penyusunan RTRW dan RDTR skala besar biasanya dikerjakan konsorsium. Tanpa AL001, badan usaha Anda tidak dapat bergabung sebagai anggota konsorsium yang sah, sekalipun memiliki tenaga ahli yang kompeten secara individual.
  4. Sanksi administratif PP 28/2025. Mengerjakan jasa konstruksi — termasuk konsultansi — tanpa SBU aktif dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan NIB. Sanksi ini berlaku efektif sejak PP 28/2025 diberlakukan.
  5. Kerugian pajak: PPh final lebih tinggi. Badan usaha tanpa SBU aktif yang mengerjakan pekerjaan pemerintah dikenai tarif PPh 4%, dibandingkan tarif 2% bagi pemegang SBU aktif. Selisih 2% pada kontrak besar setara puluhan juta rupiah yang langsung mengurangi margin proyek Anda.

Simulasi Selisih Beban PPh Berdasarkan Status SBU

Nilai Kontrak PPh dengan SBU Aktif (2%) PPh tanpa SBU (4%) Selisih Beban
Rp500.000.000 Rp10.000.000 Rp20.000.000 Rp10.000.000
Rp1.000.000.000 Rp20.000.000 Rp40.000.000 Rp20.000.000
Rp2.500.000.000 Rp50.000.000 Rp100.000.000 Rp50.000.000

Pada kontrak penyusunan RDTR senilai Rp1 miliar saja, selisih beban pajak mencapai Rp20.000.000 — jauh lebih besar dari total biaya pengurusan SBU AL001 itu sendiri. Logika bisnisnya sudah sangat jelas: biaya pengurusan SBU adalah investasi satu kali yang menghemat beban pajak berulang di setiap proyek.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU AL001 2026?

Berikut checklist lengkap dokumen yang harus Anda siapkan berdasarkan ketentuan Permen PU 6/2025 dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Kolom Sering Salah menunjukkan titik kesalahan paling umum yang kami temukan dari 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani di Mitra Konstruksi.

Dokumen Keterangan Sering Salah
Akta pendirian dan perubahan terakhir Disahkan Kemenkumham Menggunakan akta lama yang belum diperbarui susunan direksi
NIB dari OSS RBA (KBLI 71101) AL001–AL004 berbagi KBLI 71101 dengan AR001 dan AR002. Pastikan sudah konversi ke KBLI 2025 KBLI belum dikonversi; NIB tidak memuat 71101 sebagai KBLI utama
NPWP badan usaha aktif Status aktif, bukan non-efektif NPWP berstatus non-efektif karena tidak lapor SPT
Neraca keuangan badan usaha Audit KAP wajib bila aset di atas Rp250 juta Laporan keuangan internal tanpa KAP padahal aset sudah melewati Rp250 juta
SKK PJTBU jenjang 7 aktif di SIKI LPJK Wajib tenaga tetap, tidak merangkap di perusahaan lain SKK bidang Teknik Sipil, bukan Planologi — AL001 wajib SKK Planologi
SKK PJSKBU jenjang 6 (Kecil) aktif di SIKI LPJK Tidak boleh merangkap PJSKBU di perusahaan lain Nama PJSKBU sudah terdaftar aktif di badan usaha berbeda di SIMPAN
Data tenaga ahli perencana wilayah bersertifikat IAP Perencana kota bersertifikat adalah kunci kompetensi AL001 Menggunakan tenaga ahli arsitek (IAI) yang tidak relevan untuk tata ruang
Dokumen SMAP atau surat komitmen Sertifikat ISO 37001, dokumen SMAP, atau surat komitmen sesuai ketentuan LSBU Dokumen tidak sesuai format yang diminta LSBU terkait
Rekaman pengalaman di SIMPAN (perpanjangan) Khusus perpanjangan; penjualan tahunan tidak dipersyaratkan untuk pengajuan baru Rekaman pengalaman tidak diinput ke SIMPAN sebelum perpanjangan diajukan

Syarat per Kualifikasi: Ekuitas, Jenjang SKK, dan Kewajiban Audit

Kualifikasi Ekuitas Minimum Jenjang PJTBU Jenjang PJSKBU Audit KAP Masa Berlaku
Kecil Rp100.000.000 7 6 Tidak (kecuali aset >Rp250 juta) 3 tahun
Menengah Rp250.000.000 8 7 Wajib 3 tahun
Besar Rp500.000.000 9 8 Wajib 3 tahun
Spesialis 7 7 Tidak (kecuali aset >Rp250 juta) 3 tahun

Perhatikan: semua verifikasi SKK dilakukan melalui portal lpjk.pu.go.id dan sistem SIKI LPJK. LSBU akan menolak berkas jika nama PJTBU atau PJSKBU tidak ditemukan aktif di sistem tersebut pada saat verifikasi. Status keanggotaan asosiasi juga diverifikasi secara real-time melalui SIMPAN, sehingga iuran KTA yang menunggak dapat langsung menyebabkan penolakan meski semua dokumen lain sudah lengkap.

Baca panduan lengkap syarat dokumen SBU AL001 untuk detail tiap dokumen beserta format yang diterima LSBU.

Berapa Biaya Pengurusan SBU AL001 dan Mana yang Lebih Hemat?

Pertanyaan ini selalu muncul, dan jawabannya bergantung pada seberapa Anda menghargai waktu operasional perusahaan. Ada dua jalur yang bisa Anda tempuh: mengurus sendiri dengan menanggung seluruh risiko teknis dan waktu, atau menggunakan paket pengurusan all-in yang memberikan kepastian waktu dan hasil.

Simulasi Biaya Jika Urus Sendiri

Komponen Biaya Estimasi Biaya
Biaya sertifikasi LSBU Rp2.500.000 – Rp3.500.000
Iuran KTA asosiasi profesi Rp1.200.000 – Rp1.500.000
Biaya administrasi dan legalisasi dokumen Rp500.000 – Rp800.000
Biaya revisi dan pengiriman ulang berkas Rp150.000 – Rp300.000
Total estimasi biaya resmi Rp4.850.000 – Rp6.100.000
Waktu yang dihabiskan 30–45 hari kerja

Total biaya resmi urus sendiri berkisar Rp4.850.000–6.100.000 — belum termasuk risiko penolakan berkas, revisi berulang, dan waktu produktif Anda yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan proyek aktif atau mempersiapkan dokumen penawaran tender. Jika berkas ditolak dan harus diulang dari awal, waktu total bisa menembus 60–90 hari kerja.

Paket Pengurusan All-In Mitra Konstruksi

Kualifikasi Biaya All-In Waktu Selesai Yang Sudah Termasuk
Kecil Rp8.000.000 5 hari kerja Biaya LSBU + KTA asosiasi + administrasi + koordinasi penuh
Menengah Rp12.000.000 – Rp15.000.000 7–10 hari kerja Biaya LSBU + KTA asosiasi + audit dokumen + koordinasi penuh
Besar Rp20.000.000 – Rp30.000.000 Dikonfirmasi saat konsultasi Biaya LSBU + KTA + audit KAP + koordinasi penuh
Spesialis Rp8.000.000 – Rp12.000.000 5–7 hari kerja Biaya LSBU + KTA asosiasi + administrasi + koordinasi penuh

Untuk kualifikasi Kecil, selisih antara urus sendiri dan paket all-in Mitra Konstruksi hanya Rp1.900.000–3.150.000. Dengan selisih itu, Anda menghemat 30–45 hari kerja dan menghilangkan risiko penolakan berkas yang bisa mengulur waktu hingga 2 bulan lebih. Kalkulasi bisnisnya sederhana: jika tim Anda menghabiskan sebulan penuh mengurus SBU sendiri, berapa nilai proyek konsultansi tata ruang yang harus ditunda atau bahkan dilepaskan ke kompetitor?

Lihat rincian lengkap komponen biaya SBU AL001 untuk semua kualifikasi.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU AL001 di Lapangan?

Dari pengalaman menangani permohonan SBU konsultansi tata ruang, satu kasus yang paling sering kami jadikan pembelajaran adalah kasus CV konsultan di Semarang dengan kualifikasi Kecil dan ekuitas Rp340 juta. Kasus ini menggambarkan betapa spesifiknya persyaratan kompetensi AL001 dibandingkan kode konsultansi lain yang secara umum terlihat serupa.

Kasus: CV Konsultan Tata Ruang — Semarang, Kualifikasi Kecil

Situasi awal: Badan usaha ini mengajukan permohonan SBU AL001 secara mandiri. Berkas ditolak LSBU pada hari ke-12 karena satu alasan tunggal yang tidak terduga: SKK PJTBU yang didaftarkan adalah SKK bidang Teknik Sipil, bukan Planologi.

Mengapa ini terjadi? Pemilik badan usaha beranggapan bahwa Teknik Sipil cukup untuk seluruh kode jasa konsultansi konstruksi. Faktanya, AL001 secara spesifik mensyaratkan SKK Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota) karena lingkup pekerjaannya adalah tata ruang dan zonasi, bukan rekayasa teknik sipil. Kesalahan ini tidak tampak pada checklist dokumen umum, tetapi langsung terdeteksi pada tahap verifikasi kompetensi di SIKI LPJK.

Tindakan yang kami ambil setelah pengurusan dialihkan ke Mitra Konstruksi:

  1. Identifikasi planolog (ahli Perencanaan Wilayah dan Kota) yang memiliki SKK jenjang 7 aktif di SIKI LPJK dan belum terdaftar sebagai PJTBU di badan usaha lain
  2. Verifikasi status SKK di SIKI LPJK dan konfirmasi tidak ada perangkapan di SIMPAN
  3. Koordinasi penggantian data PJTBU di seluruh berkas permohonan
  4. Submit ulang ke LSBU dengan berkas yang telah diperbaiki dan dilengkapi

Hasil: SBU AL001 kualifikasi Kecil terbit dalam 5 hari kerja sejak submit ulang. Badan usaha ini kemudian berhasil mengikuti tender penyusunan RDTR dari pemerintah daerah di Jawa Tengah pada kuartal berikutnya dan berhasil masuk daftar pendek evaluasi teknis.

Pelajaran utama: AL001 adalah kode yang sangat spesifik dari sisi kompetensi. SKK Planologi — bukan Teknik Sipil, bukan Arsitektur — adalah syarat mutlak PJTBU. Kesalahan ini tidak terlihat di checklist dokumen biasa, tetapi langsung menyebabkan penolakan. Inilah nilai sesungguhnya dari penggunaan jasa pengurusan yang memahami seluk-beluk tiap kode subklasifikasi secara mendalam, bukan hanya membantu mengumpulkan dokumen.

Baca artikel lengkap tentang kendala umum pengurusan SBU AL001 dan cara mengatasinya.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU AL001?

Apa itu SBU AL001 secara singkat?

SBU AL001 adalah Sertifikat Badan Usaha untuk subklasifikasi Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang, berbasis KBLI 71101. Kode ini mencakup layanan konsultansi tata ruang, RDTR, KKPR, KLHS, dan GIS spasial. Diterbitkan LSBU terakreditasi dan wajib dimiliki sebelum mengikuti tender tata ruang dari ATR/BPN atau pemerintah daerah. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Apakah analisis KKPR masuk lingkup AL001?

Ya. Kajian dan penyusunan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang terhubung ke sistem OSS RBA dan ATR/BPN masuk dalam lingkup AL001. Ini termasuk analisis peruntukan lahan untuk kegiatan tertentu, baik untuk klien swasta maupun pemerintah. Permintaan jasa KKPR meningkat signifikan sejak integrasi KKPR ke dalam sistem OSS RBA diberlakukan.

Jenjang SKK berapa yang dibutuhkan untuk AL001?

Untuk kualifikasi Kecil: PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6. Untuk Menengah: PJTBU jenjang 8 dan PJSKBU jenjang 7. Untuk Besar: PJTBU jenjang 9 dan PJSKBU jenjang 8. Semua harus aktif di SIKI LPJK dan tidak merangkap di badan usaha lain. Bidang SKK wajib Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota), bukan Teknik Sipil atau Arsitektur.

Apakah AL001 memerlukan daftar peralatan di SIMPK?

Tidak. AL001 adalah kode jasa konsultansi, bukan pelaksanaan konstruksi. Tidak ada persyaratan kepemilikan atau daftar peralatan di SIMPK. Modal utama perusahaan di kode ini adalah kompetensi tenaga ahli perencana wilayah dan kota yang tersertifikasi, bukan aset peralatan berat maupun ringan.

Berapa ekuitas minimum untuk mengajukan SBU AL001 kualifikasi Kecil?

Ekuitas minimum Rp100.000.000 untuk kualifikasi Kecil. Tidak ada persyaratan penjualan tahunan untuk pengajuan baru. Audit KAP tidak wajib kecuali aset badan usaha sudah melampaui Rp250 juta. Laporan keuangan internal yang tertib sudah cukup untuk pengajuan pertama kualifikasi Kecil.

Bisakah AL001 diajukan bersama AR002 dalam satu badan usaha?

Bisa. Firma konsultansi yang mengerjakan perencanaan kawasan secara menyeluruh sering memiliki keduanya: AL001 untuk tata ruang dan zonasi, AR002 untuk perancangan arsitektur kawasan. Keduanya berbasis KBLI 71101, sehingga NIB tidak perlu diubah, hanya penambahan subklasifikasi dalam pengajuan ke LSBU. Pengajuan dua kode sekaligus juga dapat menghemat waktu koordinasi administrasi secara keseluruhan.

Apakah SBU AL001 berlaku untuk konsorsium tender RDTR?

Ya. Tender penyusunan RTRW dan RDTR skala besar biasanya dikerjakan konsorsium. AL001 yang aktif adalah syarat mutlak agar badan usaha Anda dapat didaftarkan sebagai anggota konsorsium yang sah. Tanpa AL001, dokumen kualifikasi konsorsium akan langsung ditolak oleh panitia pengadaan pada tahap seleksi administrasi, terlepas dari kualitas teknis konsorsium secara keseluruhan.

Berapa lama masa berlaku SBU AL001 dan kapan harus diperpanjang?

SBU AL001 berlaku selama 3 tahun untuk semua kualifikasi — Kecil, Menengah, Besar, maupun Spesialis. Perpanjangan diajukan sebelum masa berlaku habis melalui LSBU yang sama. Untuk perpanjangan, rekaman pengalaman pekerjaan wajib sudah terinput ke sistem SIMPAN. Kami merekomendasikan proses perpanjangan dimulai minimal 60 hari sebelum tanggal kedaluwarsa untuk menghindari jeda status aktif yang dapat menggugurkan keikutsertaan pada tender yang sedang berjalan.

Siap mengurus SBU AL001 untuk badan usaha Anda? Tim Mitra Konstruksi menangani 5–8 permohonan SBU konsultansi per bulan, termasuk AL001 untuk firma tata ruang dan KKPR. Konsultasikan kondisi dokumen Anda sekarang — gratis, tanpa komitmen awal.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1AL001 wajib untuk tender RDTR, kajian KKPR, KLHS, dan GIS tata ruang dari ATR/BPN dan pemerintah daerah
  • 2PJTBU jenjang 7 wajib berlatar SKK Planologi, bukan Teknik Sipil — kesalahan paling umum di lapangan
  • 3Tidak ada ekuitas minimum khusus untuk kualifikasi Kecil; audit KAP baru wajib bila aset di atas Rp250 juta
  • 4KBLI 71101 digunakan bersama AL002, AL003, AR001, AR002 — pastikan KBLI sudah dikonversi ke KBLI 2025 di OSS
  • 5Program percepatan RDTR nasional membuka ribuan paket tender; pemegang AL001 memiliki keunggulan kompetitif langsung
  • 6Paket all-in Mitra Konstruksi Rp8.000.000 sudah termasuk biaya resmi LSBU dan KTA asosiasi, selesai 5 hari kerja

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU AL001 dan untuk jasa apa saja?
SBU AL001 adalah Sertifikat Badan Usaha kode Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang dengan KBLI 71101. Lingkupnya mencakup penyusunan RDTR dan peraturan zonasi, kajian KKPR sesuai OSS dan ATR/BPN, Kajian Lingkungan Hidup Strategis, studi kelayakan lokasi, analisis daya dukung wilayah, penyusunan Perda tata ruang, dan pengembangan GIS tata ruang. Badan usaha yang mengerjakan jasa ini tanpa AL001 berisiko sanksi administratif berdasarkan PP 28/2025.
Apakah analisis KKPR masuk lingkup AL001?
Ya. Kajian Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan tertentu, termasuk penyusunan dokumen KKPR sesuai sistem OSS RBA dan ketentuan ATR/BPN, masuk dalam lingkup AL001. Jasa ini tidak mencakup pengurusan izin lokasi individual, yang bukan lingkup SBU konstruksi.
Jenjang SKK apa yang dibutuhkan untuk AL001 kualifikasi Kecil?
Kualifikasi Kecil mensyaratkan PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6, masing-masing 1 orang tenaga tetap yang tidak merangkap. Perhatian penting: SKK yang dibutuhkan adalah bidang Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota, bukan Teknik Sipil. Kesalahan memilih latar SKK PJTBU adalah hambatan paling sering yang kami temui dalam 5–8 permohonan per bulan yang kami tangani.
Berapa ekuitas minimum untuk mengajukan SBU AL001?
Kualifikasi Kecil mensyaratkan ekuitas minimum Rp100.000.000. Tidak ada ekuitas minimum khusus yang lebih tinggi. Audit KAP belum diwajibkan untuk kualifikasi Kecil, namun menjadi wajib bila aset badan usaha melebihi Rp250.000.000. Kualifikasi Menengah memerlukan ekuitas Rp250.000.000 dan penjualan tahunan Rp1.000.000.000.
Apakah AL001 memerlukan daftar peralatan di SIMPK?
Tidak. AL001 adalah SBU jasa konsultansi, bukan pelaksanaan konstruksi. Tidak ada persyaratan peralatan yang harus didaftarkan di SIMPK. Kunci kelulusan AL001 adalah kelengkapan SKK PJTBU dan PJSKBU yang terdaftar aktif di SIKI LPJK pada lpjk.pu.go.id.
Bisa mengajukan AL001 bersamaan dengan AR002?
Bisa. Firma konsultansi yang mengerjakan perencanaan kawasan secara menyeluruh sering mengajukan AL001 untuk tata ruang dan KKPR, sekaligus AR002 untuk perancangan arsitektur kawasan dan lansekap. Pengajuan simultan memungkinkan satu badan usaha masuk konsorsium tender yang mensyaratkan kedua subklasifikasi tersebut.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan