Logo Mitra Jasa Legalitas — jasa pengurusan SBU konstruksi, SKK, dan legalitas usaha

Panduan SBU PL006 Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas 2026 Lengkap

Ilustrasi panduan Panduan SBU PL006 Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas 2026 Lengkap — Mitra Jasa Legalitas
Bagikan halaman ini:

Tim Konsultan Mitra Konstruksi

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
10 menit baca
SBU PL006 Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas adalah sertifikat badan usaha jasa konstruksi spesialis untuk pekerjaan utilitas tapak minor dalam lingkup penyiapan lahan (KBLI 43120), mencakup pemasangan pipa air bersih kecil, drainase tapak, conduit kabel bawah tanah, U-ditch, sumur resapan, dan utilitas sementara proyek. Dasar hukumnya adalah PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025. Tanpa SBU PL006, badan usaha tidak dapat mengikuti tender utilitas tapak proyek perumahan dan kawasan industri, serta dikenai PPh Final 4% — lebih tinggi 1,35% dibanding tarif 2,65% pemegang SBU aktif. Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil Rp8.000.000, selesai 5 hari kerja melalui Mitra Konstruksi. Urus sendiri memerlukan Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja waktu sendiri.

SBU PL006 Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas adalah Sertifikat Badan Usaha Spesialis yang wajib dimiliki kontraktor yang memasang pipa utilitas bawah tanah minor, saluran drainase tapak, conduit kabel, dan utilitas sementara proyek dalam lingkup penyiapan lahan (KBLI 43120). Tanpa SBU PL006, perusahaan Anda tidak dapat mengikuti tender utilitas tapak perumahan maupun kawasan industri, dan dikenai PPh Final 4% bukan 2,65%. Biaya pengurusan all-in melalui Mitra Konstruksi adalah Rp8.000.000 untuk kualifikasi Kecil, selesai 5 hari kerja. Panduan ini membahas syarat, biaya, dan prosedur lengkap sesuai PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.

Apa Itu SBU PL006 dan Siapa yang Wajib Memilikinya?

SBU PL006 — Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas — adalah subklasifikasi jasa konstruksi Spesialis yang tercantum dalam SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025 dan merujuk pada KBLI 43120 (Penyiapan Lahan). Kode ini secara spesifik mengatur pekerjaan utilitas skala minor yang menjadi bagian integral penyiapan lahan proyek, bukan jaringan utilitas utama berskala kota atau regional.

Lingkup kerja yang diakui dalam SBU PL006 mencakup tujuh kelompok pekerjaan utama:

  • Pemasangan pipa utilitas bawah tanah minor — pipa air bersih, drainase, dan limbah berskala kecil sebagai bagian penyiapan lahan.
  • Pemasangan saluran drainase tapak — pembuatan saluran pengendali air hujan dan air larian di kawasan tapak proyek.
  • Pemasangan utilitas sementara proyek — jaringan air bersih, listrik, dan sanitasi sementara untuk operasional konstruksi.
  • Pembuatan sumur resapan dan biopori — sistem infiltrasi air hujan sebagai bagian drainase tapak.
  • Pemasangan beton U-ditch dan box culvert minor — saluran beton pracetak dan gorong-gorong minor dalam tapak.
  • Pemasangan conduit listrik dan pipa kabel bawah tanah — conduit PVC, pipa kabel, dan protective sleeve untuk utilitas listrik dan telekomunikasi.
  • Penyambungan utilitas ke jaringan induk — penyambungan pipa air, saluran limbah, dan utilitas tapak ke jaringan utama di luar tapak.

Perusahaan yang wajib memiliki SBU PL006 adalah badan usaha konstruksi yang memenangkan atau merencanakan mengikuti paket penyiapan utilitas tapak pada proyek perumahan, kawasan industri, pergudangan, atau mixed-use. Berdasarkan ketentuan Permen PU 6/2025, setiap badan usaha yang melaksanakan pekerjaan konstruksi wajib memegang SBU dengan subklasifikasi yang sesuai. Proyek yang melewatkan klausul ini berisiko dicoret secara administratif dari daftar prakualifikasi.

Yang perlu dipahami: PL006 berbeda dari PL003 (land clearing dan penyiapan fisik lahan), BS004 (drainase jaringan primer skala besar), BS005 (SPAM dan distribusi air bersih), maupun IN007 (plambing dalam gedung). Jika pekerjaan Anda melibatkan utilitas tapak minor — bukan jaringan besar dan bukan di dalam gedung — maka PL006 adalah kode yang tepat. Badan usaha yang sudah memiliki NIB dengan KBLI 43120 dari OSS RBA dapat langsung mengajukan SBU PL006 tanpa perlu mengubah NIB.

Untuk detail perbandingan kode SBU yang serupa, lihat artikel kami di Syarat Lengkap SBU PL006.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya SBU PL006?

Banyak kontraktor kecil menganggap SBU sebagai formalitas. Pandangan ini keliru dan mahal. Berdasarkan PP 28/2025, pelaksanaan pekerjaan konstruksi tanpa SBU yang sesuai subklasifikasi dapat dikenai sanksi administratif, termasuk pencabutan izin usaha dan denda. Di luar sanksi regulasi, ada 5 konsekuensi bisnis langsung yang langsung menyentuh arus kas perusahaan Anda.

Pertama, tertutup dari tender utilitas tapak. Setiap dokumen lelang paket penyiapan utilitas tapak mewajibkan SBU PL006 dalam persyaratan kualifikasi. Tanpa SBU ini, penawaran Anda gugur pada tahap evaluasi administrasi — bahkan sebelum harga dievaluasi.

Kedua, tarif PPh Final lebih tinggi. Kontraktor bersertifikat (SBU aktif) dikenai PPh Final 2,65% dari nilai kontrak bruto. Tanpa SBU, tarif naik menjadi 4%. Selisih 1,35% terlihat kecil, tetapi pada kontrak Rp500 juta, itu berarti Rp6.750.000 pajak ekstra yang seharusnya bisa menjadi margin laba Anda.

Ketiga, kehilangan akses ke paket awal kawasan baru. Proyek kawasan industri dan perumahan selalu membuka paket utilitas tapak di fase awal. Kontraktor tanpa PL006 tidak dapat bersaing di fase ini, kehilangan momentum yang paling menguntungkan.

Keempat, risiko sanksi UU 2/2017. Mengerjakan tanpa SBU adalah pelanggaran UU Jasa Konstruksi yang dapat berujung pada gugatan perdata dari pemberi kerja dan pencabutan NIB oleh OSS.

Kelima, tidak dapat mengakses LPSE pemerintah. Sistem LPSE memverifikasi SBU aktif melalui integrasi dengan lpjk.pu.go.id. Tanpa SBU terverifikasi, akun Anda tidak lolos validasi vendor.

Skenario Nilai Kontrak PPh Final (Tanpa SBU, 4%) PPh Final (Dengan SBU, 2,65%) Selisih Kerugian
Paket utilitas tapak kecil Rp200.000.000 Rp8.000.000 Rp5.300.000 Rp2.700.000
Paket utilitas tapak menengah Rp500.000.000 Rp20.000.000 Rp13.250.000 Rp6.750.000
Paket kawasan industri Rp1.200.000.000 Rp48.000.000 Rp31.800.000 Rp16.200.000

Simulasi di atas memperlihatkan bahwa pada kontrak Rp1,2 miliar, kerugian pajak akibat tidak memiliki SBU mencapai Rp16.200.000 — dua kali lipat biaya pengurusan SBU itu sendiri. Artinya, SBU PL006 tidak hanya membuka akses tender, tetapi juga secara langsung meningkatkan profitabilitas setiap kontrak yang Anda kerjakan.

Apa Saja Syarat Dokumen SBU PL006 2026?

Persyaratan SBU PL006 mengikuti skema verifikasi tiga lapis: dokumen legalitas badan usaha, kompetensi tenaga ahli, dan kapasitas peralatan. Seluruh pengajuan dilakukan melalui portal SIKI LPJK di lpjk.pu.go.id dan diverifikasi oleh LSBU yang ditunjuk. Kesalahan pada satu dokumen mengakibatkan penolakan berkas dan memperpanjang proses 7–14 hari kerja.

Berdasarkan pengalaman menangani 5–8 permohonan SBU per bulan, kami mengidentifikasi bahwa 3 dari 5 penolakan berkas disebabkan oleh: (1) NIB yang tidak mencantumkan KBLI 43120 secara eksplisit, (2) SKK PJTBU yang merangkap di lebih dari satu badan usaha, dan (3) peralatan di SIMPK yang tidak memiliki bukti kepemilikan atau sewa yang valid. Tabel berikut merangkum seluruh dokumen wajib beserta catatan kesalahan yang paling sering terjadi.

No. Dokumen Ketentuan Kesalahan Paling Sering
1 Akta pendirian & perubahan terakhir Disahkan Kemenkumham Akta perubahan belum terdaftar di AHU Online
2 NIB dari OSS RBA Memuat KBLI 43120 secara eksplisit NIB hanya mencantumkan KBLI utama, KBLI 43120 belum ditambahkan
3 NPWP badan usaha Status aktif, bukan non-efektif NPWP non-efektif karena tidak lapor SPT 2 tahun
4 Neraca keuangan Ekuitas min. Rp300 juta (Kecil); audit KAP bila aset >Rp2 miliar Neraca dibuat sendiri tanpa akuntan publik saat aset melebihi batas
5 SKK PJTBU jenjang 6 (Kecil) Tenaga tetap, tidak merangkap di badan usaha lain SKK sudah terdaftar di perusahaan lain di SIKI LPJK
6 SKK PJSKBU jenjang 5 (Kecil) Tidak boleh merangkap Nama tidak sesuai antara SKK dan KTP terkini
7 Minimal 1 peralatan di SIMPK (Kecil) Bukti kepemilikan atau kontrak sewa >1 tahun Peralatan terdaftar tapi bukti kepemilikan tidak diunggah
8 Dokumen SMAP atau surat komitmen ISO 37001, SMAP, PANCEK KPK min 70%, atau surat komitmen 2 tahun Surat komitmen tidak menggunakan format yang diakui LSBU
9 Rekaman pengalaman kerja di SIMPAN Wajib untuk perpanjangan; tidak wajib untuk pengajuan baru Kontrak kerja lama tidak diunggah ke SIMPAN sebelum pengajuan perpanjangan

Catatan khusus: PL003, PL004, PL006, dan PL007 semuanya berbagi KBLI 43120. Perbedaannya ada pada kode SBU dan nilai aset. Jika NIB Anda sudah memuat KBLI 43120 untuk kode PL lain, Anda tidak perlu mengajukan perubahan NIB baru — cukup memastikan kode tersebut tercentang aktif di OSS RBA. Untuk panduan lengkap menghindari penolakan, lihat Kendala Umum Pengurusan SBU PL006.

Berapa Biaya Pengurusan SBU PL006?

Pertanyaan yang paling sering diajukan calon klien kami adalah: "Apakah lebih murah mengurus sendiri?" Jawabannya tergantung pada bagaimana Anda menghitung nilai waktu. Jika Anda memiliki staf khusus administrasi yang bisa mendedikasikan 30–45 hari kerja penuh tanpa mengerjakan hal lain, maka urus sendiri mungkin lebih hemat secara nominal. Tetapi dalam praktik bisnis konstruksi, tidak ada direktur atau staf yang bisa membiarkan operasional terhenti selama 6 minggu hanya untuk satu sertifikat.

Berikut perbandingan biaya yang transparan antara mengurus sendiri dan menggunakan paket Mitra Konstruksi:

Komponen Biaya Urus Sendiri Paket Mitra Konstruksi (All-In)
Biaya resmi LSBU Rp2.500.000–3.500.000 Rp8.000.000 all-in
(sudah termasuk semua komponen)
Iuran KTA asosiasi Rp1.200.000–1.500.000
Biaya administrasi & legalisasi dokumen Rp750.000–1.100.000
Biaya koordinasi & revisi berkas Rp400.000–variabel
Total estimasi Rp4.850.000–6.100.000
Waktu penyelesaian 30–45 hari kerja 5 hari kerja
Risiko penolakan berkas Tinggi (tanpa panduan teknis) Diminimalkan (verifikasi pra-pengajuan)

Selisih nominal antara urus sendiri dan paket Mitra Konstruksi adalah Rp1.900.000–Rp3.150.000. Untuk selisih tersebut, Anda mendapatkan penghematan 25–40 hari kerja dan eliminasi risiko penolakan yang bisa mengakibatkan biaya revisi dan keterlambatan tender. Jika satu paket tender utilitas tapak bernilai Rp200 juta lolos karena SBU terbit tepat waktu, ROI dari selisih biaya Rp3,15 juta tersebut adalah lebih dari 6.000%.

Untuk kualifikasi Menengah, biaya layanan pengurusan berkisar Rp12.000.000–Rp15.000.000 (belum termasuk komponen resmi LSBU, KTA, dan biaya administrasi lainnya). Untuk kualifikasi Besar, biaya layanan Rp20.000.000–Rp30.000.000 dengan konfirmasi final saat konsultasi awal. Detail lengkap tersedia di Rincian Biaya SBU PL006.

Bagaimana Kasus Nyata Pengurusan SBU PL006 di Lapangan?

Studi kasus berikut bukan ilustrasi hipotesis, melainkan rekaman nyata dari permohonan yang kami tangani. Nama badan usaha disamarkan sesuai kebijakan privasi klien, tetapi detail teknis dan finansial dicantumkan secara akurat untuk memberikan gambaran realistis kepada Anda.

Kasus: CV Kontraktor di Bekasi — Permohonan Baru, Selesai 5 Hari Kerja

Situasi awal: Sebuah CV konstruksi di Bekasi dengan ekuitas Rp315 juta mengajukan SBU PL006 kualifikasi Kecil untuk pertama kalinya. Perusahaan ini baru berdiri 14 bulan sebelum pengajuan dan belum pernah mengurus SBU sebelumnya. Direktur utamanya adalah mantan pelaksana lapangan yang berpengalaman di proyek utilitas tapak perumahan selama 11 tahun, tetapi tidak familiar dengan prosedur administrasi SIKI LPJK.

Kondisi dokumen saat pertama konsultasi: NIB sudah mencantumkan KBLI 43120 (diperoleh saat pengurusan izin awal). NPWP aktif. Neraca keuangan sudah disusun oleh akuntan internal dengan ekuitas Rp315 juta — di atas ambang batas Rp300 juta untuk kualifikasi Kecil dan di bawah Rp2 miliar sehingga tidak wajib audit KAP. SKK PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5 sudah dimiliki oleh dua tenaga tetap yang berbeda dan tidak merangkap. Satu unit excavator mini terdaftar atas nama perusahaan di SIMPK. Surat komitmen anti suap sudah disiapkan sesuai format yang direkomendasikan konsultan.

Proses pengajuan: Karena semua dokumen sudah dalam kondisi lengkap dan benar sejak awal, tim kami langsung melakukan input ke portal SIKI LPJK pada hari pertama konsultasi. Verifikasi LSBU berlangsung pada hari kerja ke-3. Sertifikat SBU PL006 kualifikasi Kecil terbit pada hari kerja ke-5.

Pelajaran utama: Kecepatan 5 hari kerja bukan pengecualian — ini adalah hasil yang konsisten kami capai ketika klien datang dengan dokumen yang sudah benar. Variabel terbesar dalam durasi pengurusan SBU bukan proses di LSBU, melainkan kelengkapan dan kebenaran dokumen yang diserahkan. Badan usaha baru sekalipun dapat selesai dalam 5 hari jika persiapan dilakukan dengan teliti.

Hasil bisnis: Tiga minggu setelah SBU terbit, CV tersebut berhasil lolos prakualifikasi pada satu paket utilitas tapak proyek perumahan di kawasan Cikarang dengan nilai penawaran Rp385 juta — paket yang sebelumnya tidak bisa mereka ikuti karena tidak memiliki SBU PL006.

Apa Saja Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang SBU PL006?

Dari ratusan konsultasi yang kami tangani, berikut adalah 6 pertanyaan yang paling sering muncul, beserta jawaban langsung berdasarkan regulasi PP 28/2025, Permen PU 6/2025, dan SK Dirjen 37/KPTS/DK/2025.

Apa bedanya SBU PL006 dengan BS004 untuk pekerjaan drainase?

BS004 (Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase) digunakan untuk jaringan drainase primer dan sekunder berskala besar yang berdiri sebagai kontrak utama. PL006 mencakup drainase tapak minor yang merupakan bagian dari penyiapan lahan proyek — misalnya saluran keliling kavling, U-ditch dalam kawasan perumahan, atau gorong-gorong minor di dalam batas tapak. Jika saluran drainase yang Anda kerjakan merupakan infrastruktur mandiri berskala kota atau kabupaten, gunakan BS004. Jika drainase tersebut merupakan bagian dari penyiapan tapak proyek, gunakan PL006.

Apakah pemasangan U-ditch di tapak proyek masuk lingkup PL006?

Ya. Pemasangan saluran beton pracetak (U-ditch, V-ditch) dan gorong-gorong minor dalam tapak proyek secara eksplisit masuk dalam lingkup PL006. Ini termasuk pemasangan box culvert minor untuk crossing jalan dalam kawasan dan saluran drainase keliling bangunan.

Berapa nilai ekuitas minimum untuk PL006 kualifikasi Kecil?

Rp300.000.000. Catatan: data aset minimum Rp75 juta dalam beberapa referensi mengacu pada nilai aset peralatan minimal, bukan ekuitas badan usaha. Ekuitas yang harus tercantum dalam neraca keuangan untuk kualifikasi Kecil adalah Rp300 juta. Untuk kualifikasi Menengah, ekuitas minimum Rp2 miliar dengan penjualan tahunan Rp2,5 miliar.

Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk PL006 kualifikasi Kecil?

PJTBU jenjang 6 dan PJSKBU jenjang 5. Keduanya harus berstatus tenaga tetap badan usaha dan tidak merangkap di badan usaha jasa konstruksi lain. Status keterikatan tenaga ahli dapat diverifikasi langsung di portal SIKI LPJK — lpjk.pu.go.id — dengan memasukkan NIK atau nomor SKK.

Apakah perusahaan baru (berdiri kurang dari 2 tahun) bisa mengajukan PL006?

Bisa, untuk pengajuan baru (bukan perpanjangan). Syarat pengalaman kerja di SIMPAN hanya berlaku untuk perpanjangan SBU. Perusahaan baru cukup memenuhi syarat ekuitas, SKK tenaga tetap, dan peralatan di SIMPK. Tidak ada persyaratan penjualan tahunan untuk pengajuan baru kualifikasi Kecil.

Bagaimana cara memastikan conduit kabel bawah tanah masuk PL006 bukan ME?

Pemasangan conduit PVC, pipa kabel, dan protective sleeve sebagai infrastruktur bawah tanah (tanpa instalasi kabel atau peralatan listrik di dalamnya) masuk PL006. Jika pekerjaan mencakup penarikan kabel, pemasangan panel, atau sistem kelistrikan aktif, itu masuk ranah kontrak ME atau IN006. Batas lingkupnya adalah pada conduit dan sleeve sebagai infrastruktur pasif — bukan sistem kelistrikan aktif.


Persyaratan lengkap SBU PL006 per kualifikasi juga dapat dirangkum dalam tabel berikut sebagai referensi cepat:

Kualifikasi Ekuitas Minimum Penjualan Tahunan Jenjang PJTBU Jenjang PJSKBU Jumlah Peralatan Audit KAP Masa Berlaku
Kecil Rp300.000.000 6 5 1 Tidak wajib 3 tahun
Menengah Rp2.000.000.000 Rp2.500.000.000 7 6 2 Wajib 3 tahun
Besar Rp25.000.000.000 Rp50.000.000.000 8 7 3 Wajib 3 tahun
Spesialis 8 7 2 Tidak wajib 3 tahun

Semua SBU PL006 — lintas kualifikasi — berlaku 3 tahun sejak tanggal terbit dan dapat diperpanjang melalui SIKI LPJK dengan menambahkan rekaman pengalaman kerja di SIMPAN sebagai syarat tambahan perpanjangan.

Siap mengurus SBU PL006? Tim Mitra Konstruksi menangani 5–8 permohonan SBU setiap bulan. Konsultasi pertama gratis — kami verifikasi kelengkapan dokumen Anda sebelum pengajuan sehingga tidak ada waktu terbuang untuk revisi. Paket all-in kualifikasi Kecil Rp8.000.000, selesai 5 hari kerja.

Hubungi via WhatsApp — Konsultasi Gratis

Ringkasan poin kunci

  • 1SBU PL006 wajib untuk utilitas tapak minor: pipa air, drainase lokal, conduit kabel, U-ditch, dan sumur resapan dalam penyiapan lahan (KBLI 43120)
  • 2Tanpa SBU PL006, PPh Final naik dari 2,65% menjadi 4% — selisih 1,35% langsung memangkas margin proyek
  • 3Syarat kualifikasi Kecil: ekuitas minimal Rp300 juta, SKK PJTBU jenjang 6, PJSKBU jenjang 5, dan 1 peralatan tercatat di SIMPK
  • 4Permohonan diproses lewat lpjk.pu.go.id dengan integrasi OSS RBA, SIKI LPJK, SIMPK, dan SIMPAN berdasarkan Permen PU 6/2025
  • 5Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil Rp8.000.000 selesai 5 hari kerja — selisih hanya Rp1,9–3,15 juta dibanding urus sendiri yang butuh sebulan
  • 6PL006 berbeda dari BS004, BS005, dan IN007 — pilih PL006 khusus untuk utilitas tapak minor, bukan jaringan utama atau plambing dalam gedung

Artikel pendukung

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SBU PL006 Pelaksanaan Pekerjaan Utilitas?
SBU PL006 adalah sertifikat badan usaha jasa konstruksi spesialis untuk pekerjaan utilitas tapak minor dalam penyiapan lahan (KBLI 43120). Lingkupnya mencakup pemasangan pipa air bersih kecil, drainase tapak, conduit kabel bawah tanah, U-ditch, box culvert minor, sumur resapan, dan utilitas sementara proyek. Dasar hukumnya PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025.
Apa perbedaan SBU PL006 dan BS004?
PL006 untuk drainase tapak dan utilitas minor dalam penyiapan lahan proyek berskala kecil. BS004 untuk jaringan irigasi dan drainase utama berskala besar sebagai kontrak mandiri. Jika proyek Anda adalah saluran drainase primer atau sekunder kawasan, pilih BS004. Jika saluran dalam tapak proyek, pilih PL006.
Berapa ekuitas minimum untuk SBU PL006 kualifikasi Kecil?
Ekuitas minimum untuk SBU PL006 kualifikasi Kecil adalah Rp300 juta sesuai ketentuan PP 28/2025 dan Permen PU 6/2025. Audit KAP tidak diwajibkan untuk kualifikasi Kecil. Nilai ini harus tercermin dalam neraca keuangan badan usaha yang dilampirkan saat permohonan.
Berapa jenjang SKK yang dibutuhkan untuk SBU PL006 kualifikasi Kecil?
Untuk kualifikasi Kecil, dibutuhkan SKK PJTBU jenjang 6 dan SKK PJSKBU jenjang 5, masing-masing aktif di SIKI LPJK dan tidak merangkap jabatan di badan usaha lain. Keduanya harus berstatus tenaga tetap yang dibuktikan dengan dokumen ketenagakerjaan.
Apakah pemasangan U-ditch di tapak proyek masuk lingkup PL006?
Ya. Pemasangan saluran beton pracetak U-ditch, V-ditch, dan gorong-gorong minor dalam tapak proyek secara eksplisit masuk lingkup SBU PL006. Yang dikecualikan adalah pemasangan U-ditch sebagai bagian jaringan drainase utama berskala besar, yang masuk BS004.
Berapa lama dan berapa biaya pengurusan SBU PL006 melalui Mitra Konstruksi?
Biaya pengurusan all-in kualifikasi Kecil adalah Rp8.000.000, selesai 5 hari kerja. Biaya ini mencakup seluruh komponen resmi termasuk LSBU, KTA asosiasi, dan administrasi. Dibanding urus sendiri yang memerlukan Rp4.850.000–6.100.000 ditambah 30–45 hari kerja, selisihnya hanya Rp1,9–3,15 juta untuk menghemat satu bulan waktu kerja.

Sumber: belum diverifikasi · Diverifikasi:

Diskusikan kasus badan usaha Anda

Kirim data ringkas badan usaha Anda, kami bantu petakan subklasifikasi dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Cek Kelayakan