Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha
Kembali ke Panduan SBU AR001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung 2026 Lengkap

Beda SBU AR001 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Pilih Tepat

Ilustrasi artikel Beda SBU AR001 dan Subklasifikasi Terkait 2026: Panduan Pilih Tepat — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
8 menit baca
SBU AR001 (Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non-Hunian, KBLI 71101) adalah subklasifikasi yang tepat jika perusahaan Anda fokus pada perancangan arsitektur bangunan gedung — mulai dari denah, tampak, potongan, hingga pengurusan PBG. AR001 berbeda dari AR002 yang mencakup arsitektur kawasan dan lansekap, AR003 yang khusus desain interior, RK001 untuk rekayasa struktur dan MEP, serta GT001 untuk rancang bangun terintegrasi dalam satu kontrak. Salah memilih subklasifikasi berarti gugur di tahap evaluasi administrasi tender — bukan di tahap teknis. Artikel ini membandingkan kelima kode secara paralel dari 7 dimensi kunci berdasarkan PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025, agar Anda bisa menentukan kode yang sesuai sebelum mendaftar ke SIKI LPJK melalui OSS RBA.

Pilih SBU AR001 bila perusahaan Anda mengerjakan perancangan arsitektur bangunan gedung — hunian maupun non-hunian — mulai dari gambar denah, tampak, potongan, hingga pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). AR001 berbasis KBLI 71101 dan diatur dalam Permen PU 6/2025 serta SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Jangan pilih AR001 bila proyek Anda adalah arsitektur kawasan atau lansekap (AR002), desain interior murni (AR003), rekayasa struktur dan MEP (RK001), atau rancang bangun terintegrasi dalam satu kontrak (GT001). Salah pilih subklasifikasi berakibat gugur tender dan sanksi administratif PP 28/2025.

Apa Bedanya AR001 dengan Subklasifikasi Terkait?

Tabel berikut membandingkan AR001 dengan empat subklasifikasi yang paling sering membingungkan pelaku usaha jasa konstruksi, menggunakan 7 dimensi pembeda utama berdasarkan regulasi PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.

Dimensi AR001 AR002 AR003 RK001 GT001
Fungsi Utama Perancangan arsitektur bangunan gedung hunian & non-hunian Arsitektur non-bangunan: lansekap, urban design, kawasan Perancangan interior bangunan secara khusus Rekayasa struktur dan MEP bangunan gedung Rancang bangun terintegrasi termasuk pelaksanaan konstruksi
KBLI 71101 71102 74120 71201 41011/41012
Kualifikasi Tersedia Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar, Spesialis Kecil, Menengah, Besar Kecil, Menengah, Besar Menengah, Besar
Ekuitas Minimum (Kecil) Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp100.000.000 Rp250.000.000
SKK Minimum PJSKBU Jenjang 6 (Kecil) Jenjang 6 (Kecil) Jenjang 6 (Kecil) Jenjang 6 (Kecil) Jenjang 7 (Menengah)
Kapan Pilih Proyek desain arsitektur bangunan gedung — DED, PBG, gambar kerja Proyek arsitektur kawasan, taman kota, masterplan lansekap Proyek desain interior ruang tanpa merancang struktur bangunan Proyek rekayasa struktur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing Proyek design-build dalam satu kontrak termasuk konstruksi fisik
Kapan Tidak Pilih Bila proyek adalah lansekap, interior murni, MEP, atau termasuk pelaksanaan konstruksi Bila proyek adalah bangunan gedung individual Bila proyek mencakup rancangan arsitektur bangunan secara keseluruhan Bila proyek hanya perancangan tampilan dan ruang arsitektural Bila kontrak hanya mencakup jasa desain/konsultansi saja

Apa Perbedaan Menentukan antara AR001 dan Kode Pembanding Utamanya?

Banyak pelaku usaha keliru memilih antara AR001, AR002, AR003, RK001, dan GT001 karena batas ruang lingkup yang tampak tumpang-tindih. Berikut pembeda mendasar yang wajib dipahami sebelum mendaftar SBU melalui OSS RBA dan SIKI LPJK.

AR001 vs AR002: Bangunan Gedung vs Arsitektur Kawasan

AR001 mencakup perancangan arsitektur untuk objek bangunan gedung yang berdiri sendiri — rumah tinggal, apartemen, gedung kantor, rumah sakit, mal, hotel, dan sejenisnya. Produk keluarannya adalah gambar denah, tampak, potongan, perspektif 3D, dan Dokumen Rencana Teknis (DRT) untuk satu bangunan atau kompleks bangunan. AR002 mencakup arsitektur yang objeknya bukan bangunan gedung: perancangan taman kota, jalur pedestrian, urban design distrik, masterplan kawasan, dan desain lansekap. Bila tender mensyaratkan "desain arsitektur gedung kantor pemerintah," AR001 adalah satu-satunya jawaban yang tepat. Bila tender mensyaratkan "perencanaan ruang terbuka hijau kota," AR002 yang relevan. Kesalahan menukar keduanya langsung menyebabkan dokumen penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.

AR001 vs AR003: Arsitektur Bangunan vs Desain Interior Murni

AR001 boleh mencakup perancangan interior sebagai bagian dari rancangan arsitektur bangunan secara menyeluruh — ini termasuk dalam lingkup "desain interior dan estetika bangunan" AR001. Namun, bila proyek secara spesifik mensyaratkan "jasa desain interior" sebagai pekerjaan tersendiri tanpa perancangan bangunan, maka AR003 dengan KBLI 74120 adalah subklasifikasi yang dituntut. Dalam praktik tender pemerintah yang diverifikasi melalui SIMPK dan SIMPAN, panitia membedakan kedua kode ini secara ketat berdasarkan item pekerjaan dalam bill of quantity (BoQ).

AR001 vs RK001: Arsitektur vs Rekayasa Struktur dan MEP

Ini adalah pasangan yang paling sering dikelirukan. AR001 menghasilkan rancangan arsitektur — bentuk, ruang, estetika, fungsi. RK001 menghasilkan rekayasa struktur beton/baja, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Dalam satu proyek gedung, kedua SBU ini umumnya dimiliki oleh konsultan berbeda yang berkoordinasi. Bila perusahaan Anda hanya mengantongi AR001 lalu mengerjakan gambar struktur dan MEP, tindakan tersebut melanggar PP 28/2025 dan berpotensi menimbulkan sanksi administratif berupa pembekuan SBU hingga 2 tahun.

AR001 vs GT001: Konsultansi Desain vs Rancang Bangun Terintegrasi

AR001 adalah SBU jasa konsultansi konstruksi — berhenti pada produk dokumen desain. GT001 adalah SBU kontraktor yang mencakup seluruh siklus: desain sekaligus pelaksanaan konstruksi dalam satu kontrak (design-build/EPC). Ekuitas minimum GT001 untuk kualifikasi Menengah sudah Rp250.000.000 dan tidak tersedia untuk kualifikasi Kecil. Bila proyek mensyaratkan "design and build gedung hunian," perusahaan membutuhkan GT001 — bukan AR001 — meskipun perusahaan mampu mengerjakan bagian desainnya.

Kapan Sebaiknya Memilih AR001?

Pilih AR001 secara pasti bila salah satu atau lebih kondisi berikut terpenuhi:

  • Kontrak hanya mencakup jasa perancangan arsitektur — perusahaan menghasilkan gambar DED, spesifikasi teknis, dan RAB, tanpa mengerjakan konstruksi fisik.
  • Objek adalah bangunan gedung — hunian (rumah tapak, townhouse, apartemen, rusun) maupun non-hunian (kantor, rumah sakit, sekolah, hotel, mal, pabrik, gudang).
  • Pengurusan PBG — perusahaan menyiapkan dokumen teknis untuk permohonan Persetujuan Bangunan Gedung di PTSP daerah, termasuk koordinasi dengan tenaga ahli bersertifikat yang disyaratkan regulasi.
  • Renovasi dan adaptasi bangunan existing — alih fungsi bangunan lama, rehabilitasi gedung, atau perubahan tampak fasad membutuhkan AR001 bila menghasilkan gambar arsitektur baru.
  • Konsultansi green building — proyek yang mensyaratkan strategi desain bangunan hemat energi dan sertifikasi green building memerlukan AR001 sebagai subklasifikasi dasarnya.

Contoh proyek nyata yang tepat menggunakan AR001:

  • Perencanaan arsitektur gedung Puskesmas 2 lantai — proyek DAK Kesehatan Kementerian Kesehatan
  • Desain arsitektur tower apartemen 20 lantai di kawasan perkotaan
  • Detail Engineering Design (DED) gedung sekolah SD/SMP — proyek APBD Dinas Pendidikan
  • Perancangan arsitektur hotel bintang 4 termasuk pengurusan PBG dan koordinasi MEP
  • Perancangan ulang fasad dan interior kantor pemerintah (renovasi) tanpa mengganti struktur

Kapan Sebaiknya Memilih Alternatifnya?

Pilih AR002 bila:

Proyek Anda berkaitan dengan perancangan kawasan, lansekap, atau urban design — bukan bangunan gedung individual. Contoh konkret: masterplan taman kota seluas 5 hektar, desain koridor pedestrian CBD, rancangan lansekap kawasan industri, atau perencanaan ruang terbuka hijau perumahan berskala kota. Syarat kualifikasi AR002 ekuivalen dengan AR001 (ekuitas minimum Rp100 juta untuk Kecil, jenjang PJSKBU 6), namun SKK yang dibutuhkan adalah SKK Ahli Arsitektur Lansekap, bukan Ahli Arsitektur Bangunan.

Pilih AR003 bila:

Bisnis inti perusahaan adalah desain interior — merancang tata ruang dalam, pemilihan furnitur, skema pencahayaan, material finishing, dan estetika interior — tanpa mengerjakan rancangan arsitektur bangunan secara keseluruhan. AR003 (KBLI 74120) relevan untuk proyek seperti: desain interior hotel bintang 5 setelah bangunan selesai dibangun, redesain interior kantor korporat, atau konsep interior restoran waralaba. Perusahaan yang sudah mengantongi AR001 umumnya cukup menambahkan AR003 bila ingin memenangkan tender interior-only yang terbit terpisah.

Pilih RK001 bila:

Pekerjaan utama adalah rekayasa struktur dan/atau MEP: perhitungan struktur beton bertulang, desain rangka baja, sistem HVAC, instalasi elektrikal gedung tinggi, sistem plumbing dan fire protection. RK001 adalah SBU wajib bagi perusahaan konsultan struktur dan MEP. Tanpa RK001, perusahaan tidak dapat menandatangani gambar struktur dan laporan perhitungan yang disyaratkan dalam dokumen PBG berdasarkan Permen PU 6/2025.

Pilih GT001 bila:

Model bisnis perusahaan adalah design-build atau EPC gedung — menanggung tanggung jawab mulai dari perancangan hingga serah terima bangunan selesai. GT001 (kualifikasi Menengah, ekuitas minimum Rp250 juta) membuka akses ke paket tender rancang bangun pemerintah yang nilainya rata-rata 3–5 kali lebih besar dari tender konsultansi desain saja. Perlu dicatat: GT001 adalah SBU kontraktor, bukan konsultan, sehingga perusahaan harus memiliki pengalaman pelaksanaan konstruksi yang dapat diverifikasi di SIKI LPJK dan lpjk.pu.go.id.

Bisakah Perusahaan Punya Keduanya?

Ya — dan ini adalah strategi umum yang dijalankan oleh 3 dari 5 perusahaan konsultan arsitektur skala menengah yang kami tangani setiap bulan. PP 28/2025 tidak membatasi jumlah subklasifikasi SBU yang dapat dimiliki satu badan usaha, selama syarat ekuitas, tenaga ahli, dan pengalaman untuk masing-masing subklasifikasi terpenuhi secara terpisah dan dapat diverifikasi.

Berikut skenario kombinasi yang paling umum dan syaratnya:

Kombinasi SBU Ekuitas Gabungan Minimum PJSKBU yang Dibutuhkan Manfaat Strategis
AR001 + AR003 (Kecil) Rp100.000.000 (ekuitas dapat digunakan bersama jika regulasi LSBU mengizinkan) 2 orang SKK berbeda (Arsitektur + Interior) Menangkan tender arsitektur bangunan DAN tender desain interior terpisah
AR001 + AR002 (Kecil) Rp100.000.000 2 orang atau 1 orang dengan dua SKK relevan Menangkan tender gedung DAN proyek lansekap/kawasan
AR001 + RK001 (Kecil) Rp100.000.000 2 orang SKK berbeda (Arsitektur + Teknik Sipil/Struktur) Menangkan tender konsultansi terpadu arsitektur dan struktur
AR001 (Menengah) + GT001 (Menengah) Rp500.000.000 (Rp250 juta + Rp250 juta) PJTBU jenjang 8 + PJSKBU masing-masing jenjang 7 Tawarkan desain murni DAN design-build dalam dua jenis kontrak berbeda

Penting: setiap SBU diverifikasi secara mandiri oleh LSBU melalui SIMPAN. Auditor LSBU akan memastikan PJSKBU untuk masing-masing subklasifikasi memiliki SKK yang relevan dan tidak dipakai ganda untuk subklasifikasi lain yang mensyaratkan kode SKK berbeda. Pastikan dokumen asosiasi, KTA, dan SKK sudah terdaftar aktif di lpjk.pu.go.id sebelum mengajukan permohonan SBU tambahan.

Apa Dampaknya Jika Salah Pilih Subklasifikasi?

Kesalahan memilih subklasifikasi SBU bukan sekadar soal administrasi — kerugian finansial dan reputasinya nyata dan terukur. Berikut tiga studi kasus konkret dari pola permohonan yang kami tangani.

Kasus 1: Gugur Tender Senilai Rp1,2 Miliar karena Salah Kode

Sebuah konsultan di Surabaya mendaftarkan SBU AR002 (Arsitektur Lainnya) untuk mengikuti tender "Perencanaan Arsitektur Gedung RSUD Tipe C" senilai Rp1,2 miliar. Panitia tender memverifikasi subklasifikasi melalui SIMPK dan menemukan bahwa tender mensyaratkan AR001 — bukan AR002. Penawaran perusahaan gugur pada tahap evaluasi administrasi. Kontrak hilang, biaya penyusunan dokumen penawaran (estimasi Rp45 juta) hangus. Waktu yang terbuang: 6 minggu proses tender.

Kasus 2: Sanksi Administratif akibat Mengerjakan Pekerjaan di Luar Lingkup SBU

Perusahaan konsultan di Jakarta mengantongi AR001 Kecil, namun menerima kontrak rekayasa struktur (seharusnya RK001) dengan alasan klien swasta tidak mempermasalahkan. Saat proyek diaudit dalam proses pengurusan PBG, dinas setempat menemukan gambar struktur ditandatangani tenaga ahli tanpa SKK Rekayasa Sipil Struktur yang valid. Hasilnya: proses PBG ditangguhkan 4 bulan, klien mengajukan klaim keterlambatan senilai Rp180 juta, dan perusahaan menerima teguran administratif dari LPJK berdasarkan PP 28/2025 Pasal yang mengatur sanksi pelanggaran ruang lingkup SBU.

Kasus 3: PPh Final Lebih Tinggi akibat Tidak Memiliki SBU yang Tepat

Tanpa SBU aktif yang sesuai, penghasilan dari jasa konstruksi dikenai PPh final 4% (tarif tidak ber-SBU) dibandingkan 2,65% untuk konsultan ber-SBU kualifikasi Kecil. Untuk perusahaan dengan omzet Rp2 miliar per tahun, selisih tarif ini setara Rp27 juta per tahun — lebih dari 3 kali lipat biaya investasi mengurus SBU. Angka ini belum termasuk risiko kehilangan tender pemerintah yang secara regulasi wajib mensyaratkan SBU aktif berdasarkan Permen PU 6/2025.

Moral dari tiga kasus ini satu: biaya kesalahan subklasifikasi selalu jauh lebih besar dari biaya mengurus SBU yang benar sejak awal. Mengurus SBU AR001 kualifikasi Kecil secara mandiri membutuhkan Rp4.850.000–6.100.000 ke LSBU dan asosiasi ditambah 30–45 hari kerja waktu Anda. Paket all-in Mitra Konstruksi Rp8.000.000 sudah mencakup seluruh komponen — biaya resmi LSBU, iuran KTA asosiasi, biaya administrasi, dan koordinasi pengurusan penuh — selesai dalam 5 hari kerja. Selisihnya hanya Rp1.900.000–3.150.000 untuk menghemat satu bulan penuh waktu operasional Anda.

Ringkasan poin kunci

  • 1AR001 mencakup perancangan arsitektur bangunan gedung hunian dan non-hunian (KBLI 71101) — bukan arsitektur kawasan, interior, maupun pelaksanaan konstruksi
  • 2AR002 dipilih untuk arsitektur non-bangunan: lansekap, urban design, dan kawasan — bukan untuk bangunan gedung
  • 3AR003 khusus desain interior; dapat dimiliki bersamaan dengan AR001 oleh satu perusahaan jika ekuitas mencukupi
  • 4RK001 mencakup rekayasa struktur dan MEP — harus dikombinasikan dengan AR001 jika proyek memerlukan gambar multidisiplin lengkap
  • 5GT001 adalah subklasifikasi rancang bangun terintegrasi; pilih ini hanya jika perusahaan mengerjakan desain sekaligus pelaksanaan dalam satu kontrak
  • 6Salah pilih subklasifikasi mengakibatkan gugur administrasi tender pemerintah dan potensi sanksi daftar hitam sesuai PP 28/2025

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama SBU AR001 dan AR002?
AR001 mencakup perancangan arsitektur bangunan gedung hunian dan non-hunian (KBLI 71101), sedangkan AR002 mencakup arsitektur non-bangunan seperti lansekap, urban design, dan perencanaan kawasan. Jika proyek Anda adalah gedung — rumah tinggal, kantor, rumah sakit, atau hotel — AR001 adalah pilihan yang benar. AR002 digunakan ketika produk akhirnya bukan bangunan gedung, melainkan ruang luar atau kawasan.
Apakah perusahaan boleh memiliki AR001 dan AR003 sekaligus?
Ya, satu badan usaha boleh memiliki lebih dari satu subklasifikasi SBU selama memenuhi persyaratan ekuitas dan tenaga ahli untuk masing-masing kode. AR001 mensyaratkan ekuitas minimum Rp100 juta (Kecil) dengan PJSKBU jenjang 6, sementara AR003 memiliki persyaratan tersendiri. Kedua SBU didaftarkan secara terpisah melalui SIKI LPJK dan OSS RBA.
Apakah AR001 mencakup pengurusan PBG?
Ya. Dalam lingkup AR001 termasuk penyiapan dokumen dan koordinasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sesuai PTSP daerah. Namun, pelaksanaan konstruksi fisik bangunan tidak termasuk dalam AR001 — untuk itu digunakan subklasifikasi BG001 hingga BG009 atau GT001 untuk rancang bangun terintegrasi.
Apa risiko jika perusahaan menggunakan AR001 untuk proyek rancang bangun terintegrasi?
Jika kontrak proyek mencakup desain sekaligus pelaksanaan konstruksi dalam satu paket, SBU yang dibutuhkan adalah GT001 — bukan AR001. Menggunakan AR001 pada tender rancang bangun terintegrasi akan mengakibatkan gugur di evaluasi administrasi karena ketidaksesuaian subklasifikasi dengan persyaratan dokumen pengadaan sesuai PP 28/2025.
Berapa ekuitas minimum untuk SBU AR001 kualifikasi Kecil?
Ekuitas minimum untuk AR001 kualifikasi Kecil adalah Rp100.000.000 sesuai SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Kualifikasi ini tidak mewajibkan audit KAP, cukup laporan keuangan internal. PJTBU minimal jenjang 7 dan PJSKBU minimal jenjang 6 dengan 1 orang tenaga ahli bersertifikat SKK yang terdaftar di SIMPK.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Bagian dari panduan

Panduan SBU AR001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung 2026 Lengkap

SBU AR001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung adalah Sertifikat Badan Usaha wajib bagi perusahaan yang menawarkan jasa perancangan arsitektur bangunan gedung hunian dan non-hunian di Indonesia. Kode ini mencakup KBLI 71101 dan diatur melalui PP 28/2025 serta Permen PU 6/2025. Tanpa SBU AR001, badan usaha tidak dapat mengikuti tender konsultansi arsitektur pemerintah, tidak dapat menerbitkan rekomendasi PBG di sejumlah daerah, dan berisiko sanksi administratif. Persyaratan utama meliputi SKK PJTBU jenjang 7 dan PJSKBU jenjang 6 untuk kualifikasi Kecil, NIB dengan KBLI 71101 dari OSS RBA, serta dokumen SMAP. Biaya pengurusan mandiri berkisar Rp4.850.000–Rp6.100.000 dengan waktu 30–45 hari kerja. Paket all-in Mitra Konstruksi untuk kualifikasi Kecil selesai dalam 5 hari kerja.

Perlu bantuan menerapkan panduan ini?

Kami dampingi mulai dari pemetaan subklasifikasi hingga pengajuan ke LSBU.

Cek Kelayakan